<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>34 Perusahaan Antre Rights Issue Rp33 Triliun</title><description>Sebanyak 34 perusahaan antre rights issue di Pasar Modal Indonesia. Data tersebut tercatat hingga 6 September 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/278/2662896/34-perusahaan-antre-rights-issue-rp33-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/278/2662896/34-perusahaan-antre-rights-issue-rp33-triliun"/><item><title>34 Perusahaan Antre Rights Issue Rp33 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/278/2662896/34-perusahaan-antre-rights-issue-rp33-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/278/2662896/34-perusahaan-antre-rights-issue-rp33-triliun</guid><pubDate>Rabu 07 September 2022 17:50 WIB</pubDate><dc:creator>Viola Triamanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/07/278/2662896/34-perusahaan-antre-rights-issue-rp33-triliun-2JBrvA8vR5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">34 perusahaan antre rights issue (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/07/278/2662896/34-perusahaan-antre-rights-issue-rp33-triliun-2JBrvA8vR5.jpg</image><title>34 perusahaan antre rights issue (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sebanyak 34 perusahaan antre rights issue di Pasar Modal Indonesia. Data tersebut tercatat hingga 6 September 2022.
&amp;ldquo;Diperkirakan total dana yang  akan diperoleh melalui right issue adalah sebesar Rp33,3 triliun,&amp;rdquo; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I  Gede Nyoman Yetna, Rabu (7/9/2022).
BACA JUGA:Kinerja Pasar Modal Kinclong, 332 Emiten Cetak Laba

Dia menambahkan bahwa dari 34 perusahaan tercatat yang berada pada pipeline right issue tersebar pada berbagai sektor. Rinciannya yaitu 14 perusahaan dari sektor financials, 3 perusahaan dari sektor basic materials, 4 perusahaan dari sektor consumer cyclicals, 1 perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, 2 perusahaan dari sektor energy, 1 perusahaan dari sektor healthcare.
Kemudian 1 perusahaan dari sektor industrials, 2 perusahaan dari sektor properties &amp;amp; real estates, 2 perusahaan dari sektor transportation &amp;amp; logistics, dan yang terakhir 4 perusahaan dari sektor infrastructures.
BACA JUGA:Emiten Rokok Wismilak (WIIM) Raup Penjualan Rp1,94 Triliun

&amp;ldquo;Berdasarkan data tersebut, sektor terbesar yang melakukan right issue adalah financials terutama dari industri perbankan,&amp;rdquo; tambahnya.
Lebih lanjut, sesuai POJK No. 12/POJK.03/2020, modal inti minimum bank umum sebesar Rp3 triliun dan harus dipenuhi paling lambat 31 Desember 2022.  Sedangkan pada bank milik pemerintah daerah wajib dipenuhi paling lambat 31 Desember 2024.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Nyoman menambahkan bahwa di masa yang dinamis ini jumlah perusahaan  tercatat yang berada pada pipeline right issue masih relatif baik.  Menurutnya hal tersebut mencerminkan adanya kepercayaan Perusahaan  Tercatat untuk memanfaatkan pasar modal Indonesia sebagai salah satu  alternatif sumber pendanaan.
Pada semester I tahun 2022, jumlah Perusahaan Tercatat yang telah  melakukan right issue meningkat 36,4 % dibandingkan semester satu tahun  2021 atau mengalami peningkatan dari 11 Perusahaan Tercatat menjadi 15  Perusahaan Tercatat.
Sedangkan total dana yang berhasil dihimpun pada right issue, semester satu tahun 2022 sebesar Rp15,7 triliun.
&amp;ldquo;Kami berharap kondisi pasar modal yang kondusif, dukungan maupun  supervisi dari OJK dan SRO serta kepercayaan dari stakeholder pasar  modal, diharapkan dapat memberikan iklim positif bagi penggalangan dana  di pasar modal termasuk melalui right issue,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sebanyak 34 perusahaan antre rights issue di Pasar Modal Indonesia. Data tersebut tercatat hingga 6 September 2022.
&amp;ldquo;Diperkirakan total dana yang  akan diperoleh melalui right issue adalah sebesar Rp33,3 triliun,&amp;rdquo; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I  Gede Nyoman Yetna, Rabu (7/9/2022).
BACA JUGA:Kinerja Pasar Modal Kinclong, 332 Emiten Cetak Laba

Dia menambahkan bahwa dari 34 perusahaan tercatat yang berada pada pipeline right issue tersebar pada berbagai sektor. Rinciannya yaitu 14 perusahaan dari sektor financials, 3 perusahaan dari sektor basic materials, 4 perusahaan dari sektor consumer cyclicals, 1 perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, 2 perusahaan dari sektor energy, 1 perusahaan dari sektor healthcare.
Kemudian 1 perusahaan dari sektor industrials, 2 perusahaan dari sektor properties &amp;amp; real estates, 2 perusahaan dari sektor transportation &amp;amp; logistics, dan yang terakhir 4 perusahaan dari sektor infrastructures.
BACA JUGA:Emiten Rokok Wismilak (WIIM) Raup Penjualan Rp1,94 Triliun

&amp;ldquo;Berdasarkan data tersebut, sektor terbesar yang melakukan right issue adalah financials terutama dari industri perbankan,&amp;rdquo; tambahnya.
Lebih lanjut, sesuai POJK No. 12/POJK.03/2020, modal inti minimum bank umum sebesar Rp3 triliun dan harus dipenuhi paling lambat 31 Desember 2022.  Sedangkan pada bank milik pemerintah daerah wajib dipenuhi paling lambat 31 Desember 2024.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Nyoman menambahkan bahwa di masa yang dinamis ini jumlah perusahaan  tercatat yang berada pada pipeline right issue masih relatif baik.  Menurutnya hal tersebut mencerminkan adanya kepercayaan Perusahaan  Tercatat untuk memanfaatkan pasar modal Indonesia sebagai salah satu  alternatif sumber pendanaan.
Pada semester I tahun 2022, jumlah Perusahaan Tercatat yang telah  melakukan right issue meningkat 36,4 % dibandingkan semester satu tahun  2021 atau mengalami peningkatan dari 11 Perusahaan Tercatat menjadi 15  Perusahaan Tercatat.
Sedangkan total dana yang berhasil dihimpun pada right issue, semester satu tahun 2022 sebesar Rp15,7 triliun.
&amp;ldquo;Kami berharap kondisi pasar modal yang kondusif, dukungan maupun  supervisi dari OJK dan SRO serta kepercayaan dari stakeholder pasar  modal, diharapkan dapat memberikan iklim positif bagi penggalangan dana  di pasar modal termasuk melalui right issue,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
