<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dirkeu: Tak Ada Rencana Penggabungan BNI dengan BTN</title><description>PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menegaskan tak ada  rencana penggabungan BNI dengan PT Bank Tabungan Negara (BTN).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/278/2666875/dirkeu-tak-ada-rencana-penggabungan-bni-dengan-btn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/278/2666875/dirkeu-tak-ada-rencana-penggabungan-bni-dengan-btn"/><item><title>Dirkeu: Tak Ada Rencana Penggabungan BNI dengan BTN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/278/2666875/dirkeu-tak-ada-rencana-penggabungan-bni-dengan-btn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/278/2666875/dirkeu-tak-ada-rencana-penggabungan-bni-dengan-btn</guid><pubDate>Selasa 13 September 2022 20:48 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/13/278/2666875/dirkeu-tak-ada-rencana-penggabungan-bni-dengan-btn-XCEfbzUArm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BNI tegaskan tidak ada rencana merger dengan BTN (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/13/278/2666875/dirkeu-tak-ada-rencana-penggabungan-bni-dengan-btn-XCEfbzUArm.jpg</image><title>BNI tegaskan tidak ada rencana merger dengan BTN (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menegaskan tak ada rencana penggabungan BNI dengan PT Bank Tabungan Negara (BTN). Selain itu, tidak ada arahan lebih lanjut maupun tindak lanjut dari pemegang saham untuk menjadikan akuisisi BTN menjadi aksi korporasi BNI.
mengatakan tak ada rencana penggabungan BNI dengan PT Bank Tabungan Negara (BTN) dalam perencanaan korporasi atau corporate plan BNI.
BACA JUGA:Laba Bersih Naik 75% Jadi Rp8,8 Triliun, Ini Strategi BNI

&quot;Jadi memang sampai dengan saat ini tidak ada rencana itu,&quot; tegas Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini Novita dilansir dari Antara, Selasa (13/9/2022).
Maka dari itu, ia mengungkapkan fokus BNI saat ini lebih kepada mengeksekusi agenda transformasi korporasi yang telah dilakukan dan memprioritaskan optimalisasi kontribusi anak perusahaan yang sudah ada agar memiliki nilai tambah kepada Grup BNI.
BACA JUGA:Peminat SR017 Tinggi, BNI Mobile Banking Sediakan Cashback hingga Rp7,7 juta

Setidaknya ada beberapa fokus yang saat ini sedang dilakukan perseroan, yakni transformasi digital perbankan serta sekuritas, khususnya untuk Bank Mayora agar menjadi mesin baru BNI.
Langkah-langkah tersebut tentunya mendukung lini bisnis BNI, terutama untuk korporasi dan multifinance.
&quot;Jadi rasanya fokus kami saat ini tetap konsisten untuk mengeksekusi agenda transformasi korporasi dan tidak ada aksi korporasi lebih lanjut untuk akuisisi BTN,&quot; ungkapnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMi8yMS8xLzE0NTIzMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Namun demikian, Novita menyebutkan pihaknya selalu berkomitmen untuk  mendukung rencana pengembangan bisnis pemerintah, dengan  mempertimbangkan aspek bisnis untuk memberikan dampak positif terhadap  kinerja keuangan dan nilai tambah bagi pemegang saham serta negara.
Hal tersebut lantaran saat ini BNI dimiliki 60% oleh negara dan 40% oleh pemegang saham minoritas.
Sebelumnya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan pemerintah memiliki wacana menyatukan BNI dengan BTN.
Dalam rencana yang sedang dikaji tersebut, nantinya BNI akan  mengakuisisi BTN dan PT Bank Syariah Indonesia atau BSI mengakuisisi BTN  Syariah dengan tujuan perampingan bank-bank milik negara.
&quot;Ada rencana tadinya itu kan untuk mempersedikit jumlah bank Himbara,  sehingga Bank BTN itu syariahnya nanti diambil BSI, konvensionalnya  diambil BNI, tetapi sekarang itu masih dalam tahap wacana itu,&quot; kata  Wapres Ma'ruf.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menegaskan tak ada rencana penggabungan BNI dengan PT Bank Tabungan Negara (BTN). Selain itu, tidak ada arahan lebih lanjut maupun tindak lanjut dari pemegang saham untuk menjadikan akuisisi BTN menjadi aksi korporasi BNI.
mengatakan tak ada rencana penggabungan BNI dengan PT Bank Tabungan Negara (BTN) dalam perencanaan korporasi atau corporate plan BNI.
BACA JUGA:Laba Bersih Naik 75% Jadi Rp8,8 Triliun, Ini Strategi BNI

&quot;Jadi memang sampai dengan saat ini tidak ada rencana itu,&quot; tegas Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini Novita dilansir dari Antara, Selasa (13/9/2022).
Maka dari itu, ia mengungkapkan fokus BNI saat ini lebih kepada mengeksekusi agenda transformasi korporasi yang telah dilakukan dan memprioritaskan optimalisasi kontribusi anak perusahaan yang sudah ada agar memiliki nilai tambah kepada Grup BNI.
BACA JUGA:Peminat SR017 Tinggi, BNI Mobile Banking Sediakan Cashback hingga Rp7,7 juta

Setidaknya ada beberapa fokus yang saat ini sedang dilakukan perseroan, yakni transformasi digital perbankan serta sekuritas, khususnya untuk Bank Mayora agar menjadi mesin baru BNI.
Langkah-langkah tersebut tentunya mendukung lini bisnis BNI, terutama untuk korporasi dan multifinance.
&quot;Jadi rasanya fokus kami saat ini tetap konsisten untuk mengeksekusi agenda transformasi korporasi dan tidak ada aksi korporasi lebih lanjut untuk akuisisi BTN,&quot; ungkapnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMi8yMS8xLzE0NTIzMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Namun demikian, Novita menyebutkan pihaknya selalu berkomitmen untuk  mendukung rencana pengembangan bisnis pemerintah, dengan  mempertimbangkan aspek bisnis untuk memberikan dampak positif terhadap  kinerja keuangan dan nilai tambah bagi pemegang saham serta negara.
Hal tersebut lantaran saat ini BNI dimiliki 60% oleh negara dan 40% oleh pemegang saham minoritas.
Sebelumnya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan pemerintah memiliki wacana menyatukan BNI dengan BTN.
Dalam rencana yang sedang dikaji tersebut, nantinya BNI akan  mengakuisisi BTN dan PT Bank Syariah Indonesia atau BSI mengakuisisi BTN  Syariah dengan tujuan perampingan bank-bank milik negara.
&quot;Ada rencana tadinya itu kan untuk mempersedikit jumlah bank Himbara,  sehingga Bank BTN itu syariahnya nanti diambil BSI, konvensionalnya  diambil BNI, tetapi sekarang itu masih dalam tahap wacana itu,&quot; kata  Wapres Ma'ruf.</content:encoded></item></channel></rss>
