<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Antisipasi The Fed hingga Harga BBM, BTN Bakal Ubah Rencana Bisnis?</title><description>PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk yakin target bisnis yang telah ditetapkan perseroan tahun ini tercapai.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/09/278/2664029/antisipasi-the-fed-hingga-harga-bbm-btn-bakal-ubah-rencana-bisnis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/09/278/2664029/antisipasi-the-fed-hingga-harga-bbm-btn-bakal-ubah-rencana-bisnis"/><item><title>Antisipasi The Fed hingga Harga BBM, BTN Bakal Ubah Rencana Bisnis?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/09/278/2664029/antisipasi-the-fed-hingga-harga-bbm-btn-bakal-ubah-rencana-bisnis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/09/278/2664029/antisipasi-the-fed-hingga-harga-bbm-btn-bakal-ubah-rencana-bisnis</guid><pubDate>Jum'at 09 September 2022 11:06 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/09/278/2664029/antisipasi-the-fed-hingga-harga-bbm-btn-bakal-ubah-rencana-bisnis-swU9s3GSWw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BTN yakin target perseroan tahun ini tercapai (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/09/278/2664029/antisipasi-the-fed-hingga-harga-bbm-btn-bakal-ubah-rencana-bisnis-swU9s3GSWw.jpg</image><title>BTN yakin target perseroan tahun ini tercapai (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk yakin target bisnis yang telah ditetapkan perseroan tahun ini tercapai. Meskipun saat ini ekonomi dibayangi gejolak baik domestik maupun global.
Direktur Risk Management Bank BTN Setiyo Wibowo mengatakan perseroan telah melakukan berbagai langkah mitigasi, termasuk mengantisipasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed) dan juga kenaikan harga BBM.
BACA JUGA:Perkuat Keamanan Transaksi Digital, BTN Gandeng BSSN

&quot;Kami telah melakukan berbagai strategi mitigasi berupa efisiensi dan penyaluran kredit yang prudent sehingga kinerja kami on-track dan sampai akhir tahun tidak ada perubahan Rencana Bisnis Bank,&quot; ujarnya dilansir dari Antara, Jumat (9/9/2022).
Setiyo menyampaikan perseroan juga telah melakukan perbaikan proses bisnis dan menerapkan strategi segmentasi konsumen yang lebih baik. Selain itu  emiten berkode saham BBTN itu memperbaiki dari sisi biaya dana (Cost of Fund/CoF).
BACA JUGA:BNI Dikabarkan Akuisisi BTN, Apa Dampaknya ke Investor?

&quot;Dalam satu tahun terakhir Bank BTN telah menurunkan CoF sekitar 120 basis poin sehingga ini memperbaiki penawaran bunga ke nasabah kami,&quot; katanya.
Bank BTN juga masih optimistis memandang pertumbuhan ekonomi ke depan, terutama di tengah penanganan pandemi yang semakin terkendali. Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap rumah pun masih terus menunjukkan peningkatan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wMi80LzE1MTM5Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Kami perkirakan dengan ekonomi dan pandemi yang terkendali serta  membaik, serta beberapa sektor telah kembali normal, maka kredit akan  tetap sesuai target awal akan tumbuh di kisaran 9-10%,&quot; ujar Setiyo.
Hingga Mei 2022 BTN memperoleh laba bersih Rp1,06 triliun per Mei  2022, naik 47% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp716,44 miliar  dengan penyumbang terbesar kenaikan dari pendapatan bunga bersih Rp5,9  triliun per Mei 2022 atau naik 25,95% (yoy) dari Rp4,68 triliun pada  bulan yang sama tahun lalu.
Sementara peningkatan pendapatan bunga bersih ditopang beban bunga  yang sukses ditekan turun sebesar 28,95% (yoy ) dari Rp5,8 triliun pada  Mei 2021 menjadi Rp4,12 triliun di Mei 2022.
Aset bank spesialis pembiayaan perumahan itu mencapai Rp374,27  triliun atau naik 4,25% (yoy) dari Rp359 triliun. Kenaikan tersebut  didorong posisi kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang meningkat  masing-masing sebesar 6,33% (yoy) dan 7,56% (yoy).</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk yakin target bisnis yang telah ditetapkan perseroan tahun ini tercapai. Meskipun saat ini ekonomi dibayangi gejolak baik domestik maupun global.
Direktur Risk Management Bank BTN Setiyo Wibowo mengatakan perseroan telah melakukan berbagai langkah mitigasi, termasuk mengantisipasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed) dan juga kenaikan harga BBM.
BACA JUGA:Perkuat Keamanan Transaksi Digital, BTN Gandeng BSSN

&quot;Kami telah melakukan berbagai strategi mitigasi berupa efisiensi dan penyaluran kredit yang prudent sehingga kinerja kami on-track dan sampai akhir tahun tidak ada perubahan Rencana Bisnis Bank,&quot; ujarnya dilansir dari Antara, Jumat (9/9/2022).
Setiyo menyampaikan perseroan juga telah melakukan perbaikan proses bisnis dan menerapkan strategi segmentasi konsumen yang lebih baik. Selain itu  emiten berkode saham BBTN itu memperbaiki dari sisi biaya dana (Cost of Fund/CoF).
BACA JUGA:BNI Dikabarkan Akuisisi BTN, Apa Dampaknya ke Investor?

&quot;Dalam satu tahun terakhir Bank BTN telah menurunkan CoF sekitar 120 basis poin sehingga ini memperbaiki penawaran bunga ke nasabah kami,&quot; katanya.
Bank BTN juga masih optimistis memandang pertumbuhan ekonomi ke depan, terutama di tengah penanganan pandemi yang semakin terkendali. Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap rumah pun masih terus menunjukkan peningkatan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wMi80LzE1MTM5Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Kami perkirakan dengan ekonomi dan pandemi yang terkendali serta  membaik, serta beberapa sektor telah kembali normal, maka kredit akan  tetap sesuai target awal akan tumbuh di kisaran 9-10%,&quot; ujar Setiyo.
Hingga Mei 2022 BTN memperoleh laba bersih Rp1,06 triliun per Mei  2022, naik 47% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp716,44 miliar  dengan penyumbang terbesar kenaikan dari pendapatan bunga bersih Rp5,9  triliun per Mei 2022 atau naik 25,95% (yoy) dari Rp4,68 triliun pada  bulan yang sama tahun lalu.
Sementara peningkatan pendapatan bunga bersih ditopang beban bunga  yang sukses ditekan turun sebesar 28,95% (yoy ) dari Rp5,8 triliun pada  Mei 2021 menjadi Rp4,12 triliun di Mei 2022.
Aset bank spesialis pembiayaan perumahan itu mencapai Rp374,27  triliun atau naik 4,25% (yoy) dari Rp359 triliun. Kenaikan tersebut  didorong posisi kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang meningkat  masing-masing sebesar 6,33% (yoy) dan 7,56% (yoy).</content:encoded></item></channel></rss>
