<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Luhut Pamer Ranking Pariwisata RI di Atas Thailand dan Malaysia</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa skor Travel and Tourism Development Index Indonesia meningkat dari 4,2 ke 4,4.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/09/320/2664128/menko-luhut-pamer-ranking-pariwisata-ri-di-atas-thailand-dan-malaysia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/09/320/2664128/menko-luhut-pamer-ranking-pariwisata-ri-di-atas-thailand-dan-malaysia"/><item><title>Menko Luhut Pamer Ranking Pariwisata RI di Atas Thailand dan Malaysia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/09/320/2664128/menko-luhut-pamer-ranking-pariwisata-ri-di-atas-thailand-dan-malaysia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/09/320/2664128/menko-luhut-pamer-ranking-pariwisata-ri-di-atas-thailand-dan-malaysia</guid><pubDate>Jum'at 09 September 2022 13:12 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/09/320/2664128/menko-luhut-pamer-ranking-pariwisata-ri-di-atas-thailand-dan-malaysia-ANTxcTGIyJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/09/320/2664128/menko-luhut-pamer-ranking-pariwisata-ri-di-atas-thailand-dan-malaysia-ANTxcTGIyJ.jpg</image><title>Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa skor Travel and Tourism Development Index Indonesia meningkat dari 4,2 ke 4,4.
Luhut mengatakan saat ini ranking Indonesia mengalami peningkatan dari sebelumnya di peringkat 44 saat ini menjadi peringkat 32 mengalahkan Thailand dan Malaysia.
BACA JUGA:Menko Luhut Ajak Negara G20 Bangun Ekonomi Biru dan Hijau
&quot;Untuk pertama kalinya Indonesia berada di atas Thailand dan malaysia,&quot; kata Luhut dalam sambutannya secara virtual di acara Forum Investasi 5 Destinasi Super Prioritas di Labuan Bajo, NTT pada Jumat, (9/9/2022).
Luhut mengatakan dengan adanya peningkatan ranking tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi pariwisata di Indonesia untuk menyakinkan para investor untuk berinvestasi di sektor pariwisata Indonesia.
Adapun saat ini, pemerintah saat ini fokus terhadap pengembangan lima destinasi wisata super prioritas. Pengembangan lima destinasi tersebut merupakan salah satu program strategis nasional sehingga pembangunan infrastruktur dan fasilitasnya diprioritaskan.
BACA JUGA:Menko Luhut: Semua Kerjasama Negara G20 Harus Untungkan Kedua Pihak
Oleh sebab itu Luhut meminta kepada Menteri Investasi untuk menjaga kepercayaan kepada investor dan mendorong kemudahan berinvestasi dengan tetap memperhatikan lingkungan dan kearifan lokal.&quot;Kiranya Menteri Investasi dan Keepala Daerah agar dapat memfasilitasi percepatan realisasi investasi, meningkatkan promosi investasi, dan memberikan pemberian insentif kepada para investor yang akan masuk,&quot; kata Luhut.
Tidak hanya Menteri Investasi bersama kepala daerah, menurutnya, Luhut juga meminta kepada Menteri pariwisata untuk meningkatkan promosi pariwisata dan menyelenggarakan event secara masih.
&quot;Kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif agar meningkatkan promosi pariwisata dan menyelengarakn event secara masih, melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat tata kelola destinasi,&quot; katanya.
Adapun Luhut mengatakan bahwa realisasi investasi pariwisata dan ekonomi kreatif mencapai Rp 5,31 triliun pada 2020 hingga Q1-2022.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa skor Travel and Tourism Development Index Indonesia meningkat dari 4,2 ke 4,4.
Luhut mengatakan saat ini ranking Indonesia mengalami peningkatan dari sebelumnya di peringkat 44 saat ini menjadi peringkat 32 mengalahkan Thailand dan Malaysia.
BACA JUGA:Menko Luhut Ajak Negara G20 Bangun Ekonomi Biru dan Hijau
&quot;Untuk pertama kalinya Indonesia berada di atas Thailand dan malaysia,&quot; kata Luhut dalam sambutannya secara virtual di acara Forum Investasi 5 Destinasi Super Prioritas di Labuan Bajo, NTT pada Jumat, (9/9/2022).
Luhut mengatakan dengan adanya peningkatan ranking tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi pariwisata di Indonesia untuk menyakinkan para investor untuk berinvestasi di sektor pariwisata Indonesia.
Adapun saat ini, pemerintah saat ini fokus terhadap pengembangan lima destinasi wisata super prioritas. Pengembangan lima destinasi tersebut merupakan salah satu program strategis nasional sehingga pembangunan infrastruktur dan fasilitasnya diprioritaskan.
BACA JUGA:Menko Luhut: Semua Kerjasama Negara G20 Harus Untungkan Kedua Pihak
Oleh sebab itu Luhut meminta kepada Menteri Investasi untuk menjaga kepercayaan kepada investor dan mendorong kemudahan berinvestasi dengan tetap memperhatikan lingkungan dan kearifan lokal.&quot;Kiranya Menteri Investasi dan Keepala Daerah agar dapat memfasilitasi percepatan realisasi investasi, meningkatkan promosi investasi, dan memberikan pemberian insentif kepada para investor yang akan masuk,&quot; kata Luhut.
Tidak hanya Menteri Investasi bersama kepala daerah, menurutnya, Luhut juga meminta kepada Menteri pariwisata untuk meningkatkan promosi pariwisata dan menyelenggarakan event secara masih.
&quot;Kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif agar meningkatkan promosi pariwisata dan menyelengarakn event secara masih, melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat tata kelola destinasi,&quot; katanya.
Adapun Luhut mengatakan bahwa realisasi investasi pariwisata dan ekonomi kreatif mencapai Rp 5,31 triliun pada 2020 hingga Q1-2022.</content:encoded></item></channel></rss>
