<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terungkap! Ini Penyebab Harga BBM Malaysia Lebih Murah dari Indonesia</title><description>Terungkap ini penyebab harga BBM di Malaysia lebih murah dari Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/320/2662909/terungkap-ini-penyebab-harga-bbm-malaysia-lebih-murah-dari-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/320/2662909/terungkap-ini-penyebab-harga-bbm-malaysia-lebih-murah-dari-indonesia"/><item><title>Terungkap! Ini Penyebab Harga BBM Malaysia Lebih Murah dari Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/320/2662909/terungkap-ini-penyebab-harga-bbm-malaysia-lebih-murah-dari-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/07/320/2662909/terungkap-ini-penyebab-harga-bbm-malaysia-lebih-murah-dari-indonesia</guid><pubDate>Rabu 07 September 2022 18:11 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/07/320/2662909/terungkap-ini-penyebab-harga-bbm-malaysia-lebih-murah-dari-indonesia-sQKnyOTStf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penyebab harga BBM di Malaysia lebih murah dibandingkan Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/07/320/2662909/terungkap-ini-penyebab-harga-bbm-malaysia-lebih-murah-dari-indonesia-sQKnyOTStf.jpg</image><title>Penyebab harga BBM di Malaysia lebih murah dibandingkan Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Terungkap ini penyebab harga BBM di Malaysia lebih murah dari Indonesia. Ada beberapa hal yang membuat harga BBM di Malaysia lebih murah dibandingkan Indonesia.
Pertama adalah perbedaan komponen pembentuk harga di kedua negara. Harga BBM di Malaysia tidak berubah meskipun ada kenaikan harga minyak dunia. Hal ini karena penerapan subsidi besar-besaran yang diterapkan Pemerintah Malaysia.
BACA JUGA:Erick Thohir Pantau Stok dan Upaya Antisipasi Kebocoran BBM

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga (PPN) Subholding Commercial and Trading Pertamina Irto Ginting mengatakan besarnya subsidi yang digelontorkan Malaysia tidak bisa menyamai subsidi yang sudah diberikan Pemerintah Indonesia.
&quot;Subsidi mereka (Malaysia) sebenarnya besar, tapi kalau dibandingkan seluruh subsidi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia, itu jauh lebih besar,&quot; ungkap Irto, Rabu (7/9/2022).
BACA JUGA:Erick Thohir ke Kantor Pertamina Cek Kuota BBM Subsidi, Aman Pak?

Faktanya, Harga Jual Eceran (HJE) di Malaysia lebih murah. Selain itu produk yang dijual juga adalah BBM yang lebih ramah lingkungan.
Penetapan harga eceran produk minyak bumi, baik bensin maupun solar di Malaysia yang telah berlaku sejak 1983 ditetapkan berdasarkan biaya operasional, margin untuk distributor produk minyak bumi, komisi untuk pemilik SPBU, pajak penjualan dan subsidi. Dengan komponen pemberian subsidi dan pengecualian pajak penjualan membuat harga BBM di Malaysia menjadi yang termurah dibanding negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wNy8xLzE1MjkyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selain itu, ada fakta lain yang membuat tidak bisa membandingkan  harga BBM di Malaysia dengan di Indonesia secara apple to apple.
Pertama, Malaysia adalah negara pengekspor (Net Eksportir) minyak  sementara Indonesia pengimpor (Net Importir). Kedua, jumlah penduduk  Malaysia 32 juta jiwa. Ini jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah  penduduk Indonesia yang mencapai 260 juta jiwa.
Dari sisi populasi kendaraan, di Malaysia ada 33 juta kendaraan,  sedangkan di Indonesia jumlah kendaraannya lebih dari empat kali  lipatnya, yaitu sebanyak 145 juta kendaraan.
Terakhir adalah terkait luas dan kompleksitas pendistribusian di  Malaysia yang jauh lebih sederhana dibanding Indonesia. Seperti  diketahui Malaysia hanya daratan sementara Indonesia negara kepulauan  sehingga ragam moda transportasi yang digunakan untuk distribusi  otomatis menambah komponen biaya.Sementara itu, Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi   Notonegoro mengungkapkan, Malaysia juga memberikan subsidi bahan bakar   dan harga BBM tidak mengikuti skema pasar. Hanya saja tujuan pemberian   subsidinya berbeda dengan skema pemberian subsidi yang ada di Indonesia.
&quot;Fokus Malaysia dengan kita (Indonesia) berbeda. Mereka fokus   pertumbuhan sehingga memberikan subsidi yang besar,&quot; ungkap Komaidi.
Menurut dia, informasi yang beredar di masyarakat terkait harga BBM   di Malaysia yang lebih murah dibandingkan di tanah air harus bisa   dijelaskan secara gamblang juga oleh pemerintah maupun Pertamina. Dengan   begitu, isu yang berkembang di masyarakat tidak menjadi bola liar dan   memperkeruh suasana.
&quot;Kalau ada yang menyampaikan bahwa Malaysia tidak ada subsidi mungkin   belum mendapat info lengkap. Semestinya hal-hal semacam ini dengan   sederhana dijelaskan oleh pemerintah atau Pertamina,&quot; kata Komaidi.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Terungkap ini penyebab harga BBM di Malaysia lebih murah dari Indonesia. Ada beberapa hal yang membuat harga BBM di Malaysia lebih murah dibandingkan Indonesia.
Pertama adalah perbedaan komponen pembentuk harga di kedua negara. Harga BBM di Malaysia tidak berubah meskipun ada kenaikan harga minyak dunia. Hal ini karena penerapan subsidi besar-besaran yang diterapkan Pemerintah Malaysia.
BACA JUGA:Erick Thohir Pantau Stok dan Upaya Antisipasi Kebocoran BBM

