<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kendalikan Inflasi, BI Dorong Gerakan Menanam Cabai di Pekarangan</title><description>Bank Indonesia (BI) mendorong gerakan menanam cabai di pekarangan rumah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/12/320/2665653/kendalikan-inflasi-bi-dorong-gerakan-menanam-cabai-di-pekarangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/12/320/2665653/kendalikan-inflasi-bi-dorong-gerakan-menanam-cabai-di-pekarangan"/><item><title>Kendalikan Inflasi, BI Dorong Gerakan Menanam Cabai di Pekarangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/12/320/2665653/kendalikan-inflasi-bi-dorong-gerakan-menanam-cabai-di-pekarangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/12/320/2665653/kendalikan-inflasi-bi-dorong-gerakan-menanam-cabai-di-pekarangan</guid><pubDate>Senin 12 September 2022 13:12 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/12/320/2665653/kendalikan-inflasi-bi-dorong-gerakan-menanam-cabai-di-pekarangan-1Z9yJhRcHR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gerakan tanam cabai bantu kendalikan inflasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/12/320/2665653/kendalikan-inflasi-bi-dorong-gerakan-menanam-cabai-di-pekarangan-1Z9yJhRcHR.jpg</image><title>Gerakan tanam cabai bantu kendalikan inflasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia (BI) mendorong gerakan menanam cabai di pekarangan rumah. Gerakan urban farming atau praktik budidaya bahan pangan ini dilakukan guna mengendalikan inflasi daerah.
&amp;ldquo;Kita juga mendorong gerakan menanam cabai di pekarangan, ini yang kita sering sebut sebagai urban farming,&amp;rdquo; kata Deputi Gubernur BI Doni Primanto Joewono dilansir dari Antara, Senin (12/9/2022).
BACA JUGA:BI Prediksi Inflasi September 0,77% Imbas Harga BBM Naik

Bank Indonesia, sebutnya, akan senantiasa mencegah kenaikan dan mengendalikan harga bahan pangan. Saat ini, Bank Indonesia telah melakukan operasi pasar di sejumlah daerah termasuk di daerah Sumatera yakni, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Sumatera Selatan.
&amp;ldquo;Kami ingin men-support penuh acara seperti ini, keterjangkauan harga, harganya harus murah,&amp;rdquo; ucapnya.
BACA JUGA:Harga Batu Bara Makin Mahal, Arcandra: Ini Akar Inflasi

Kemudian terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), ia meminta agar masyarakat daerah tidak perlu khawatir karena Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Pemerintah Daerah untuk menggunakan 2% Dana Transfer Umum sebesar Rp2,17 triliun untuk bantuan angkutan umum, ojek online, dan untuk nelayan.
&amp;ldquo;Terkait kenaikan harga BBM, tentunya Pak Gubernur akan memberikan subsidi kepada transportasi,&amp;rdquo; kata dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wNS80LzE1Mjg2Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Lebih lanjut Doni menyoroti potensi strategis 1.591 BUMDes di Riau,  di mana kurang lebih 200 BUMDes yang bergerak di bidang pertanian dapat  digerakkan mendukung optimalisasi budidaya cabai.
Dia menegaskan bahwa koordinasi dan kolaborasi erat dari semua pihak  yang terlibat, baik dinas PMD selaku pendamping Bumdes, Dinas Pertanian  selaku pakar dalam budidaya, Dinas Perindag selaku pengatur pasar dan  pihak-pihak lain akan memperkuat terbentuknya ekosistem tersebut.
&quot;Untuk itu kami mengajak semua pihak untuk meningkatkan sinergi dalam implementasi upaya pengendalian inflasi,&quot; tuturnya.
Adapun peresmian GNPIP Riau di Kabupaten Kampar merupakan program  yang dilakukan oleh Bank Indonesia bersama dengan Tim Pengendalian  Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau guna mengoptimalisasikan peran Badan  Usaha Milik Desa (BUMDes) se-Provinsi Riau, sejalan dengan penguatan  upaya pengendalian inflasi pangan yang didorong melalui Gerakan Nasional  Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah.
Program pengendalian inflasi daerah tersebut mengoptimalkan peran  BUMDes, tidak hanya sebagai badan usaha, namun turut berperan dalam  menjaga kesinambungan pasokan, serta mengatur efisiensi rantai  distribusi untuk komoditas cabai. Dengan program itu, Riau menjadi  provinsi pertama di Indonesia yang fokus pada pengembangan peran BUMDes  dalam upaya pengendalian inflasi daerah.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia (BI) mendorong gerakan menanam cabai di pekarangan rumah. Gerakan urban farming atau praktik budidaya bahan pangan ini dilakukan guna mengendalikan inflasi daerah.
&amp;ldquo;Kita juga mendorong gerakan menanam cabai di pekarangan, ini yang kita sering sebut sebagai urban farming,&amp;rdquo; kata Deputi Gubernur BI Doni Primanto Joewono dilansir dari Antara, Senin (12/9/2022).
BACA JUGA:BI Prediksi Inflasi September 0,77% Imbas Harga BBM Naik

