<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sayembara Sri Mulyani: Hadiah Buat Pemda yang Bisa Turunkan Inflasi</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani membuat sayembara untuk Pemerintah Daerah (Pemda).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/320/2662542/sayembara-sri-mulyani-hadiah-buat-pemda-yang-bisa-turunkan-inflasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/320/2662542/sayembara-sri-mulyani-hadiah-buat-pemda-yang-bisa-turunkan-inflasi"/><item><title>Sayembara Sri Mulyani: Hadiah Buat Pemda yang Bisa Turunkan Inflasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/320/2662542/sayembara-sri-mulyani-hadiah-buat-pemda-yang-bisa-turunkan-inflasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/320/2662542/sayembara-sri-mulyani-hadiah-buat-pemda-yang-bisa-turunkan-inflasi</guid><pubDate>Rabu 07 September 2022 12:03 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/07/320/2662542/sayembara-sri-mulyani-hadiah-buat-pemda-yang-bisa-turunkan-inflasi-BiUIzrYYds.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Sayembara Sri Mulyani untuk Pemda (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/07/320/2662542/sayembara-sri-mulyani-hadiah-buat-pemda-yang-bisa-turunkan-inflasi-BiUIzrYYds.jpeg</image><title>Sayembara Sri Mulyani untuk Pemda (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani membuat sayembara untuk Pemerintah Daerah (Pemda). Dia menyiapkan penghargaan atau hadiah dalam bentuk Dana Insentif Daerah (DID) bagi daerah yang bisa menurunkan angka inflasinya menjadi lebih rendah dari inflasi nasional.
&amp;ldquo;Ada mekanisme untuk melihat bagaimana inflasi di daerah tersebut. Badan Pusat Statistik (BPS) akan menghitung dan nanti kami akan memberi penghargaan,&amp;rdquo; tutur Sri secara virtual di Jakarta, Rabu (7/9/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani Akui Rumit Buat Kebijakan di Tengah Perang hingga Melemahnya Ekonomi Dunia

Terlebih lagi, saat ini pemerintah yang ingin menurunkan angka inflasi dalam negeri, khususnya pada inflasi pangan yang sempat melonjak hingga 11,5% pada Juli 2022. Inflasi pangan yang tinggi tentunya kian menurunkan daya beli masyarakat dan justru menurunkan kesejahteraan masyarakat menengah ke bawah.
BACA JUGA:Sri Mulyani: Investasi PSN Capai Rp716,4 Triliun

&quot;Kalau tidak cepat ditangani, dampaknya juga bakal ke sektor sosial, politik, dan juga keamanan. Maka dari itu, saya harap setiap daerah bisa menurunkan inflasinya secara baik, dan juga bisa mengontrol inflasi tersebut agar berada di level yang aman. Caranya? Dengan memastikan ketersediaan bahan makanan, dan transportasi umum di daerah tersebut memadai,&quot; tutur Sri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wMi80LzE1MTM5Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia menyebutkan, gangguan pasokan pangan dan energi saat ini menjadi  permasalahan utama yang berpotensi mendorong inflasi makin meningkat,  bukan hanya di Indonesia saja, tapi hampir di seluruh dunia.
Maka dari itu, pihaknya terus mendorong pemerintah daerah agar turut  berkontribusi di daerahnya masing-masing dalam pengendalian pangan agar  harganya tetap stabil. Tak hanya itu, juga mendorong masyarakat agar  tidak bergantung pada energi serta beralih ke konsumsi energi  terbarukan.
&quot;Kita harus menjaga dari sumbernya, kalau pangan dari anggaran pangan  dinaikkan. Selain itu upaya Pemda untuk ikut berpartisipasi menjaga  harga pangan stabil dilakukan dan kita memberikan insentif,&amp;rdquo; pungkas  Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani membuat sayembara untuk Pemerintah Daerah (Pemda). Dia menyiapkan penghargaan atau hadiah dalam bentuk Dana Insentif Daerah (DID) bagi daerah yang bisa menurunkan angka inflasinya menjadi lebih rendah dari inflasi nasional.
&amp;ldquo;Ada mekanisme untuk melihat bagaimana inflasi di daerah tersebut. Badan Pusat Statistik (BPS) akan menghitung dan nanti kami akan memberi penghargaan,&amp;rdquo; tutur Sri secara virtual di Jakarta, Rabu (7/9/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani Akui Rumit Buat Kebijakan di Tengah Perang hingga Melemahnya Ekonomi Dunia

Terlebih lagi, saat ini pemerintah yang ingin menurunkan angka inflasi dalam negeri, khususnya pada inflasi pangan yang sempat melonjak hingga 11,5% pada Juli 2022. Inflasi pangan yang tinggi tentunya kian menurunkan daya beli masyarakat dan justru menurunkan kesejahteraan masyarakat menengah ke bawah.
BACA JUGA:Sri Mulyani: Investasi PSN Capai Rp716,4 Triliun

&quot;Kalau tidak cepat ditangani, dampaknya juga bakal ke sektor sosial, politik, dan juga keamanan. Maka dari itu, saya harap setiap daerah bisa menurunkan inflasinya secara baik, dan juga bisa mengontrol inflasi tersebut agar berada di level yang aman. Caranya? Dengan memastikan ketersediaan bahan makanan, dan transportasi umum di daerah tersebut memadai,&quot; tutur Sri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wMi80LzE1MTM5Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia menyebutkan, gangguan pasokan pangan dan energi saat ini menjadi  permasalahan utama yang berpotensi mendorong inflasi makin meningkat,  bukan hanya di Indonesia saja, tapi hampir di seluruh dunia.
Maka dari itu, pihaknya terus mendorong pemerintah daerah agar turut  berkontribusi di daerahnya masing-masing dalam pengendalian pangan agar  harganya tetap stabil. Tak hanya itu, juga mendorong masyarakat agar  tidak bergantung pada energi serta beralih ke konsumsi energi  terbarukan.
&quot;Kita harus menjaga dari sumbernya, kalau pangan dari anggaran pangan  dinaikkan. Selain itu upaya Pemda untuk ikut berpartisipasi menjaga  harga pangan stabil dilakukan dan kita memberikan insentif,&amp;rdquo; pungkas  Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
