<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bertemu Sekretaris Perdagangan AS, Menko Airlangga Perkuat Kerjasama Investasi hingga Industri</title><description>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Perdagangan AS Gina Raimondo.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/09/320/2663912/bertemu-sekretaris-perdagangan-as-menko-airlangga-perkuat-kerjasama-investasi-hingga-industri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/09/320/2663912/bertemu-sekretaris-perdagangan-as-menko-airlangga-perkuat-kerjasama-investasi-hingga-industri"/><item><title>Bertemu Sekretaris Perdagangan AS, Menko Airlangga Perkuat Kerjasama Investasi hingga Industri</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/09/320/2663912/bertemu-sekretaris-perdagangan-as-menko-airlangga-perkuat-kerjasama-investasi-hingga-industri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/09/320/2663912/bertemu-sekretaris-perdagangan-as-menko-airlangga-perkuat-kerjasama-investasi-hingga-industri</guid><pubDate>Jum'at 09 September 2022 07:41 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/09/320/2663912/bertemu-sekretaris-perdagangan-as-menko-airlangga-perkuat-kerjasama-investasi-hingga-industri-WvFqpCdJlw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Airlangga bertemu Sekretaris Perdagangan AS Gina Raimondo (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/09/320/2663912/bertemu-sekretaris-perdagangan-as-menko-airlangga-perkuat-kerjasama-investasi-hingga-industri-WvFqpCdJlw.jpg</image><title>Menko Airlangga bertemu Sekretaris Perdagangan AS Gina Raimondo (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Perdagangan AS Gina Raimondo. Pertemuan dilakukan di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) Indo-Pasific Economic Framework (IPEF) for Prosperity di Los Angeles Amerika Serikat.
Pada pertemuan tersebut Menko Airlangga didampingi oleh dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Duta Besar RI untuk Amerika Serikat (AS), Sesmenko Perekonomian dan Dirjen KPAII Kementerian Perindustrian.
BACA JUGA:Bertemu USTR, Menko Airlangga Perkuat Kerja Sama Ekonomi RI-AS

Pertemuan tersebut membahas berbagai perkembangan penting dalam perundingan IPEF dan upaya untuk meningkatkan kerja sama dan investasi AS ke Indonesia.
&amp;ldquo;Volume perdagangan bilateral RI-AS ditargetkan dapat mencapai USD60 Miliar, di mana saat ini baru mencapai sekitar USD 37 Miliar, sehingga terdapat opportunity untuk lebih meningkatkan lagi kerja sama kedua negara,&amp;rdquo; ujar Menko Airlangga, Jumat (9/9/2022).
Pada pertemuan tersebut Menko Airlangga menyampaikan bahwa Indonesia telah mendorong reformasi struktural melalui omnibus law UU Cipta Kerja, posisi strategis Indonesia selaku Presidensi G20 dan Ketua ASEAN pada 2023, juga perlunya dukungan AS terkait dengan masalah pangan terutama impor kedelai (soya bean) dari AS yang cukup besar.
BACA JUGA:Menko Airlangga Tegaskan Seluruh Fisik Proyek Strategis Rampung Sebelum 2024

Investasi US ke Indonesia masih sangat kecil, dimana tahun 2021 hanya sebesar USD2,54 Miliar atau sekitar Rp37,5 Triliun, sehingga perlu didorong untuk lebih banyak investasi AS ke Indonesia.
&amp;ldquo;Itulah pentingnya mengapa Indonesia perlu bergabung dalam IPEF dan berperan aktif dalam setiap pertemuan. Ini adalah opportunity yang sangat bagus bagi Indonesia untuk meningkatkan perdagangan dan investasi AS,&amp;rdquo; ujar Raimondo menanggapi pernyataan Menko Airlangga.
