<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Multipolar Technology Tebar Dividen Rp155/Saham</title><description>PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) bakal membagikan dividen tengah tahun atau interim tunai sebesar Rp155 per lembar saham.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/278/2662584/multipolar-technology-tebar-dividen-rp155-saham</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/278/2662584/multipolar-technology-tebar-dividen-rp155-saham"/><item><title>Multipolar Technology Tebar Dividen Rp155/Saham</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/278/2662584/multipolar-technology-tebar-dividen-rp155-saham</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/278/2662584/multipolar-technology-tebar-dividen-rp155-saham</guid><pubDate>Rabu 07 September 2022 12:47 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/07/278/2662584/multipolar-technology-tebar-dividen-rp155-saham-l6wldkJiTE.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Multipolar bagikan dividen (Foto: Koran Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/07/278/2662584/multipolar-technology-tebar-dividen-rp155-saham-l6wldkJiTE.jpeg</image><title>Multipolar bagikan dividen (Foto: Koran Sindo)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) bakal membagikan dividen tengah tahun atau interim tunai sebesar Rp155 per lembar saham. Dividen akan dibagikan ke pemodal yang masuk Daftar Pemegang Saham (DPS) pada penutupan perdagangan tanggal 16 September 2022.
Disebutkan, perseroan akan membayarkan dividen tunai itu pada tanggal 23 September 2022. Adapun calon penerima dividen interim itu, PT First Media Tbk (KBLV) sebesar 6% dari total nilai pembayaran, dan PT Multipolar Tbk (MLPL) sebesar 78% dari total dividen. Sedangkan sisanya diperebutkan masyarakat.

BACA JUGA:Multipolar (MLPT) Bagikan Dividen Rp135/SahamSemester pertama 2022, PT Multipolar Technology Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp293,609 miliar atau naik 257,79% dibandingkan periode sama tahun 2021 yang hanya Rp82,061 miliar.

Emiten teknologi informasi ini juga mencatatkan penjualan bersih dan pendapatan jasa naik 39,16% menjadi Rp1,67 triliun yang ditopang penjualan perangkat keras dan perangkat pendukungnya sebesar Rp1,005 triliun, atau naik naik 80,98% dibandingkan akhir Juni 2021. Senada, pendapatan jasa teknologi tumbuh 19,06% menjadi Rp373,5 miliar. Tapi pendapatan jasa alih daya teknologi informasi turun 9,89% menjadi Rp223,6 miliar.
BACA JUGA:Intip Aksi Emiten Hari Ini, Dividen Multipolar (MLPT) hingga RUPS Baramulti (BSSR)


Walau beban pokok penjualan membengkak 38,81% menjadi Rp1,408 triliun, tapi laba kotor tetap naik 40,25% menjadi Rp261,3 miliar. Lalu laba sebelum pajak penghasilan naik 215,12% menjadi Rp349,2 miliar.
Sementara itu, aset perseroan menyusut 10,57% dibandingkan akhir tahun 2021 menjadi Rp2,676 triliun. Hal itu dipicu uang muka pelanggan berkurang 38,12% menjadi Rp320,75 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebagai informasi, tahun ini perseroan optimistis dapat tumbuh lebih  baik di bandingkan dengan tahun sebelumnya. Untuk itu, perseroan pun  membidik pertumbuhan pendapatan single digit atau sekitar 5% di  sepanjang 2022.  Wahyudi Chandra, Presiden Direktur PT Multipolar  Technology Tbk pernah bilang, target pertumbuhan tersebut juga sejalan  dengan prospek bisnis teknologi informasi yang semakin menjanjikan.
Menurutnya, target ini akan tercapai di tahun ini dengan strategi dan  rencana ekspansi yang telah disiapkan. Namun demikian, perseroan  melihat adanya kendala seiring terjadinya kelangkaan chip yang  mengakibatkan keterlambatan supply pada perangkat Information Technology  (IT). Termasuk perangkat jaringan hingga software.
Kemudian perseroan menyiapkan anggaran belanja modal atau capital  expenditure (capex) sebesar Rp210 miliar untuk 2022. Direktur Multipolar  Technology, Hanny Untar menuturkan, anggaran belanja modal digunakan  untuk kebutuhan internal dan anak usaha seperti PT Visionet Data  Internasional.
&quot;Anggaran belanja modal untuk tahun ini 2022 sebesar Rp210 miliar  untuk Multipolar Technology sebesar Rp6 miliar kegunaannya untuk  kebutuhan internal sendiri yaitu mengganti laptop atau pc (personal  computer) yang kita biasanya tiap tiga tahun sekali ganti dan keperluan  barang-barang IT lainnya,&amp;rdquo; kata Hanny.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) bakal membagikan dividen tengah tahun atau interim tunai sebesar Rp155 per lembar saham. Dividen akan dibagikan ke pemodal yang masuk Daftar Pemegang Saham (DPS) pada penutupan perdagangan tanggal 16 September 2022.
Disebutkan, perseroan akan membayarkan dividen tunai itu pada tanggal 23 September 2022. Adapun calon penerima dividen interim itu, PT First Media Tbk (KBLV) sebesar 6% dari total nilai pembayaran, dan PT Multipolar Tbk (MLPL) sebesar 78% dari total dividen. Sedangkan sisanya diperebutkan masyarakat.

