<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres Sebut BLT BBM agar Kemiskinan Ekstrem Tak Melonjak</title><description>Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin mengatakan pemberian BLT BBM menjadi cara  pemerintah untuk menjaga angka kemiskinan ekstrem supaya tidak melonjak</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/08/320/2663208/wapres-sebut-blt-bbm-agar-kemiskinan-ekstrem-tak-melonjak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/08/320/2663208/wapres-sebut-blt-bbm-agar-kemiskinan-ekstrem-tak-melonjak"/><item><title>Wapres Sebut BLT BBM agar Kemiskinan Ekstrem Tak Melonjak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/08/320/2663208/wapres-sebut-blt-bbm-agar-kemiskinan-ekstrem-tak-melonjak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/08/320/2663208/wapres-sebut-blt-bbm-agar-kemiskinan-ekstrem-tak-melonjak</guid><pubDate>Kamis 08 September 2022 09:42 WIB</pubDate><dc:creator>Rizky Fauzan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/08/320/2663208/wapres-sebut-blt-bbm-agar-kemiskinan-ekstrem-tak-melonjak-GKNr8fHG1P.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BLT BBM agar kemiskinan tidak meningkat (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/08/320/2663208/wapres-sebut-blt-bbm-agar-kemiskinan-ekstrem-tak-melonjak-GKNr8fHG1P.jpg</image><title>BLT BBM agar kemiskinan tidak meningkat (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah mulai menyalurkan BLT BBM kepada masyarakat. Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin mengatakan pemberian BLT BBM menjadi cara pemerintah untuk menjaga angka kemiskinan ekstrem supaya tidak melonjak.
Ma'aruf mengatakan, pemerintah hingga kini tetap fokus dalam mencapai target nol% untuk kemiskinan ekstrem pada 2024, setelah pada 2021 mencapai 4% berdasarkan data Badan Pusat Statistik.
BACA JUGA:Cara Lengkap Ajukan Diri sebagai Penerima BLT BBM, Simak! 

&quot;Adanya kebijakan pemerintah berupa kenaikan harga BBM, harus dipahami masyarakat sebagai cara untuk menata kembali pemberian subsidi,&quot; kata Ma'ruf setelah mengukuhkan Pengurus Daerah Masyarakat Ekonomi Syariah dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), Rabu (7/9/2022).
Selama ini, penyaluran subsidi BBM dinilai tidak tepat sasaran atau justru didapatkan oleh warga yang tak seharusnya menerima.
BACA JUGA:BLT BBM Cair, Wapres Bicara Kemiskinan

&amp;ldquo;Memberikan hak kepada orang yang berhak, ini yang sedang dilakukan pemerintah. Selama ini subsidi tidak sampai ke berhak, sehingga pemerintah memutuskan untuk mengambilnya dan menggantinya dengan bansos,&amp;rdquo; kata dia.
Wakil presiden tak menyangkal kebijakan tersebut berdampak pada kenaikan harga untuk sejumlah bahan kebutuhan pokok penting. Akan tetapi, Ma&amp;rsquo;ruf menjamin bahwa hal tersebut hanya bersifat sementara karena sejatinya bukan kenaikan harga tapi penyesuaian atau normalisasi harga keekonomian barang dan jasa.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wNS8xLzE1Mjg2OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia menjelaskan pemerintah harus menempuh kebijakan menaikkan harga  BBM karena Indonesia juga menerima dampak dari krisis energi yang  melanda dunia.
Namun, apakah pengaruhnya akan signifikan bagi angka kemiskinan  ekstrem nasional, menurut Wapres, hal itu harus dibuktikan berdasarkan  analisis yang dilakukan BPS.
Pada prinsipnya, pemerintah terus mengawal proses ini agar dampak negatif tidak terlalu besar bagi kehidupan ekonomi masyarakat.
Terkait adanya demonstrasi di sejumlah daerah yang menolak kenaikan  harga BBM, bagi Ma&amp;rsquo;ruf hal itu tidak menjadi masalah asalkan unjuk rasa  itu tidak dilakukan secara anarkis.
Sebagai negara demokrasi, setiap warga diberikan kebebasan untuk  menyampaikan pendapat asalkan tidak menimbulkan kekacauan dan kegaduhan,  serta harus sesuai dengan aturan UU yang berlaku, kata dia.Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) mulai   menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp600.000 per keluarga   sebagai bantalan atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertalite   dan Solar.
Bantuan akan diberikan untuk empat bulan, September hingga Desember   2022, masing-masing Rp150 ribu per bulan. Namun, mekanisme penyalurannya   dibagi dalam dua tahap.
Tahap pertama September ini Rp300 ribu dilanjutkan nanti pada tahap   keduanya pada Desember ini, senilai Rp300 ribu lagi. Sehingga total   bantuan per KPM sebesar Rp600 ribu.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah mulai menyalurkan BLT BBM kepada masyarakat. Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin mengatakan pemberian BLT BBM menjadi cara pemerintah untuk menjaga angka kemiskinan ekstrem supaya tidak melonjak.
Ma'aruf mengatakan, pemerintah hingga kini tetap fokus dalam mencapai target nol% untuk kemiskinan ekstrem pada 2024, setelah pada 2021 mencapai 4% berdasarkan data Badan Pusat Statistik.
BACA JUGA:Cara Lengkap Ajukan Diri sebagai Penerima BLT BBM, Simak! 

