<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bye Orang Kaya! Wapres: Subsidi untuk Masyarakat Rentan</title><description>Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin tegaskan subsidi harus diperuntukkan untuk kelompok masyarakat rentan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/320/2662673/bye-orang-kaya-wapres-subsidi-untuk-masyarakat-rentan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/320/2662673/bye-orang-kaya-wapres-subsidi-untuk-masyarakat-rentan"/><item><title>Bye Orang Kaya! Wapres: Subsidi untuk Masyarakat Rentan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/320/2662673/bye-orang-kaya-wapres-subsidi-untuk-masyarakat-rentan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/320/2662673/bye-orang-kaya-wapres-subsidi-untuk-masyarakat-rentan</guid><pubDate>Rabu 07 September 2022 14:08 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/07/320/2662673/bye-orang-kaya-wapres-subsidi-untuk-masyarakat-rentan-TMSy2PhtSH.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Wapres Maruf Amin. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/07/320/2662673/bye-orang-kaya-wapres-subsidi-untuk-masyarakat-rentan-TMSy2PhtSH.JPG</image><title>Wapres Maruf Amin. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin tegaskan subsidi harus diperuntukkan untuk kelompok masyarakat rentan.

Sehingga, anggaran negara yang dialokasikan akan efektif sesuai prioritas di tengah situasi krisis.

&amp;ldquo;Kebijakan mesti tepat guna dan fokus kepada sasaran misalnya subsidi diperuntukkan untuk kelompok masyarakat rentan, dan anggaran dialokasikan secara efektif sesuai prioritas,&amp;rdquo; ujar Wapres saat Peresmian Pembukaan Sidang Pleno XIX Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI), Rabu (7/9/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Wapres Cerita Krisis Keuangan Global 2008: Harga BBM Naik dan Inflasi Lebih dari 11%
Pada kesempatan itu, Wapres juga mengungkapkan agar dilakukan percepatan inovasi dan digitalisasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.

Sehingga, akan meningkatkan kemajuan dan mengurangi ketimpangan di masyarakat.

&amp;ldquo;Pandemi melahirkan cara kerja baru dan inovasi serta mempercepat transformasi digital. Sudah semestinya inovasi dan digitalisasi menjangkau semua kelompok masyarakat agar dapat menjadi medium kemajuan dan pertumbuhan, bukannya malah menyuburkan ketimpangan,&amp;rdquo; bebernya.
Wapres juga mendorong pemerataan dan keadilan ekonomi melalui beberapa upaya yang telah dilakukan diantaranya dengan mempromosikan bangun usaha koperasi, membatasi penguasa atau memperluas akses modal bagi pelaku UMKM, optimalisasi BUMN dan industrialisasi pedesaan yang berbasis sumber daya lokal.

Sementara itu, Wapres meminta agar pertumbuhan ekonomi tidak boleh berpunggungan dengan pemerataan kesejahteraan.

Infrastruktur ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan teknologi mesti diselenggarakan secara serius ke seluruh sudut negeri.

&amp;ldquo;Hanya bila pertumbuhan ekonomi menyentuh semua lapisan, bukan hanya dinikmati oleh segelintir orang, perekonomian akan terbang tinggi. Inilah jihad ekonomi bangsa,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin tegaskan subsidi harus diperuntukkan untuk kelompok masyarakat rentan.

Sehingga, anggaran negara yang dialokasikan akan efektif sesuai prioritas di tengah situasi krisis.

&amp;ldquo;Kebijakan mesti tepat guna dan fokus kepada sasaran misalnya subsidi diperuntukkan untuk kelompok masyarakat rentan, dan anggaran dialokasikan secara efektif sesuai prioritas,&amp;rdquo; ujar Wapres saat Peresmian Pembukaan Sidang Pleno XIX Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI), Rabu (7/9/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Wapres Cerita Krisis Keuangan Global 2008: Harga BBM Naik dan Inflasi Lebih dari 11%
Pada kesempatan itu, Wapres juga mengungkapkan agar dilakukan percepatan inovasi dan digitalisasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.

Sehingga, akan meningkatkan kemajuan dan mengurangi ketimpangan di masyarakat.

&amp;ldquo;Pandemi melahirkan cara kerja baru dan inovasi serta mempercepat transformasi digital. Sudah semestinya inovasi dan digitalisasi menjangkau semua kelompok masyarakat agar dapat menjadi medium kemajuan dan pertumbuhan, bukannya malah menyuburkan ketimpangan,&amp;rdquo; bebernya.
Wapres juga mendorong pemerataan dan keadilan ekonomi melalui beberapa upaya yang telah dilakukan diantaranya dengan mempromosikan bangun usaha koperasi, membatasi penguasa atau memperluas akses modal bagi pelaku UMKM, optimalisasi BUMN dan industrialisasi pedesaan yang berbasis sumber daya lokal.

Sementara itu, Wapres meminta agar pertumbuhan ekonomi tidak boleh berpunggungan dengan pemerataan kesejahteraan.

Infrastruktur ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan teknologi mesti diselenggarakan secara serius ke seluruh sudut negeri.

&amp;ldquo;Hanya bila pertumbuhan ekonomi menyentuh semua lapisan, bukan hanya dinikmati oleh segelintir orang, perekonomian akan terbang tinggi. Inilah jihad ekonomi bangsa,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
