<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bisnis Tol BUMN, Erick Thohir: Bukan Investasi Mangkrak</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir memastikan bisnis jalan tol milik perusahaan pelat merah bukanlah investasi mangkrak.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/320/2662692/bisnis-tol-bumn-erick-thohir-bukan-investasi-mangkrak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/320/2662692/bisnis-tol-bumn-erick-thohir-bukan-investasi-mangkrak"/><item><title>Bisnis Tol BUMN, Erick Thohir: Bukan Investasi Mangkrak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/320/2662692/bisnis-tol-bumn-erick-thohir-bukan-investasi-mangkrak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/320/2662692/bisnis-tol-bumn-erick-thohir-bukan-investasi-mangkrak</guid><pubDate>Rabu 07 September 2022 14:32 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/07/320/2662692/bisnis-tol-bumn-erick-thohir-bukan-investasi-mangkrak-ybNE61dxbL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Kementerian BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/07/320/2662692/bisnis-tol-bumn-erick-thohir-bukan-investasi-mangkrak-ybNE61dxbL.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Kementerian BUMN)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan bisnis jalan tol milik perusahaan pelat merah bukanlah investasi mangkrak.

Erick menilai investasi di sektor infrastruktur, khususnya jalan tol, membutuhkan waktu 7-8 tahun untuk bisa memperoleh untung atau balik modal.

Selain itu, investasi di sektor ini juga butuh proses recovery atau pemulihan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Erick Thohir Sebut Balik Modal Proyek Tol BUMN Butuh 8 Tahun
&quot;Kita sudah bisa membuktikan bahwa investasi infrastruktur memang investasi yang perlu recovery, jadi bukan istilahnya yang selalu dipersepsikan investasi jalan tol yang mangkrak,&quot; ujar Erick, Rabu (7/9/2022).

Investasi jalan tol, lanjut Erick, juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Lantaran keberadaan infrastruktur tersebut bisa menyerap tenaga kerja baru.
Saat ini PT Waskita Karya Tbk, melalui anak usahanya PT Waskita Toll Road (WTR) dan Indonesia Investment Authority (INA) resmi menyelesaikan penyelesaian transaksi investasi terkait Ruas Tol Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang.

Kerja sama dan kesepakatan pencairan dana dari INA, melalui anak perusahaan yang sepenuhnya milik lembaga pengelola investasi Indonesia itu, yaitu PT Rafflesia Investasi Indonesia (RII) dan PT Abhinaya Investasi Indonesia (AII) diyakini membuat arus kas Waskita Karya semakin kuat untuk pengembangan proyek-proyek lanjutan.

&quot;Dalam kondisi apapun, pembangunan infrastruktur harus terus berjalan. Dengan skema ini, kita membuktikan bahwa infrastruktur bisa dibangun dengan investasi, dan yang terpenting, tanpa utang. Jadi dari sisi posisi di neraca pun lebih baik, tidak menjadi beban perusahaan yang mendapat penugasan, seperti Waskita Karya group,&quot; jelasnya.

Di tengah krisis global yang berpengaruh pada nilai tukar mata uang antar negara, lanjut Erick, pembangunan infrastruktur idealnya memang menggunakan dana investasi, dan tidak dari pinjaman.

Dia mengapresiasi keterlibatan banyak pihak yang berkolaborasi dan bersinergi untuk mendukung kapasitas dana, sehingga investasi INA berjalan maksimal dalam mempercepat infrastruktur jalan tol di tanah air.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan bisnis jalan tol milik perusahaan pelat merah bukanlah investasi mangkrak.

Erick menilai investasi di sektor infrastruktur, khususnya jalan tol, membutuhkan waktu 7-8 tahun untuk bisa memperoleh untung atau balik modal.

Selain itu, investasi di sektor ini juga butuh proses recovery atau pemulihan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Erick Thohir Sebut Balik Modal Proyek Tol BUMN Butuh 8 Tahun
&quot;Kita sudah bisa membuktikan bahwa investasi infrastruktur memang investasi yang perlu recovery, jadi bukan istilahnya yang selalu dipersepsikan investasi jalan tol yang mangkrak,&quot; ujar Erick, Rabu (7/9/2022).

Investasi jalan tol, lanjut Erick, juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Lantaran keberadaan infrastruktur tersebut bisa menyerap tenaga kerja baru.
Saat ini PT Waskita Karya Tbk, melalui anak usahanya PT Waskita Toll Road (WTR) dan Indonesia Investment Authority (INA) resmi menyelesaikan penyelesaian transaksi investasi terkait Ruas Tol Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang.

Kerja sama dan kesepakatan pencairan dana dari INA, melalui anak perusahaan yang sepenuhnya milik lembaga pengelola investasi Indonesia itu, yaitu PT Rafflesia Investasi Indonesia (RII) dan PT Abhinaya Investasi Indonesia (AII) diyakini membuat arus kas Waskita Karya semakin kuat untuk pengembangan proyek-proyek lanjutan.

&quot;Dalam kondisi apapun, pembangunan infrastruktur harus terus berjalan. Dengan skema ini, kita membuktikan bahwa infrastruktur bisa dibangun dengan investasi, dan yang terpenting, tanpa utang. Jadi dari sisi posisi di neraca pun lebih baik, tidak menjadi beban perusahaan yang mendapat penugasan, seperti Waskita Karya group,&quot; jelasnya.

Di tengah krisis global yang berpengaruh pada nilai tukar mata uang antar negara, lanjut Erick, pembangunan infrastruktur idealnya memang menggunakan dana investasi, dan tidak dari pinjaman.

Dia mengapresiasi keterlibatan banyak pihak yang berkolaborasi dan bersinergi untuk mendukung kapasitas dana, sehingga investasi INA berjalan maksimal dalam mempercepat infrastruktur jalan tol di tanah air.</content:encoded></item></channel></rss>