Indonesia telah aktif terlibat dalam inisiasi pembentukan IPEF dan bergabung sejak diluncurkannya pada tanggal 23 Mei 2022 di Tokyo, Jepang. Pada pertemuan IPEF Ministerial Meeting di LA ini, Indonesia menegaskan dan memutuskan untuk terlibat dalam seluruh pilar (pilar 1 s/d 4) yang ditawarkan di dalam IPEF, termasuk Pilar I mengenai Trade (Perdagangan).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wOS80LzE1MTY3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Terkait dengan isu ketenagakerjaan yang termasuk dibahas dalam Pilar  I, Menko Airlangga menjelaskan tentang kebijakan yang dilakukan oleh  Pemerintah Indonesia melalui program Kartu Prakerja yang merupakan  bantuan Pemerintah untuk meningkatkan keterampilan dan dukungan untuk  tenaga kerja agar meningkatkan kompetensi dan mendapatkan pekerjaan atau  berwirausaha. Program Kartu Prakerja merupakan program end-to-end  digital dan program Government to People (G-to-P) yang telah diikuti  oleh 13 juta peserta dan jumlah pendaftar lebih dari 110 juta yang  dilakukan secara digital. Secretary Raimondo sangat terkesan dengan  keberhasilan program Kartu Prakerja tersebut.
&amp;ldquo;Investasi Pemerintah pada sumber daya manusia akan sangat membantu  pertumbuhan ekonomi dan masa depan Indonesia,&amp;rdquo; ujar Raimondo.
Secretary Raimondo menyampaikan bahwa IPEF sangat bermanfaat untuk  negara-negara di Kawasan Indo Pasifik. Sesuai dengan Program CHIPS  Pemerintah US telah menyediakan dana federal sebesar USD 50 Miliar  (sekitar Rp. 747 Triliun) untuk membangun industri  semi conductor.  Raimondo menyampaikan komitmennya kepada Menko Airlangga untuk  menyediakan alokasi dari dana di Program CHIPS tersebut untuk mendorong  investasi semi conductor di Indonesia. Raimondo juga menegaskan  komitmennya untuk mendorong perusahaan-perusahaan besar Amerika  berinvestasi di Indonesia.
Selain itu, Raimondo juga menyampaikan bahwa untuk meningkatkan  kapasitas SDM di bidang semi conductor, sudah ada Program Master untuk  Semi Conductor (Master&amp;rsquo;s Degree in Semiconductor and Microelectronics  Engineering di University of Purdue), yang bisa dikerjasamakan dengan  Perguruan Tinggi di Indonesia. Menko Airlangga menyambut baik dan  menawarkan untuk menyiapkan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Pendidikan di  Batam, agar sejalan dengan industri semi konduktor yang sudah ada di  Batam.
Menko Airlangga menegaskan pentingnya program konkret yang dapat  direalisasikan (concrete deliverable) menindak lanjuti komitmen  tersebut. Karena itu, Secretary Raimondo meminta untuk segera dibentuk  Tim Teknis antara kedua negara guna membahas hal-hal teknis, dan akan  mengundang kembali Menko Airlangga untuk membahas hasil nyata dari  pembahasan teknis tersebut pada Oktober 2022.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Perdagangan AS Gina Raimondo. Pertemuan dilakukan di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) Indo-Pasific Economic Framework (IPEF) for Prosperity di Los Angeles Amerika Serikat.
Pada pertemuan tersebut Menko Airlangga didampingi oleh dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Duta Besar RI untuk Amerika Serikat (AS), Sesmenko Perekonomian dan Dirjen KPAII Kementerian Perindustrian.
BACA JUGA:Bertemu USTR, Menko Airlangga Perkuat Kerja Sama Ekonomi RI-AS

Pertemuan tersebut membahas berbagai perkembangan penting dalam perundingan IPEF dan upaya untuk meningkatkan kerja sama dan investasi AS ke Indonesia.
&amp;ldquo;Volume perdagangan bilateral RI-AS ditargetkan dapat mencapai USD60 Miliar, di mana saat ini baru mencapai sekitar USD 37 Miliar, sehingga terdapat opportunity untuk lebih meningkatkan lagi kerja sama kedua negara,&amp;rdquo; ujar Menko Airlangga, Jumat (9/9/2022).
Pada pertemuan tersebut Menko Airlangga menyampaikan bahwa Indonesia telah mendorong reformasi struktural melalui omnibus law UU Cipta Kerja, posisi strategis Indonesia selaku Presidensi G20 dan Ketua ASEAN pada 2023, juga perlunya dukungan AS terkait dengan masalah pangan terutama impor kedelai (soya bean) dari AS yang cukup besar.
