<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Naik Lagi karena Ulah Putin</title><description>Harga minyak dunia naik lagi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/09/320/2663904/harga-minyak-dunia-naik-lagi-karena-ulah-putin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/09/320/2663904/harga-minyak-dunia-naik-lagi-karena-ulah-putin"/><item><title>Harga Minyak Dunia Naik Lagi karena Ulah Putin</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/09/320/2663904/harga-minyak-dunia-naik-lagi-karena-ulah-putin</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/09/320/2663904/harga-minyak-dunia-naik-lagi-karena-ulah-putin</guid><pubDate>Jum'at 09 September 2022 07:16 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/09/320/2663904/harga-minyak-dunia-naik-lagi-karena-ulah-putin-xx6HHPIs32.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia naik (Foto: Ilustrasi Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/09/320/2663904/harga-minyak-dunia-naik-lagi-karena-ulah-putin-xx6HHPIs32.jpg</image><title>Harga minyak dunia naik (Foto: Ilustrasi Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Harga minyak dunia naik lagi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga minyak dunia naik lagi karena Putun mengancam akan menghentikan ekspor minyak dan gas ke beberapa pembeli.
Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober terangkat USD1,6 atau hampir 2% menjadi menetap di USD83,54 per barel di New York Mercantile Exchange.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Anjlok 5% ke Level Terendah Sejak Januari

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November bertambah USD1,15 atau 1,3%, menjadi ditutup di USD89,15 per barel di London ICE Futures Exchange, demikian dilansir dari Antara, Jumat (9/9/2022).
Harga minyak mendapat dukungan dari ancaman Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menghentikan ekspor minyak dan gas jika batas harga diberlakukan oleh pembeli Eropa.
BACA JUGA:Ngeri! Sri Mulyani Sebut Resesi Global Bikin Harga Minyak Dunia Meroket

Uni Eropa mengusulkan pembatasan harga gas Rusia, meningkatkan risiko penjatahan musim dingin ini jika Moskow melakukan ancamannya. Gazprom Rusia telah menghentikan aliran dari pipa gas Nord Stream 1.
Harga minyak naik meskipun ada peningkatan mengejutkan dalam persediaan minyak mentah AS, berita bahwa Amerika Serikat menimbang perlunya lebih banyak pelepasan minyak mentah dari cadangan strategis, kekhawatiran perpanjangan penguncian COVID-19 China dan kenaikan suku bunga global akan memperlambat aktivitas ekonomi dan menekan permintaan bahan bakar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wOC8xLzE1MzAwNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan pada Kamis (8/9/2022)  bahwa persediaan minyak mentah komersial negara itu meningkat sebesar  8,8 juta barel selama pekan yang berakhir 2 September. Analis yang  disurvei oleh S&amp;amp;P Global Commodity Insights memperkirakan pasokan  minyak mentah AS menunjukkan penurunan 1,8 juta barel.
Menurut EIA, total persediaan bensin motor naik 0,4 juta barel dari  minggu lalu, sementara persediaan bahan bakar sulingan naik 0,1 juta  barel.
&quot;Sebagian besar minyak dalam penimbunan itu berasal dari Cadangan  Minyak Strategis (SPR). Semakin cepat kita mengosongkan SPR, semakin  besar penarikan yang akan terjadi di masa depan,&quot; kata Analis Price  Futures Group, Phil Flynn.
Pada Rabu (7/9/2022), kedua kontrak acuan turun lebih dari 5,0%  menjadi ditutup pada level terendah sejak pertengahan hingga akhir  Januari karena kekhawatiran permintaan meningkat,menempatkan WTI ke  wilayah oversold secara teknis untuk pertama kalinya dalam sebulan.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Harga minyak dunia naik lagi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga minyak dunia naik lagi karena Putun mengancam akan menghentikan ekspor minyak dan gas ke beberapa pembeli.
Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober terangkat USD1,6 atau hampir 2% menjadi menetap di USD83,54 per barel di New York Mercantile Exchange.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Anjlok 5% ke Level Terendah Sejak Januari

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November bertambah USD1,15 atau 1,3%, menjadi ditutup di USD89,15 per barel di London ICE Futures Exchange, demikian dilansir dari Antara, Jumat (9/9/2022).
Harga minyak mendapat dukungan dari ancaman Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menghentikan ekspor minyak dan gas jika batas harga diberlakukan oleh pembeli Eropa.
BACA JUGA:Ngeri! Sri Mulyani Sebut Resesi Global Bikin Harga Minyak Dunia Meroket

Uni Eropa mengusulkan pembatasan harga gas Rusia, meningkatkan risiko penjatahan musim dingin ini jika Moskow melakukan ancamannya. Gazprom Rusia telah menghentikan aliran dari pipa gas Nord Stream 1.
Harga minyak naik meskipun ada peningkatan mengejutkan dalam persediaan minyak mentah AS, berita bahwa Amerika Serikat menimbang perlunya lebih banyak pelepasan minyak mentah dari cadangan strategis, kekhawatiran perpanjangan penguncian COVID-19 China dan kenaikan suku bunga global akan memperlambat aktivitas ekonomi dan menekan permintaan bahan bakar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wOC8xLzE1MzAwNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan pada Kamis (8/9/2022)  bahwa persediaan minyak mentah komersial negara itu meningkat sebesar  8,8 juta barel selama pekan yang berakhir 2 September. Analis yang  disurvei oleh S&amp;amp;P Global Commodity Insights memperkirakan pasokan  minyak mentah AS menunjukkan penurunan 1,8 juta barel.
Menurut EIA, total persediaan bensin motor naik 0,4 juta barel dari  minggu lalu, sementara persediaan bahan bakar sulingan naik 0,1 juta  barel.
&quot;Sebagian besar minyak dalam penimbunan itu berasal dari Cadangan  Minyak Strategis (SPR). Semakin cepat kita mengosongkan SPR, semakin  besar penarikan yang akan terjadi di masa depan,&quot; kata Analis Price  Futures Group, Phil Flynn.
Pada Rabu (7/9/2022), kedua kontrak acuan turun lebih dari 5,0%  menjadi ditutup pada level terendah sejak pertengahan hingga akhir  Januari karena kekhawatiran permintaan meningkat,menempatkan WTI ke  wilayah oversold secara teknis untuk pertama kalinya dalam sebulan.
</content:encoded></item></channel></rss>
