<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi: Perang Rusia-Ukraina Masih Lama, Imbasnya ke Mana-Mana</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai perang Rusia-Ukraina akan berlangsung lama.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/320/2662498/jokowi-perang-rusia-ukraina-masih-lama-imbasnya-ke-mana-mana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/320/2662498/jokowi-perang-rusia-ukraina-masih-lama-imbasnya-ke-mana-mana"/><item><title>Jokowi: Perang Rusia-Ukraina Masih Lama, Imbasnya ke Mana-Mana</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/320/2662498/jokowi-perang-rusia-ukraina-masih-lama-imbasnya-ke-mana-mana</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/320/2662498/jokowi-perang-rusia-ukraina-masih-lama-imbasnya-ke-mana-mana</guid><pubDate>Rabu 07 September 2022 11:24 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/07/320/2662498/jokowi-perang-rusia-ukraina-masih-lama-imbasnya-ke-mana-mana-nnZ72HwkSm.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi sebut perang Rusia-Ukraina akan berlangsung lama (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/07/320/2662498/jokowi-perang-rusia-ukraina-masih-lama-imbasnya-ke-mana-mana-nnZ72HwkSm.jpeg</image><title>Presiden Jokowi sebut perang Rusia-Ukraina akan berlangsung lama (Foto: Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai perang Rusia-Ukraina akan berlangsung lama. Bahkan dia mengaku dampak perang sudah dirasakan di beberapa sektor terutama pangan.
&quot;Perang masih lama dan dampaknya menghitungnya juga sangat sulit, ini mau imbasnya ke mana, ke mana lagi, pangan iya sudah terjadi kenaikan harga pangan di seluruh negara, energi iya naik sampai 5x gas sampai dan minyak sampai 2x, terus nanti akan berimbas ke mana lagi? Apakah akan ke keuangan? iya juga akan lari ke sana juga,&amp;rdquo; ujarnya, Rabu (7/9/2022).
BACA JUGA:Di Hadapan 100 Ekonom, Jokowi: Jangan Harap Perang Rusia-Ukraina Besok Selesai

Bahkan, Jokowi khawatir perang ini akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi hingga inflasi. Menurutnya dampak perang ini harus dihitung dan dicermati dengan hati-hati.
&amp;ldquo;Tapi sejauh mana mempengaruhi growth? Mempengaruhi inflasi? Negara mana yang kena? ini yang kita harus hati-hati betul, tidak bisa lagi sekali lagi kita berbicara hanya makronya saja, mikronya juga dan lebih penting lagi detil satu per satu harus dikupas,&quot; katanya.
BACA JUGA:Kumpul Bareng 100 Ekonom, Jokowi Singgung Abu Nawas hingga Lockdown

&quot;Oleh sebab itu memang saya mengajak kita semuanya kita mengubah mindset kita bahwa ekonomi dunia, geopolitik dunia berubah, sudah berubah,&quot; imbuhnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wNi8xLzE1Mjg5Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Jokowi menilai butuh pemikiran Abu Nawas untuk menghadapi  ketidakpastian ekonomi global saat ini. Dia meminta kepada para ekonom  untuk berpikir seperti kancil. Kancil menurutnya, selalu melompat-lompat  dan perlu lompatan-lompatan pikiran untuk menjaga stabilitas ekonomi  Indonesia.
Awalnya, Jokowi meyakini bahwa landscape politik global dan ekonomi  saat akan berubah dan bergeser. Namun dirinya tidak mengetahui ke arah  mana keduanya akan bergeser.
&quot;Sehingga saya juga titip ke ekonomi, jangan menggunakan pakem-pakem  yang ada jangan menggunakan sesuatu standar karena ini keadaannya tidak  normal, sangat tidak normal,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai perang Rusia-Ukraina akan berlangsung lama. Bahkan dia mengaku dampak perang sudah dirasakan di beberapa sektor terutama pangan.
&quot;Perang masih lama dan dampaknya menghitungnya juga sangat sulit, ini mau imbasnya ke mana, ke mana lagi, pangan iya sudah terjadi kenaikan harga pangan di seluruh negara, energi iya naik sampai 5x gas sampai dan minyak sampai 2x, terus nanti akan berimbas ke mana lagi? Apakah akan ke keuangan? iya juga akan lari ke sana juga,&amp;rdquo; ujarnya, Rabu (7/9/2022).
BACA JUGA:Di Hadapan 100 Ekonom, Jokowi: Jangan Harap Perang Rusia-Ukraina Besok Selesai

Bahkan, Jokowi khawatir perang ini akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi hingga inflasi. Menurutnya dampak perang ini harus dihitung dan dicermati dengan hati-hati.
&amp;ldquo;Tapi sejauh mana mempengaruhi growth? Mempengaruhi inflasi? Negara mana yang kena? ini yang kita harus hati-hati betul, tidak bisa lagi sekali lagi kita berbicara hanya makronya saja, mikronya juga dan lebih penting lagi detil satu per satu harus dikupas,&quot; katanya.
BACA JUGA:Kumpul Bareng 100 Ekonom, Jokowi Singgung Abu Nawas hingga Lockdown

&quot;Oleh sebab itu memang saya mengajak kita semuanya kita mengubah mindset kita bahwa ekonomi dunia, geopolitik dunia berubah, sudah berubah,&quot; imbuhnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wNi8xLzE1Mjg5Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Jokowi menilai butuh pemikiran Abu Nawas untuk menghadapi  ketidakpastian ekonomi global saat ini. Dia meminta kepada para ekonom  untuk berpikir seperti kancil. Kancil menurutnya, selalu melompat-lompat  dan perlu lompatan-lompatan pikiran untuk menjaga stabilitas ekonomi  Indonesia.
Awalnya, Jokowi meyakini bahwa landscape politik global dan ekonomi  saat akan berubah dan bergeser. Namun dirinya tidak mengetahui ke arah  mana keduanya akan bergeser.
&quot;Sehingga saya juga titip ke ekonomi, jangan menggunakan pakem-pakem  yang ada jangan menggunakan sesuatu standar karena ini keadaannya tidak  normal, sangat tidak normal,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