BACA JUGA:Menko Airlangga Tegaskan Seluruh Fisik Proyek Strategis Rampung Sebelum 2024

Investasi US ke Indonesia masih sangat kecil, dimana tahun 2021 hanya sebesar USD2,54 Miliar atau sekitar Rp37,5 Triliun, sehingga perlu didorong untuk lebih banyak investasi AS ke Indonesia.
&amp;ldquo;Itulah pentingnya mengapa Indonesia perlu bergabung dalam IPEF dan berperan aktif dalam setiap pertemuan. Ini adalah opportunity yang sangat bagus bagi Indonesia untuk meningkatkan perdagangan dan investasi AS,&amp;rdquo; ujar Raimondo menanggapi pernyataan Menko Airlangga.
Indonesia telah aktif terlibat dalam inisiasi pembentukan IPEF dan bergabung sejak diluncurkannya pada tanggal 23 Mei 2022 di Tokyo, Jepang. Pada pertemuan IPEF Ministerial Meeting di LA ini, Indonesia menegaskan dan memutuskan untuk terlibat dalam seluruh pilar (pilar 1 s/d 4) yang ditawarkan di dalam IPEF, termasuk Pilar I mengenai Trade (Perdagangan).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wOS80LzE1MTY3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Terkait dengan isu ketenagakerjaan yang termasuk dibahas dalam Pilar  I, Menko Airlangga menjelaskan tentang kebijakan yang dilakukan oleh  Pemerintah Indonesia melalui program Kartu Prakerja yang merupakan  bantuan Pemerintah untuk meningkatkan keterampilan dan dukungan untuk  tenaga kerja agar meningkatkan kompetensi dan mendapatkan pekerjaan atau  berwirausaha. Program Kartu Prakerja merupakan program end-to-end  digital dan program Government to People (G-to-P) yang telah diikuti  oleh 13 juta peserta dan jumlah pendaftar lebih dari 110 juta yang  dilakukan secara digital. Secretary Raimondo sangat terkesan dengan  keberhasilan program Kartu Prakerja tersebut.
&amp;ldquo;Investasi Pemerintah pada sumber daya manusia akan sangat membantu  pertumbuhan ekonomi dan masa depan Indonesia,&amp;rdquo; ujar Raimondo.
Secretary Raimondo menyampaikan bahwa IPEF sangat bermanfaat untuk  negara-negara di Kawasan Indo Pasifik. Sesuai dengan Program CHIPS  Pemerintah US telah menyediakan dana federal sebesar USD 50 Miliar  (sekitar Rp. 747 Triliun) untuk membangun industri  semi conductor.  Raimondo menyampaikan komitmennya kepada Menko Airlangga untuk  menyediakan alokasi dari dana di Program CHIPS tersebut untuk mendorong  investasi semi conductor di Indonesia. Raimondo juga menegaskan  komitmennya untuk mendorong perusahaan-perusahaan besar Amerika  berinvestasi di Indonesia.
Selain itu, Raimondo juga menyampaikan bahwa untuk meningkatkan  kapasitas SDM di bidang semi conductor, sudah ada Program Master untuk  Semi Conductor (Master&amp;rsquo;s Degree in Semiconductor and Microelectronics  Engineering di University of Purdue), yang bisa dikerjasamakan dengan  Perguruan Tinggi di Indonesia. Menko Airlangga menyambut baik dan  menawarkan untuk menyiapkan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Pendidikan di  Batam, agar sejalan dengan industri semi konduktor yang sudah ada di  Batam.
Menko Airlangga menegaskan pentingnya program konkret yang dapat  direalisasikan (concrete deliverable) menindak lanjuti komitmen  tersebut. Karena itu, Secretary Raimondo meminta untuk segera dibentuk  Tim Teknis antara kedua negara guna membahas hal-hal teknis, dan akan  mengundang kembali Menko Airlangga untuk membahas hasil nyata dari  pembahasan teknis tersebut pada Oktober 2022.</content:encoded></item></channel></rss>
