<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Anjlok 5% ke Level Terendah Sejak Januari</title><description>Harga minyak dunia anjlok pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).  Harga minyak dunia anjlok ke level terendah sejak Januari.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/08/320/2663147/harga-minyak-dunia-anjlok-5-ke-level-terendah-sejak-januari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/08/320/2663147/harga-minyak-dunia-anjlok-5-ke-level-terendah-sejak-januari"/><item><title>Harga Minyak Dunia Anjlok 5% ke Level Terendah Sejak Januari</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/08/320/2663147/harga-minyak-dunia-anjlok-5-ke-level-terendah-sejak-januari</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/08/320/2663147/harga-minyak-dunia-anjlok-5-ke-level-terendah-sejak-januari</guid><pubDate>Kamis 08 September 2022 07:49 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/08/320/2663147/harga-minyak-dunia-anjlok-5-ke-level-terendah-sejak-januari-AOjIlakZ24.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia turun (Foto: Ilustrasi Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/08/320/2663147/harga-minyak-dunia-anjlok-5-ke-level-terendah-sejak-januari-AOjIlakZ24.jpg</image><title>Harga minyak dunia turun (Foto: Ilustrasi Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia anjlok pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga minyak dunia anjlok ke level terendah sejak Januari.
Harga minyak merosot di bawah level yang terlihat sebelum invasi Rusia ke Ukraina karena data perdagangan China yang suram dan meningkatnya kekhawatiran resesi ekonomi global akan merugikan permintaan bahan bakar.
BACA JUGA:Harga Minyak Sulit Diprediksi karena Jadi Instrumen Perang 

Minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober anjlok USD4,94 atau 5,7%, menjadi menetap di USD81,94 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November tergelincir USD4,83 atau 5,2%, menjadi ditutup di USD88 per barel di London ICE Futures Exchange, demikian dilansir dari Antara, Kamis (8/9/2022).
Baik kontrak acuan minyak mentah WTI AS maupun minyak mentah global Brent menetap di level terendah sejak Januari, menurut Dow Jones Market Data.
BACA JUGA:Ngeri! Sri Mulyani Sebut Resesi Global Bikin Harga Minyak Dunia Meroket

Kemunduran terjadi karena pedagang semakin takut bahwa pengetatan kebijakan agresif oleh bank-bank sentral utama untuk mengekang inflasi yang memanas akan menyebabkan resesi global sehingga mengurangi permintaan energi.
&quot;Saat ini pasar mendasarkan kekhawatirannya tentang apa yang akan terjadi karena harga energi yang meningkat tajam di Eropa, permintaan yang melambat di Eropa, dan kenaikan suku bunga,&quot; kata Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wNy80LzE1Mjk1OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Bank Sentral Eropa (ECB) secara luas diperkirakan akan menyetujui  kenaikan suku bunga besar ketika bertemu pada Kamis waktu setempat.  Sementara itu, data ekonomi AS baru-baru ini memperkuat ekspektasi bahwa  Federal Reserve akan tetap hawkish.
Bank Sentral Kanada (BOC) menaikkan suku bunga sebesar tiga perempat  poin%tase ke level tertinggi 14 tahun pada Rabu (7/9), seperti yang  diperkirakan dan mengatakan tingkat kebijakan perlu naik lebih tinggi  karena memerangi inflasi yang mengamuk.
Data ekonomi China yang lemah dan kebijakan nol-COVID yang ketat  menambah kekhawatiran permintaan. Impor minyak mentah negara tersebut  jatuh 9,4% pada Agustus dari tahun sebelumnya, data bea cukai  menunjukkan.
Harga minyak mendapat beberapa dukungan dari Presiden Rusia Vladimir  Putin yang akan menghentikan ekspor minyak dan gas negara itu jika  batasan harga diberlakukan oleh negara-negara Barat.
Investor juga melihat data stok minyak mentah AS ketika Badan  Informasi Energi akan merilis laporan status minyak mingguannya pada  Kamis waktu setempat. Para analis yang disurvei oleh S&amp;amp;P Global  Commodity Insights memperkirakan persediaan minyak mentah AS menunjukkan  penurunan 1,8 juta barel untuk pekan yang berakhir 2 September.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia anjlok pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga minyak dunia anjlok ke level terendah sejak Januari.
Harga minyak merosot di bawah level yang terlihat sebelum invasi Rusia ke Ukraina karena data perdagangan China yang suram dan meningkatnya kekhawatiran resesi ekonomi global akan merugikan permintaan bahan bakar.
BACA JUGA:Harga Minyak Sulit Diprediksi karena Jadi Instrumen Perang 

Minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober anjlok USD4,94 atau 5,7%, menjadi menetap di USD81,94 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November tergelincir USD4,83 atau 5,2%, menjadi ditutup di USD88 per barel di London ICE Futures Exchange, demikian dilansir dari Antara, Kamis (8/9/2022).
Baik kontrak acuan minyak mentah WTI AS maupun minyak mentah global Brent menetap di level terendah sejak Januari, menurut Dow Jones Market Data.
BACA JUGA:Ngeri! Sri Mulyani Sebut Resesi Global Bikin Harga Minyak Dunia Meroket

Kemunduran terjadi karena pedagang semakin takut bahwa pengetatan kebijakan agresif oleh bank-bank sentral utama untuk mengekang inflasi yang memanas akan menyebabkan resesi global sehingga mengurangi permintaan energi.
&quot;Saat ini pasar mendasarkan kekhawatirannya tentang apa yang akan terjadi karena harga energi yang meningkat tajam di Eropa, permintaan yang melambat di Eropa, dan kenaikan suku bunga,&quot; kata Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wNy80LzE1Mjk1OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Bank Sentral Eropa (ECB) secara luas diperkirakan akan menyetujui  kenaikan suku bunga besar ketika bertemu pada Kamis waktu setempat.  Sementara itu, data ekonomi AS baru-baru ini memperkuat ekspektasi bahwa  Federal Reserve akan tetap hawkish.
Bank Sentral Kanada (BOC) menaikkan suku bunga sebesar tiga perempat  poin%tase ke level tertinggi 14 tahun pada Rabu (7/9), seperti yang  diperkirakan dan mengatakan tingkat kebijakan perlu naik lebih tinggi  karena memerangi inflasi yang mengamuk.
Data ekonomi China yang lemah dan kebijakan nol-COVID yang ketat  menambah kekhawatiran permintaan. Impor minyak mentah negara tersebut  jatuh 9,4% pada Agustus dari tahun sebelumnya, data bea cukai  menunjukkan.
Harga minyak mendapat beberapa dukungan dari Presiden Rusia Vladimir  Putin yang akan menghentikan ekspor minyak dan gas negara itu jika  batasan harga diberlakukan oleh negara-negara Barat.
Investor juga melihat data stok minyak mentah AS ketika Badan  Informasi Energi akan merilis laporan status minyak mingguannya pada  Kamis waktu setempat. Para analis yang disurvei oleh S&amp;amp;P Global  Commodity Insights memperkirakan persediaan minyak mentah AS menunjukkan  penurunan 1,8 juta barel untuk pekan yang berakhir 2 September.</content:encoded></item></channel></rss>
