<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri ESDM: Harga Minyak Dunia Belum Ada Kepastian</title><description>Menteri ESDM Arifin Tasrif siap antisipasi harga minyak mentah dunia terhadap besaran subsidi BBM di tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/09/320/2663999/menteri-esdm-harga-minyak-dunia-belum-ada-kepastian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/09/320/2663999/menteri-esdm-harga-minyak-dunia-belum-ada-kepastian"/><item><title>Menteri ESDM: Harga Minyak Dunia Belum Ada Kepastian</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/09/320/2663999/menteri-esdm-harga-minyak-dunia-belum-ada-kepastian</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/09/320/2663999/menteri-esdm-harga-minyak-dunia-belum-ada-kepastian</guid><pubDate>Jum'at 09 September 2022 10:25 WIB</pubDate><dc:creator>Rizky Fauzan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/09/320/2663999/menteri-esdm-harga-minyak-dunia-belum-ada-kepastian-8s1qQ9Td7X.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri ESDM antisipasi fluktuasi harga minyak dunia (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/09/320/2663999/menteri-esdm-harga-minyak-dunia-belum-ada-kepastian-8s1qQ9Td7X.jpg</image><title>Menteri ESDM antisipasi fluktuasi harga minyak dunia (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Menteri ESDM Arifin Tasrif siap antisipasi harga minyak dunia terhadap besaran subsidi BBM di tahun ini. Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD4,83 menjadi USD88 per barel.
&amp;ldquo;Harga minyak belum ada kepastian. Harganya berubah setiap hari, jadi kita masih antisipasi hingga akhir tahun,&quot; kata Arifin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR, dikutip Jumat (9/9/2022).
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Naik Lagi karena Ulah Putin

Arifin membeberkan alasan di balik harga minyak yang fluktuatif adalah pasokan minyak dari negara Rusia terganggu. Di sisi lain, OPEC Plus perlu mengontrol laju produksi untuk bisa menahan harga
&quot;Kalau pun terjadi harga turun, mungkin terjadinya indikasi inflasi. Sehingga demand menurun dan mempengaruhi harga minyak,&quot; katanya.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Anjlok 5% ke Level Terendah Sejak Januari

Terkait lifting minyak, Arifin memantau sumber pengolahan minyak yang masih lama. Dengan demikian, pemerintah berupaya keras menyiapkan teknologi baru yang memerlukan biaya tambahan.
Arifin menargetkan produksi 1 juta barel minyak per hari di tahun 2030. Namun, capaian ini perlu dilihat secara bertahap.
&quot;Dilihat secara bertahap, artinya untuk memompa minyak diperlukan rentang waktu 7-10 tahun. Kita memiliki beberapa indikasi sumber baru yang sedang diupayakan untuk dipercepat,&quot; pungkasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wOC8xLzE1MzAwOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Turunnya harga minyak mentah menjadi peluang bagi pemerintah untuk  menurunkan harga BBM di dalam negeri. Salah satunya Pertamax yang pada  Sabtu (3/9) naik dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter.
Hal ini diamini oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Dia menjelaskan,  apabila harga minyak dunia turun, maka Pertamina akan mengikuti  mekanisme tersebut dengan menurunkan harga jual Pertamax kepada  masyarakat.
&quot;Banyak juga yang bicara, nanti kalau harga minyak dunia turun  seperti apa, ya pasti kita turun, cuma yang mesti diingat apa yang  dilakukan pemerintah hari ini, itu mengurangi subsidi,&quot; kata Erick.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri ESDM Arifin Tasrif siap antisipasi harga minyak dunia terhadap besaran subsidi BBM di tahun ini. Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD4,83 menjadi USD88 per barel.
&amp;ldquo;Harga minyak belum ada kepastian. Harganya berubah setiap hari, jadi kita masih antisipasi hingga akhir tahun,&quot; kata Arifin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR, dikutip Jumat (9/9/2022).
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Naik Lagi karena Ulah Putin

Arifin membeberkan alasan di balik harga minyak yang fluktuatif adalah pasokan minyak dari negara Rusia terganggu. Di sisi lain, OPEC Plus perlu mengontrol laju produksi untuk bisa menahan harga
&quot;Kalau pun terjadi harga turun, mungkin terjadinya indikasi inflasi. Sehingga demand menurun dan mempengaruhi harga minyak,&quot; katanya.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Anjlok 5% ke Level Terendah Sejak Januari

Terkait lifting minyak, Arifin memantau sumber pengolahan minyak yang masih lama. Dengan demikian, pemerintah berupaya keras menyiapkan teknologi baru yang memerlukan biaya tambahan.
Arifin menargetkan produksi 1 juta barel minyak per hari di tahun 2030. Namun, capaian ini perlu dilihat secara bertahap.
&quot;Dilihat secara bertahap, artinya untuk memompa minyak diperlukan rentang waktu 7-10 tahun. Kita memiliki beberapa indikasi sumber baru yang sedang diupayakan untuk dipercepat,&quot; pungkasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wOC8xLzE1MzAwOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Turunnya harga minyak mentah menjadi peluang bagi pemerintah untuk  menurunkan harga BBM di dalam negeri. Salah satunya Pertamax yang pada  Sabtu (3/9) naik dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter.
Hal ini diamini oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Dia menjelaskan,  apabila harga minyak dunia turun, maka Pertamina akan mengikuti  mekanisme tersebut dengan menurunkan harga jual Pertamax kepada  masyarakat.
&quot;Banyak juga yang bicara, nanti kalau harga minyak dunia turun  seperti apa, ya pasti kita turun, cuma yang mesti diingat apa yang  dilakukan pemerintah hari ini, itu mengurangi subsidi,&quot; kata Erick.</content:encoded></item></channel></rss>