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga (PPN) Subholding Commercial and Trading Pertamina Irto Ginting mengatakan besarnya subsidi yang digelontorkan Malaysia tidak bisa menyamai subsidi yang sudah diberikan Pemerintah Indonesia.
&quot;Subsidi mereka (Malaysia) sebenarnya besar, tapi kalau dibandingkan seluruh subsidi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia, itu jauh lebih besar,&quot; ungkap Irto, Rabu (7/9/2022).
BACA JUGA:Erick Thohir ke Kantor Pertamina Cek Kuota BBM Subsidi, Aman Pak?

Faktanya, Harga Jual Eceran (HJE) di Malaysia lebih murah. Selain itu produk yang dijual juga adalah BBM yang lebih ramah lingkungan.
Penetapan harga eceran produk minyak bumi, baik bensin maupun solar di Malaysia yang telah berlaku sejak 1983 ditetapkan berdasarkan biaya operasional, margin untuk distributor produk minyak bumi, komisi untuk pemilik SPBU, pajak penjualan dan subsidi. Dengan komponen pemberian subsidi dan pengecualian pajak penjualan membuat harga BBM di Malaysia menjadi yang termurah dibanding negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wNy8xLzE1MjkyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selain itu, ada fakta lain yang membuat tidak bisa membandingkan  harga BBM di Malaysia dengan di Indonesia secara apple to apple.
Pertama, Malaysia adalah negara pengekspor (Net Eksportir) minyak  sementara Indonesia pengimpor (Net Importir). Kedua, jumlah penduduk  Malaysia 32 juta jiwa. Ini jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah  penduduk Indonesia yang mencapai 260 juta jiwa.
Dari sisi populasi kendaraan, di Malaysia ada 33 juta kendaraan,  sedangkan di Indonesia jumlah kendaraannya lebih dari empat kali  lipatnya, yaitu sebanyak 145 juta kendaraan.
Terakhir adalah terkait luas dan kompleksitas pendistribusian di  Malaysia yang jauh lebih sederhana dibanding Indonesia. Seperti  diketahui Malaysia hanya daratan sementara Indonesia negara kepulauan  sehingga ragam moda transportasi yang digunakan untuk distribusi  otomatis menambah komponen biaya.Sementara itu, Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi   Notonegoro mengungkapkan, Malaysia juga memberikan subsidi bahan bakar   dan harga BBM tidak mengikuti skema pasar. Hanya saja tujuan pemberian   subsidinya berbeda dengan skema pemberian subsidi yang ada di Indonesia.
&quot;Fokus Malaysia dengan kita (Indonesia) berbeda. Mereka fokus   pertumbuhan sehingga memberikan subsidi yang besar,&quot; ungkap Komaidi.
Menurut dia, informasi yang beredar di masyarakat terkait harga BBM   di Malaysia yang lebih murah dibandingkan di tanah air harus bisa   dijelaskan secara gamblang juga oleh pemerintah maupun Pertamina. Dengan   begitu, isu yang berkembang di masyarakat tidak menjadi bola liar dan   memperkeruh suasana.
&quot;Kalau ada yang menyampaikan bahwa Malaysia tidak ada subsidi mungkin   belum mendapat info lengkap. Semestinya hal-hal semacam ini dengan   sederhana dijelaskan oleh pemerintah atau Pertamina,&quot; kata Komaidi.</content:encoded></item></channel></rss>
