<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Industri Makanan dan Minuman Tarik Investasi Rp21,9 Triliun, Serap 1,1 Juta Tenaga Kerja</title><description>Industri makanan dan minuman tumbuh 3,68% pada kuartal II-2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/09/320/2664150/industri-makanan-dan-minuman-tarik-investasi-rp21-9-triliun-serap-1-1-juta-tenaga-kerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/09/320/2664150/industri-makanan-dan-minuman-tarik-investasi-rp21-9-triliun-serap-1-1-juta-tenaga-kerja"/><item><title>Industri Makanan dan Minuman Tarik Investasi Rp21,9 Triliun, Serap 1,1 Juta Tenaga Kerja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/09/320/2664150/industri-makanan-dan-minuman-tarik-investasi-rp21-9-triliun-serap-1-1-juta-tenaga-kerja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/09/320/2664150/industri-makanan-dan-minuman-tarik-investasi-rp21-9-triliun-serap-1-1-juta-tenaga-kerja</guid><pubDate>Jum'at 09 September 2022 13:33 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/09/320/2664150/industri-makanan-dan-minuman-tarik-investasi-rp21-9-triliun-serap-1-1-juta-tenaga-kerja-hodnOTumgM.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi pertumbuhan industri makanan dan minuman. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/09/320/2664150/industri-makanan-dan-minuman-tarik-investasi-rp21-9-triliun-serap-1-1-juta-tenaga-kerja-hodnOTumgM.JPG</image><title>Ilustrasi pertumbuhan industri makanan dan minuman. (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan industri makanan dan minuman masih menunjukkan ketahanannya dengan tumbuh 3,68% pada kuartal II-2022.

Di mana ini meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2021 sebesar 2,95% meski ada pandemi Covid-19.

&quot;Pada periode yang sama, industri mamin memberikan kontribusi sebesar 38,38% terhadap PDB industri nonmigas sehingga menjadi subsektor dengan kontribusi PDB terbesar di Indonesia,&quot; ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (9/9/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Top! Produk Makanan dan Minuman RI Curi Perhatian Pasar Afrika
Selain itu, Agus menerangkan pada Januari-Juni 2022, ekspor industri makanan dan minuman mencapai USD21,3 miliar, meningkat 9% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2021 sebesar USD19,5 miliar.

Kinerja gemilang lainnya dari industri mamin, yakni mampu menarik investasi sebesar Rp21,9 triliun hingga kuartal II-2022 dan menyerap tenaga kerja hingga 1,1 juta orang.
&amp;ldquo;Kami optimistis akan ada kontribusi yang besar bagi pertumbuhan ekonomi dan banyak peluang yang tersedia ketika industri makanan dan minuman terus tumbuh dan menjadi lebih kompetitif,&amp;rdquo; jelasnya.

Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian terus berupaya meningkatkan performa industri mamin melalui perpaduan kebijakan fiskal dan nonfiskal.

Adapun insentif fiskal yangtelah diusulkan, antara lain tax holiday, tax allowance, super tax deduction, dan Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP).

&amp;ldquo;Insentif tersebut sebagai salah satu strategi untuk mendorong investasi, penguasaan teknologi, serta penguatan struktur industri yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan industri sepanjang memenuhi kriteria yang telah ditentukan,&amp;rdquo; katanya.

Sedangkan untuk kebijakan nonfiskal, di antaranya adalah memfasilitasi promosi produk industri mamin melalui pameran di dalam maupun luar negeri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan industri makanan dan minuman masih menunjukkan ketahanannya dengan tumbuh 3,68% pada kuartal II-2022.

Di mana ini meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2021 sebesar 2,95% meski ada pandemi Covid-19.

&quot;Pada periode yang sama, industri mamin memberikan kontribusi sebesar 38,38% terhadap PDB industri nonmigas sehingga menjadi subsektor dengan kontribusi PDB terbesar di Indonesia,&quot; ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (9/9/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Top! Produk Makanan dan Minuman RI Curi Perhatian Pasar Afrika
Selain itu, Agus menerangkan pada Januari-Juni 2022, ekspor industri makanan dan minuman mencapai USD21,3 miliar, meningkat 9% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2021 sebesar USD19,5 miliar.

Kinerja gemilang lainnya dari industri mamin, yakni mampu menarik investasi sebesar Rp21,9 triliun hingga kuartal II-2022 dan menyerap tenaga kerja hingga 1,1 juta orang.
&amp;ldquo;Kami optimistis akan ada kontribusi yang besar bagi pertumbuhan ekonomi dan banyak peluang yang tersedia ketika industri makanan dan minuman terus tumbuh dan menjadi lebih kompetitif,&amp;rdquo; jelasnya.

Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian terus berupaya meningkatkan performa industri mamin melalui perpaduan kebijakan fiskal dan nonfiskal.

Adapun insentif fiskal yangtelah diusulkan, antara lain tax holiday, tax allowance, super tax deduction, dan Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP).

&amp;ldquo;Insentif tersebut sebagai salah satu strategi untuk mendorong investasi, penguasaan teknologi, serta penguatan struktur industri yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan industri sepanjang memenuhi kriteria yang telah ditentukan,&amp;rdquo; katanya.

Sedangkan untuk kebijakan nonfiskal, di antaranya adalah memfasilitasi promosi produk industri mamin melalui pameran di dalam maupun luar negeri.</content:encoded></item></channel></rss>