&quot;Adanya kebijakan pemerintah berupa kenaikan harga BBM, harus dipahami masyarakat sebagai cara untuk menata kembali pemberian subsidi,&quot; kata Ma'ruf setelah mengukuhkan Pengurus Daerah Masyarakat Ekonomi Syariah dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), Rabu (7/9/2022).
Selama ini, penyaluran subsidi BBM dinilai tidak tepat sasaran atau justru didapatkan oleh warga yang tak seharusnya menerima.
BACA JUGA:BLT BBM Cair, Wapres Bicara Kemiskinan

&amp;ldquo;Memberikan hak kepada orang yang berhak, ini yang sedang dilakukan pemerintah. Selama ini subsidi tidak sampai ke berhak, sehingga pemerintah memutuskan untuk mengambilnya dan menggantinya dengan bansos,&amp;rdquo; kata dia.
Wakil presiden tak menyangkal kebijakan tersebut berdampak pada kenaikan harga untuk sejumlah bahan kebutuhan pokok penting. Akan tetapi, Ma&amp;rsquo;ruf menjamin bahwa hal tersebut hanya bersifat sementara karena sejatinya bukan kenaikan harga tapi penyesuaian atau normalisasi harga keekonomian barang dan jasa.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wNS8xLzE1Mjg2OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia menjelaskan pemerintah harus menempuh kebijakan menaikkan harga  BBM karena Indonesia juga menerima dampak dari krisis energi yang  melanda dunia.
Namun, apakah pengaruhnya akan signifikan bagi angka kemiskinan  ekstrem nasional, menurut Wapres, hal itu harus dibuktikan berdasarkan  analisis yang dilakukan BPS.
Pada prinsipnya, pemerintah terus mengawal proses ini agar dampak negatif tidak terlalu besar bagi kehidupan ekonomi masyarakat.
Terkait adanya demonstrasi di sejumlah daerah yang menolak kenaikan  harga BBM, bagi Ma&amp;rsquo;ruf hal itu tidak menjadi masalah asalkan unjuk rasa  itu tidak dilakukan secara anarkis.
Sebagai negara demokrasi, setiap warga diberikan kebebasan untuk  menyampaikan pendapat asalkan tidak menimbulkan kekacauan dan kegaduhan,  serta harus sesuai dengan aturan UU yang berlaku, kata dia.Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) mulai   menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp600.000 per keluarga   sebagai bantalan atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertalite   dan Solar.
Bantuan akan diberikan untuk empat bulan, September hingga Desember   2022, masing-masing Rp150 ribu per bulan. Namun, mekanisme penyalurannya   dibagi dalam dua tahap.
Tahap pertama September ini Rp300 ribu dilanjutkan nanti pada tahap   keduanya pada Desember ini, senilai Rp300 ribu lagi. Sehingga total   bantuan per KPM sebesar Rp600 ribu.</content:encoded></item></channel></rss>
