<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Luhut: Australia Harus Izin dan Bayar Kalau Mau Pasang Kabel Laut</title><description>Australia harus izin dan bayar jika ingin memasang kabel laut di Singapura melewati Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/08/320/2663185/menko-luhut-australia-harus-izin-dan-bayar-kalau-mau-pasang-kabel-laut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/08/320/2663185/menko-luhut-australia-harus-izin-dan-bayar-kalau-mau-pasang-kabel-laut"/><item><title>Menko Luhut: Australia Harus Izin dan Bayar Kalau Mau Pasang Kabel Laut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/08/320/2663185/menko-luhut-australia-harus-izin-dan-bayar-kalau-mau-pasang-kabel-laut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/08/320/2663185/menko-luhut-australia-harus-izin-dan-bayar-kalau-mau-pasang-kabel-laut</guid><pubDate>Kamis 08 September 2022 09:10 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/08/320/2663185/menko-luhut-australia-harus-izin-dan-bayar-kalau-mau-pasang-kabel-laut-O2rzZznbIJ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Australia harus izin dan bayar jika pasang kabel laut melewati Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/08/320/2663185/menko-luhut-australia-harus-izin-dan-bayar-kalau-mau-pasang-kabel-laut-O2rzZznbIJ.jpeg</image><title>Australia harus izin dan bayar jika pasang kabel laut melewati Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA -  Australia harus izin dan bayar jika ingin memasang kabel laut di Singapura melewati Indonesia. Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan Indonesia adalah negara yang besar dan berdaulat.
&amp;ldquo;Terkait dengan rencana pemasangan kabel laut dari Australia ke Singapura, saya sudah bilang ke pihak Australia kalau mereka harus meminta izin dan bayar. Kita ini negara berdaulat, kita tunjukkan kita hebat,&amp;rdquo; kata Luhut, dikutip Kamis (8/9/2022).
BACA JUGA:Pesan Luhut ke Startup: Pemerintah Komit Dukung Ekonomi Digital

Dia juga mengatakan bahwa pemerintah saat ini meningkatkan hilirisasi dan digitalisasi produksi dalam negeri ke dalam e-catalog. Hal itu diungkapkannya pada Focus Group Discussion  (FGD) bertajuk 'Prospek Investasi Kabel Bawah Laut di Indonesia: Berbagai Sumber Daya Untuk Pembangunan Berkelanjutan'.
BACA JUGA:Jokowi Naikkan Harga BBM, Menko Luhut Beri Pujian: Sangat Hebat!

&amp;ldquo;Seperti kabel bawah laut ini, kalau bisa kita produksi dalam negeri, kita buat semua, lalu dimasukkan dalam e-katalog, sehingga menjadi efisiensi dan menurunkan korupsi,&amp;rdquo; kata Menko Luhut.
Sepakat dengan pernyataan Menko Luhut, Ketua Umum Asosiasi Sistem Komunikasi Kabel Bawah Laut Seluruh Indonesia, Akhmad Ludfy menyampaikan bahwa industri sistem informasi kabel bawah laut masih menggunakan sumber daya dari luar negeri.Terkait pemasangan kabel bawah laut, Sekretaris Jenderal Asosiasi  Sistem Komunikasi Kabel Bawah Laut Seluruh Indonesia, Amri Chatib  menyampaikan,
&amp;ldquo;Market size industry kabel bawah laut ini cukup bagus. Walau pun  dalam kondisi covid, ekonomi masih bergeliat di angka sekitar 150 juta  dolar,&amp;rdquo; ungkapnya.
Selanjutnya Ketua Umum Asosiasi Pabrik Kabel Listrik Indonesia, Noval  Jamalulail mengungkapkan total kapasitas kabel Indonesia saat ini telah  mampu memproduksi semua jenis kabel serat optik nasional.
&amp;ldquo;Industri kabel serat optik dalam negeri telah mampu dan siap  mendukung pemerintah dalam pembangunan jaringan telekomunikasi nasional  dan yang terpenting itu tidak impor,&amp;rdquo; ucapnya.
Pada kesempatan tersebut Menko Luhut menyampaikan bahwa pemerintah  menjalankan hilirisasi, contoh yang sedang berjalan adalah industri  turunan nikel ore yang memiliki pertumbuhan besar.
&amp;ldquo;Saat ini kami menyusun peta jalan untuk hilirisasi nikel ore, tin,  bauksit, dan kelapa sawit. Kita berdayakan downstream industry. Kalau  semua berjalan baik, target kami tahun 2030 pendapatan per kapita dapat  mencapai sekitar 10 ribu dolar,&amp;rdquo; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA -  Australia harus izin dan bayar jika ingin memasang kabel laut di Singapura melewati Indonesia. Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan Indonesia adalah negara yang besar dan berdaulat.
&amp;ldquo;Terkait dengan rencana pemasangan kabel laut dari Australia ke Singapura, saya sudah bilang ke pihak Australia kalau mereka harus meminta izin dan bayar. Kita ini negara berdaulat, kita tunjukkan kita hebat,&amp;rdquo; kata Luhut, dikutip Kamis (8/9/2022).
BACA JUGA:Pesan Luhut ke Startup: Pemerintah Komit Dukung Ekonomi Digital

