<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Global Tak Pasti, Jokowi: Butuh Pemikiran Abu Nawas yang Kancil-Kancil Gitu</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai butuh pemikiran Abu Nawas untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global saat ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/320/2662464/ekonomi-global-tak-pasti-jokowi-butuh-pemikiran-abu-nawas-yang-kancil-kancil-gitu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/320/2662464/ekonomi-global-tak-pasti-jokowi-butuh-pemikiran-abu-nawas-yang-kancil-kancil-gitu"/><item><title>Ekonomi Global Tak Pasti, Jokowi: Butuh Pemikiran Abu Nawas yang Kancil-Kancil Gitu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/320/2662464/ekonomi-global-tak-pasti-jokowi-butuh-pemikiran-abu-nawas-yang-kancil-kancil-gitu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/320/2662464/ekonomi-global-tak-pasti-jokowi-butuh-pemikiran-abu-nawas-yang-kancil-kancil-gitu</guid><pubDate>Rabu 07 September 2022 10:48 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/07/320/2662464/ekonomi-global-tak-pasti-jokowi-butuh-pemikiran-abu-nawas-yang-kancil-kancil-gitu-n5vc3zfTJM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi menilai butuh pemikiran seperti Abu Nawas dalam menghadapi ketidakpastian global saat ini (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/07/320/2662464/ekonomi-global-tak-pasti-jokowi-butuh-pemikiran-abu-nawas-yang-kancil-kancil-gitu-n5vc3zfTJM.jpg</image><title>Jokowi menilai butuh pemikiran seperti Abu Nawas dalam menghadapi ketidakpastian global saat ini (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai butuh pemikiran Abu Nawas untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global saat ini. Dia meminta kepada para ekonom untuk berpikir seperti kancil. Kancil menurutnya, selalu melompat-lompat dan perlu lompatan-lompatan pikiran untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.
Awalnya, Jokowi meyakini bahwa landscape politik global dan ekonomi saat akan berubah dan bergeser. Namun dirinya tidak mengetahui ke arah mana keduanya akan bergeser.
BACA JUGA:Jokowi Minta Ibu Kota Baru Jadi Proyek Strategis Nasional

&quot;Sehingga saya juga titip ke ekonomi, jangan menggunakan pakem-pakem yang ada jangan menggunakan sesuatu standar karena ini keadaannya tidak normal, sangat tidak normal,&quot; ujar Jokowi dalam sambutannya pada acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia secara daring, Rabu (7/9/2022).
Karena keadaan tidak normal itulah, Jokowi meminta para ekonom untuk berpikir melompat jauh ke depan dengan diibaratkan seperti kancil.
BACA JUGA:Jokowi Minta Proyek Strategis Nasional Kelar Sebelum 2024

&quot;Dibutuhkan pemikiran yang Abu Nawas, yang kancil-kancil gitu agak melompat-lompat tapi memang harus seperti itu. Bekerja sekarang pun tidak bisa makro saja gak bisa , ditambah mikro mungkin masih juga belum dapat. Sehingga makro ya, mikro ya, detil, fokus, ketemu nanti, tapi satu satu gabisa sekarang ini. Karena sekali lagi keadaan sangat tidak normal,&quot; jelasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNy8xOC80LzE1MDc1MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Ketidakjelasan itu, kata Jokowi, juga berdampak pada instrumen fiskal  hingga moneter. Dan hal tersebut hampir terjadi pada semua negara.
&quot;Instrumen-instrumen yang kita miliki, instrumen fiskal, instrumen  moneter juga kadang-kadang bisa luput karena keadaannya tidak normal.  Semua negara mengalami, betul-betul kita diuji karena geopolitik  globalnya memang juga gak jelas, sangat tidak jelas,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai butuh pemikiran Abu Nawas untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global saat ini. Dia meminta kepada para ekonom untuk berpikir seperti kancil. Kancil menurutnya, selalu melompat-lompat dan perlu lompatan-lompatan pikiran untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.
Awalnya, Jokowi meyakini bahwa landscape politik global dan ekonomi saat akan berubah dan bergeser. Namun dirinya tidak mengetahui ke arah mana keduanya akan bergeser.
BACA JUGA:Jokowi Minta Ibu Kota Baru Jadi Proyek Strategis Nasional

&quot;Sehingga saya juga titip ke ekonomi, jangan menggunakan pakem-pakem yang ada jangan menggunakan sesuatu standar karena ini keadaannya tidak normal, sangat tidak normal,&quot; ujar Jokowi dalam sambutannya pada acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia secara daring, Rabu (7/9/2022).
Karena keadaan tidak normal itulah, Jokowi meminta para ekonom untuk berpikir melompat jauh ke depan dengan diibaratkan seperti kancil.
BACA JUGA:Jokowi Minta Proyek Strategis Nasional Kelar Sebelum 2024

&quot;Dibutuhkan pemikiran yang Abu Nawas, yang kancil-kancil gitu agak melompat-lompat tapi memang harus seperti itu. Bekerja sekarang pun tidak bisa makro saja gak bisa , ditambah mikro mungkin masih juga belum dapat. Sehingga makro ya, mikro ya, detil, fokus, ketemu nanti, tapi satu satu gabisa sekarang ini. Karena sekali lagi keadaan sangat tidak normal,&quot; jelasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNy8xOC80LzE1MDc1MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Ketidakjelasan itu, kata Jokowi, juga berdampak pada instrumen fiskal  hingga moneter. Dan hal tersebut hampir terjadi pada semua negara.
&quot;Instrumen-instrumen yang kita miliki, instrumen fiskal, instrumen  moneter juga kadang-kadang bisa luput karena keadaannya tidak normal.  Semua negara mengalami, betul-betul kita diuji karena geopolitik  globalnya memang juga gak jelas, sangat tidak jelas,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
