<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Malaysia Kekurangan Pekerja, Produksi CPO Diprediksi Turun</title><description>Malaysian Palm Oil Association (MPOA) memproyeksikan ada penurunan produksi minyak sawit mentah di akhir tahun 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/09/320/2664347/malaysia-kekurangan-pekerja-produksi-cpo-diprediksi-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/09/320/2664347/malaysia-kekurangan-pekerja-produksi-cpo-diprediksi-turun"/><item><title>Malaysia Kekurangan Pekerja, Produksi CPO Diprediksi Turun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/09/320/2664347/malaysia-kekurangan-pekerja-produksi-cpo-diprediksi-turun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/09/320/2664347/malaysia-kekurangan-pekerja-produksi-cpo-diprediksi-turun</guid><pubDate>Jum'at 09 September 2022 16:35 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/09/320/2664347/malaysia-kekurangan-pekerja-produksi-cpo-diprediksi-turun-HiWGqgyLJs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi sawit. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/09/320/2664347/malaysia-kekurangan-pekerja-produksi-cpo-diprediksi-turun-HiWGqgyLJs.jpg</image><title>Ilustrasi sawit. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Malaysian Palm Oil Association (MPOA) memproyeksikan ada penurunan produksi minyak sawit mentah di akhir tahun 2022.

Hal ini disebabkan karena berkurangnya ketersediaan pekerja di sektor perkebunan kelapa sawit.

MPOA memperkirakan produksi CPO di Malaysia akan menembus angka 18 juta ton di sisa tahun ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:RI Perpanjang Tarif Pungutan Ekspor Sawit Nol Dolar AS hingga 31 Oktober 2022
&quot;Oleh karena itu, peluang kerugian industri bisa mencapai lebih dari MYR20 miliar pada akhir tahun,&quot; kata MPOA, dilansir surat kabar The Star, Jumat (9/9/2022).

Berdasarkan laporannya, sektor perkebunan kelapa sawit di Malaysia sedang mengalami fase persediaan pekerja yang terburuk sejak era komersialisasi CPO pada 1917.


MPOA mencatat sebanyak 120 ribu pekerja perkebunan sawit telah berhenti, sedangkan periode kembalinya pekerja asing dinilai berjalan cukup lambat, bahkan saat pohon sawit di Negeri Jiran saat ini sedang memasuki masa puncak panen.

&quot;Kami kehilangan panen yang cukup signifikan, mulai dari 15% - 25%, atau malah bisa lebih tinggi,&quot; tambahnya.

Selain karena tenaga kerja, MPOA juga menilai ada faktor cuaca yang masih tidak menentu, lonjakan harga pupuk, biaya logistik, hingga kenaikan upah minimum sebesar 25%-36%, yang dapat membebani ongkos produksi.

Seperti diketahui, MPOA merupakan asosiasi yang mewakili sekitar 70% dari area perkebunan kelapa sawit swasta, yang merupakan 40% dari total area kebun sawit di Malaysia.

Anggotanya merupakan perusahaan seperti Sime Darby Plantations Bhd, FGV Holdings Bhd, Kuala Lumpur Kepong Bhd, dan IOI Corp Bhd.</description><content:encoded>JAKARTA - Malaysian Palm Oil Association (MPOA) memproyeksikan ada penurunan produksi minyak sawit mentah di akhir tahun 2022.

Hal ini disebabkan karena berkurangnya ketersediaan pekerja di sektor perkebunan kelapa sawit.

MPOA memperkirakan produksi CPO di Malaysia akan menembus angka 18 juta ton di sisa tahun ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:RI Perpanjang Tarif Pungutan Ekspor Sawit Nol Dolar AS hingga 31 Oktober 2022
&quot;Oleh karena itu, peluang kerugian industri bisa mencapai lebih dari MYR20 miliar pada akhir tahun,&quot; kata MPOA, dilansir surat kabar The Star, Jumat (9/9/2022).

Berdasarkan laporannya, sektor perkebunan kelapa sawit di Malaysia sedang mengalami fase persediaan pekerja yang terburuk sejak era komersialisasi CPO pada 1917.


MPOA mencatat sebanyak 120 ribu pekerja perkebunan sawit telah berhenti, sedangkan periode kembalinya pekerja asing dinilai berjalan cukup lambat, bahkan saat pohon sawit di Negeri Jiran saat ini sedang memasuki masa puncak panen.

&quot;Kami kehilangan panen yang cukup signifikan, mulai dari 15% - 25%, atau malah bisa lebih tinggi,&quot; tambahnya.

Selain karena tenaga kerja, MPOA juga menilai ada faktor cuaca yang masih tidak menentu, lonjakan harga pupuk, biaya logistik, hingga kenaikan upah minimum sebesar 25%-36%, yang dapat membebani ongkos produksi.

Seperti diketahui, MPOA merupakan asosiasi yang mewakili sekitar 70% dari area perkebunan kelapa sawit swasta, yang merupakan 40% dari total area kebun sawit di Malaysia.

Anggotanya merupakan perusahaan seperti Sime Darby Plantations Bhd, FGV Holdings Bhd, Kuala Lumpur Kepong Bhd, dan IOI Corp Bhd.</content:encoded></item></channel></rss>