Dia juga mengatakan bahwa pemerintah saat ini meningkatkan hilirisasi dan digitalisasi produksi dalam negeri ke dalam e-catalog. Hal itu diungkapkannya pada Focus Group Discussion  (FGD) bertajuk 'Prospek Investasi Kabel Bawah Laut di Indonesia: Berbagai Sumber Daya Untuk Pembangunan Berkelanjutan'.
BACA JUGA:Jokowi Naikkan Harga BBM, Menko Luhut Beri Pujian: Sangat Hebat!

&amp;ldquo;Seperti kabel bawah laut ini, kalau bisa kita produksi dalam negeri, kita buat semua, lalu dimasukkan dalam e-katalog, sehingga menjadi efisiensi dan menurunkan korupsi,&amp;rdquo; kata Menko Luhut.
Sepakat dengan pernyataan Menko Luhut, Ketua Umum Asosiasi Sistem Komunikasi Kabel Bawah Laut Seluruh Indonesia, Akhmad Ludfy menyampaikan bahwa industri sistem informasi kabel bawah laut masih menggunakan sumber daya dari luar negeri.Terkait pemasangan kabel bawah laut, Sekretaris Jenderal Asosiasi  Sistem Komunikasi Kabel Bawah Laut Seluruh Indonesia, Amri Chatib  menyampaikan,
&amp;ldquo;Market size industry kabel bawah laut ini cukup bagus. Walau pun  dalam kondisi covid, ekonomi masih bergeliat di angka sekitar 150 juta  dolar,&amp;rdquo; ungkapnya.
Selanjutnya Ketua Umum Asosiasi Pabrik Kabel Listrik Indonesia, Noval  Jamalulail mengungkapkan total kapasitas kabel Indonesia saat ini telah  mampu memproduksi semua jenis kabel serat optik nasional.
&amp;ldquo;Industri kabel serat optik dalam negeri telah mampu dan siap  mendukung pemerintah dalam pembangunan jaringan telekomunikasi nasional  dan yang terpenting itu tidak impor,&amp;rdquo; ucapnya.
Pada kesempatan tersebut Menko Luhut menyampaikan bahwa pemerintah  menjalankan hilirisasi, contoh yang sedang berjalan adalah industri  turunan nikel ore yang memiliki pertumbuhan besar.
&amp;ldquo;Saat ini kami menyusun peta jalan untuk hilirisasi nikel ore, tin,  bauksit, dan kelapa sawit. Kita berdayakan downstream industry. Kalau  semua berjalan baik, target kami tahun 2030 pendapatan per kapita dapat  mencapai sekitar 10 ribu dolar,&amp;rdquo; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