Bank Indonesia, sebutnya, akan senantiasa mencegah kenaikan dan mengendalikan harga bahan pangan. Saat ini, Bank Indonesia telah melakukan operasi pasar di sejumlah daerah termasuk di daerah Sumatera yakni, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Sumatera Selatan.
&amp;ldquo;Kami ingin men-support penuh acara seperti ini, keterjangkauan harga, harganya harus murah,&amp;rdquo; ucapnya.
BACA JUGA:Harga Batu Bara Makin Mahal, Arcandra: Ini Akar Inflasi

Kemudian terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), ia meminta agar masyarakat daerah tidak perlu khawatir karena Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Pemerintah Daerah untuk menggunakan 2% Dana Transfer Umum sebesar Rp2,17 triliun untuk bantuan angkutan umum, ojek online, dan untuk nelayan.
&amp;ldquo;Terkait kenaikan harga BBM, tentunya Pak Gubernur akan memberikan subsidi kepada transportasi,&amp;rdquo; kata dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wNS80LzE1Mjg2Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Lebih lanjut Doni menyoroti potensi strategis 1.591 BUMDes di Riau,  di mana kurang lebih 200 BUMDes yang bergerak di bidang pertanian dapat  digerakkan mendukung optimalisasi budidaya cabai.
Dia menegaskan bahwa koordinasi dan kolaborasi erat dari semua pihak  yang terlibat, baik dinas PMD selaku pendamping Bumdes, Dinas Pertanian  selaku pakar dalam budidaya, Dinas Perindag selaku pengatur pasar dan  pihak-pihak lain akan memperkuat terbentuknya ekosistem tersebut.
&quot;Untuk itu kami mengajak semua pihak untuk meningkatkan sinergi dalam implementasi upaya pengendalian inflasi,&quot; tuturnya.
Adapun peresmian GNPIP Riau di Kabupaten Kampar merupakan program  yang dilakukan oleh Bank Indonesia bersama dengan Tim Pengendalian  Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau guna mengoptimalisasikan peran Badan  Usaha Milik Desa (BUMDes) se-Provinsi Riau, sejalan dengan penguatan  upaya pengendalian inflasi pangan yang didorong melalui Gerakan Nasional  Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah.
Program pengendalian inflasi daerah tersebut mengoptimalkan peran  BUMDes, tidak hanya sebagai badan usaha, namun turut berperan dalam  menjaga kesinambungan pasokan, serta mengatur efisiensi rantai  distribusi untuk komoditas cabai. Dengan program itu, Riau menjadi  provinsi pertama di Indonesia yang fokus pada pengembangan peran BUMDes  dalam upaya pengendalian inflasi daerah.</content:encoded></item></channel></rss>
