<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres Cerita Krisis Keuangan Global 2008: Harga BBM Naik dan Inflasi Lebih dari 11%</title><description>Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin bercerita kondisi krisis keuangan global pada 2008.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/320/2662535/wapres-cerita-krisis-keuangan-global-2008-harga-bbm-naik-dan-inflasi-lebih-dari-11</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/320/2662535/wapres-cerita-krisis-keuangan-global-2008-harga-bbm-naik-dan-inflasi-lebih-dari-11"/><item><title>Wapres Cerita Krisis Keuangan Global 2008: Harga BBM Naik dan Inflasi Lebih dari 11%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/320/2662535/wapres-cerita-krisis-keuangan-global-2008-harga-bbm-naik-dan-inflasi-lebih-dari-11</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/320/2662535/wapres-cerita-krisis-keuangan-global-2008-harga-bbm-naik-dan-inflasi-lebih-dari-11</guid><pubDate>Rabu 07 September 2022 11:56 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/07/320/2662535/wapres-cerita-krisis-keuangan-global-2008-harga-bbm-naik-dan-inflasi-lebih-dari-11-rNA4AfIpFJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres cerita soal krisis keuangan 2008 (Foto: Setwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/07/320/2662535/wapres-cerita-krisis-keuangan-global-2008-harga-bbm-naik-dan-inflasi-lebih-dari-11-rNA4AfIpFJ.jpg</image><title>Wapres cerita soal krisis keuangan 2008 (Foto: Setwapres)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin bercerita kondisi krisis keuangan global pada 2008. Menurutnya, Indonesia telah berpengalaman mengarungi berbagai jenis krisis ekonomi juga kemelut sosial selama lebih dari 77 tahun merdeka.
Kata Wapres, jika menengok krisis di tahun 2008 menyebabkan pemerintah harus menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada saat itu.
BACA JUGA:Obrolan Jokowi dengan Zelensky dan Putin: Saya Belokkan Bahas Krisis Pangan Akhirnya Nyambung

&amp;ldquo;Menengok ke tahun 2008, sektor keuangan Global pernah kolaps yang dipicu oleh krisis ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa, serta lonjakan harga pangan dan energi. Akibatnya pemerintah saat itu harus menaikkan harga BBM dan inflasi dalam negeri meningkat hingga mencapai lebih dari 11%,&amp;rdquo; kata Wapres saat Peresmian Pembukaan Sidang Pleno XIX Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI), Rabu (7/9/2022).
BACA JUGA:Menkop Tak Mau Krisis Tunda Indonesia Jadi Negara Maju di 2045 

Wapres mengungkapkan krisis ekonomi juga mengguncang Indonesia pada tahun 1998. Bahkan, pada saat ini pertumbuhan ekonomi terkontraksi lebih dari 17% dan rupiah mengalami depresiasi sangat tajam.
&amp;ldquo;Ditarik lebih jauh ke belakang lagi itu pada tahun 1998, krisis ekonomi yang lebih dalam mengguncang negara kita, sehingga pertumbuhan ekonomi terkontraksi lebih dari 17 persen dan rupiah mengalami depresiasi sangat tajam,&amp;rdquo; kata Wapres.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wMi80LzE1MTM5Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Wapres pun mengungkapkan saat ini krisis juga sedang menghantam dunia  akibat pandemi Covid-19, tensi geopolitik akibat perang Ukraina dan  Rusia sehingga menyebabkan kenaikan-kenaikan harga pangan dan energi.
&amp;ldquo;Sekarang pun situasi ekonomi dunia juga sedang murung, pandemi  Covid-19 menghantam seluruh negara tanpa kecuali lalu disusul memanasnya  tensi geopolitik sehingga memicu kenaikan harga pangan dan energi, dan  hal ini masih ditambah lagi oleh masalah-masalah lainnya seperti  perubahan iklim,&amp;rdquo; kata Wapres.
Wapres mengatakan meskipun menciptakan keterbatasan dan kesulitan,  krisis biasanya juga ditandai adanya perubahan dan kebaruan. &amp;ldquo;Krisis  ekonomi di Indonesia di masa lalu melahirkan reformasi struktural,  melahirkan tata kelola pemerintahan, dan juga dorongan mendesain program  pembangunan yang lebih inklusif,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin bercerita kondisi krisis keuangan global pada 2008. Menurutnya, Indonesia telah berpengalaman mengarungi berbagai jenis krisis ekonomi juga kemelut sosial selama lebih dari 77 tahun merdeka.
Kata Wapres, jika menengok krisis di tahun 2008 menyebabkan pemerintah harus menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada saat itu.
BACA JUGA:Obrolan Jokowi dengan Zelensky dan Putin: Saya Belokkan Bahas Krisis Pangan Akhirnya Nyambung

&amp;ldquo;Menengok ke tahun 2008, sektor keuangan Global pernah kolaps yang dipicu oleh krisis ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa, serta lonjakan harga pangan dan energi. Akibatnya pemerintah saat itu harus menaikkan harga BBM dan inflasi dalam negeri meningkat hingga mencapai lebih dari 11%,&amp;rdquo; kata Wapres saat Peresmian Pembukaan Sidang Pleno XIX Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI), Rabu (7/9/2022).
BACA JUGA:Menkop Tak Mau Krisis Tunda Indonesia Jadi Negara Maju di 2045 

Wapres mengungkapkan krisis ekonomi juga mengguncang Indonesia pada tahun 1998. Bahkan, pada saat ini pertumbuhan ekonomi terkontraksi lebih dari 17% dan rupiah mengalami depresiasi sangat tajam.
&amp;ldquo;Ditarik lebih jauh ke belakang lagi itu pada tahun 1998, krisis ekonomi yang lebih dalam mengguncang negara kita, sehingga pertumbuhan ekonomi terkontraksi lebih dari 17 persen dan rupiah mengalami depresiasi sangat tajam,&amp;rdquo; kata Wapres.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wMi80LzE1MTM5Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Wapres pun mengungkapkan saat ini krisis juga sedang menghantam dunia  akibat pandemi Covid-19, tensi geopolitik akibat perang Ukraina dan  Rusia sehingga menyebabkan kenaikan-kenaikan harga pangan dan energi.
&amp;ldquo;Sekarang pun situasi ekonomi dunia juga sedang murung, pandemi  Covid-19 menghantam seluruh negara tanpa kecuali lalu disusul memanasnya  tensi geopolitik sehingga memicu kenaikan harga pangan dan energi, dan  hal ini masih ditambah lagi oleh masalah-masalah lainnya seperti  perubahan iklim,&amp;rdquo; kata Wapres.
Wapres mengatakan meskipun menciptakan keterbatasan dan kesulitan,  krisis biasanya juga ditandai adanya perubahan dan kebaruan. &amp;ldquo;Krisis  ekonomi di Indonesia di masa lalu melahirkan reformasi struktural,  melahirkan tata kelola pemerintahan, dan juga dorongan mendesain program  pembangunan yang lebih inklusif,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