BACA JUGA:Multipolar (MLPT) Bagikan Dividen Rp135/SahamSemester pertama 2022, PT Multipolar Technology Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp293,609 miliar atau naik 257,79% dibandingkan periode sama tahun 2021 yang hanya Rp82,061 miliar.

Emiten teknologi informasi ini juga mencatatkan penjualan bersih dan pendapatan jasa naik 39,16% menjadi Rp1,67 triliun yang ditopang penjualan perangkat keras dan perangkat pendukungnya sebesar Rp1,005 triliun, atau naik naik 80,98% dibandingkan akhir Juni 2021. Senada, pendapatan jasa teknologi tumbuh 19,06% menjadi Rp373,5 miliar. Tapi pendapatan jasa alih daya teknologi informasi turun 9,89% menjadi Rp223,6 miliar.
BACA JUGA:Intip Aksi Emiten Hari Ini, Dividen Multipolar (MLPT) hingga RUPS Baramulti (BSSR)


Walau beban pokok penjualan membengkak 38,81% menjadi Rp1,408 triliun, tapi laba kotor tetap naik 40,25% menjadi Rp261,3 miliar. Lalu laba sebelum pajak penghasilan naik 215,12% menjadi Rp349,2 miliar.
Sementara itu, aset perseroan menyusut 10,57% dibandingkan akhir tahun 2021 menjadi Rp2,676 triliun. Hal itu dipicu uang muka pelanggan berkurang 38,12% menjadi Rp320,75 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebagai informasi, tahun ini perseroan optimistis dapat tumbuh lebih  baik di bandingkan dengan tahun sebelumnya. Untuk itu, perseroan pun  membidik pertumbuhan pendapatan single digit atau sekitar 5% di  sepanjang 2022.  Wahyudi Chandra, Presiden Direktur PT Multipolar  Technology Tbk pernah bilang, target pertumbuhan tersebut juga sejalan  dengan prospek bisnis teknologi informasi yang semakin menjanjikan.
Menurutnya, target ini akan tercapai di tahun ini dengan strategi dan  rencana ekspansi yang telah disiapkan. Namun demikian, perseroan  melihat adanya kendala seiring terjadinya kelangkaan chip yang  mengakibatkan keterlambatan supply pada perangkat Information Technology  (IT). Termasuk perangkat jaringan hingga software.
Kemudian perseroan menyiapkan anggaran belanja modal atau capital  expenditure (capex) sebesar Rp210 miliar untuk 2022. Direktur Multipolar  Technology, Hanny Untar menuturkan, anggaran belanja modal digunakan  untuk kebutuhan internal dan anak usaha seperti PT Visionet Data  Internasional.
&quot;Anggaran belanja modal untuk tahun ini 2022 sebesar Rp210 miliar  untuk Multipolar Technology sebesar Rp6 miliar kegunaannya untuk  kebutuhan internal sendiri yaitu mengganti laptop atau pc (personal  computer) yang kita biasanya tiap tiga tahun sekali ganti dan keperluan  barang-barang IT lainnya,&amp;rdquo; kata Hanny.</content:encoded></item></channel></rss>
