<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga BBM Naik, Wapres: Subsidi untuk Orang yang Berhak</title><description>Kenaikan harga BBM menjadi momentum pemerintah menata ulang pemberian subsidi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/08/320/2663254/harga-bbm-naik-wapres-subsidi-untuk-orang-yang-berhak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/08/320/2663254/harga-bbm-naik-wapres-subsidi-untuk-orang-yang-berhak"/><item><title>Harga BBM Naik, Wapres: Subsidi untuk Orang yang Berhak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/08/320/2663254/harga-bbm-naik-wapres-subsidi-untuk-orang-yang-berhak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/08/320/2663254/harga-bbm-naik-wapres-subsidi-untuk-orang-yang-berhak</guid><pubDate>Kamis 08 September 2022 10:38 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/08/320/2663254/harga-bbm-naik-wapres-subsidi-untuk-orang-yang-berhak-wiQ4699aUk.png" expression="full" type="image/jpeg">Subsidi BBM untuk orang yang berhak (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/08/320/2663254/harga-bbm-naik-wapres-subsidi-untuk-orang-yang-berhak-wiQ4699aUk.png</image><title>Subsidi BBM untuk orang yang berhak (Foto: Setpres)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kenaikan harga BBM menjadi momentum pemerintah menata ulang pemberian subsidi. Pasalnya, selama ini subsidi BBM yang diberikan tidak tepat sasaran.
Wakil Presiden Maruf Amin mengatakan kenaikan subsidi yang seharusnya dinikmati oleh orang yang kurang mampu justru banyak dihisap oleh orang mampu.
BACA JUGA:Isi BBM Pertalite Pelat Nomor Kendaraan Dicatat, Kenapa?

&quot;Bahwa yang selama ini terjadi itu tidak tepat sasaran, karena itu maka ini dilakukan penataan ulang supaya yang menerima itu benar-benar yang menerima. Kalau bahasa kiainya, ya&amp;rsquo;ta&amp;rsquo;u kullidzi haqqin haqqahu, memberikan hak kepada orang yang berhak,&amp;rdquo; kata Wapres dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (8/9/2022).
Wapres mengatakan, bagi masyarakat kurang mampu yang turut terdampak atas kebijakan ini, pemerintah tetap memberikan kompensasi berupa bantuan sosial (bansos) BBM.
BACA JUGA:Penyaluran BLT BBM hingga Subsidi Gaji Harus Diawasi Ketat

&quot;Selama ini (subsidi) tidak sampai (ke sasaran), karena itu diambil. Karena (subsidi) diambil (maka) bansos BBM yang kita berikan. Jadi, kita mulai lakukan penataan-penataan,&amp;rdquo; kata Wapres.
Dia menjelaskan pemberian bansos merupakan salah satu upaya untuk mencegah kenaikan kemiskinan ekstreem di Indonesia di tengah adanya kebijakan kenaikan harga BBM saat ini.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wNy80LzE1Mjk1OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Karena kita sudah memberi bantalannya melalui bansos ini, kita  harapkan tidak terlalu berpengaruh tapi akan terus kita amati.  Pemerintah akan terus memantau akibat-akibat daripada itu dan terus  untuk menjaga. Karena pemerintah kan sudah punya target kemiskinan  ekstrem 2024 nol persen,&amp;rdquo; sambungnya.
Adapun seberapa jauh dampak penyesuaian harga BBM terhadap masyarakat  miskin ekstrem, Wapres menyebut kajian dan penelitiannya akan dilakukan  oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
&amp;ldquo;Jadi, BPS yang nanti akan terus memantau dan menyampaikan  informasinya kepada pemerintah. Dan pemerintah akan terus mengawal,  memantau semua akibat-akibat yang terjadi,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kenaikan harga BBM menjadi momentum pemerintah menata ulang pemberian subsidi. Pasalnya, selama ini subsidi BBM yang diberikan tidak tepat sasaran.
Wakil Presiden Maruf Amin mengatakan kenaikan subsidi yang seharusnya dinikmati oleh orang yang kurang mampu justru banyak dihisap oleh orang mampu.
BACA JUGA:Isi BBM Pertalite Pelat Nomor Kendaraan Dicatat, Kenapa?

&quot;Bahwa yang selama ini terjadi itu tidak tepat sasaran, karena itu maka ini dilakukan penataan ulang supaya yang menerima itu benar-benar yang menerima. Kalau bahasa kiainya, ya&amp;rsquo;ta&amp;rsquo;u kullidzi haqqin haqqahu, memberikan hak kepada orang yang berhak,&amp;rdquo; kata Wapres dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (8/9/2022).
Wapres mengatakan, bagi masyarakat kurang mampu yang turut terdampak atas kebijakan ini, pemerintah tetap memberikan kompensasi berupa bantuan sosial (bansos) BBM.
BACA JUGA:Penyaluran BLT BBM hingga Subsidi Gaji Harus Diawasi Ketat

&quot;Selama ini (subsidi) tidak sampai (ke sasaran), karena itu diambil. Karena (subsidi) diambil (maka) bansos BBM yang kita berikan. Jadi, kita mulai lakukan penataan-penataan,&amp;rdquo; kata Wapres.
Dia menjelaskan pemberian bansos merupakan salah satu upaya untuk mencegah kenaikan kemiskinan ekstreem di Indonesia di tengah adanya kebijakan kenaikan harga BBM saat ini.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wNy80LzE1Mjk1OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Karena kita sudah memberi bantalannya melalui bansos ini, kita  harapkan tidak terlalu berpengaruh tapi akan terus kita amati.  Pemerintah akan terus memantau akibat-akibat daripada itu dan terus  untuk menjaga. Karena pemerintah kan sudah punya target kemiskinan  ekstrem 2024 nol persen,&amp;rdquo; sambungnya.
Adapun seberapa jauh dampak penyesuaian harga BBM terhadap masyarakat  miskin ekstrem, Wapres menyebut kajian dan penelitiannya akan dilakukan  oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
&amp;ldquo;Jadi, BPS yang nanti akan terus memantau dan menyampaikan  informasinya kepada pemerintah. Dan pemerintah akan terus mengawal,  memantau semua akibat-akibat yang terjadi,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
