<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Pertamax Turun Lagi? Dirut Pertamina: Belum Keekonomian</title><description>Nicke Widyawati masih enggan buka suara mengenai kemungkinan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax turun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/320/2666266/harga-pertamax-turun-lagi-dirut-pertamina-belum-keekonomian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/320/2666266/harga-pertamax-turun-lagi-dirut-pertamina-belum-keekonomian"/><item><title>Harga Pertamax Turun Lagi? Dirut Pertamina: Belum Keekonomian</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/320/2666266/harga-pertamax-turun-lagi-dirut-pertamina-belum-keekonomian</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/320/2666266/harga-pertamax-turun-lagi-dirut-pertamina-belum-keekonomian</guid><pubDate>Selasa 13 September 2022 10:14 WIB</pubDate><dc:creator>Risky Fauzan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/13/320/2666266/harga-pertamax-turun-lagi-dirut-pertamina-belum-keekonomian-UKhSDj0mYK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BBM Pertamax (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/13/320/2666266/harga-pertamax-turun-lagi-dirut-pertamina-belum-keekonomian-UKhSDj0mYK.jpg</image><title>BBM Pertamax (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati masih enggan buka suara mengenai kemungkinan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax turun di tengah tren pelemahan harga minyak mentah.
Dia menuturkan saat ini saja Pertamax masih dijual di bawah harga keekonomian.
BACA JUGA:Harga BBM Naik, Sri Mulyani: Cukup untuk Kompensasi Pergerakan Minyak Dunia

Berdasarkan data pemerintah, harga keekonomian Pertamax saat ini mencapai Rp 15.424 per liter, sementara harga jualnya hanya sebesar Rp 14.500 per liter. Maka, ada selisih sebesar Rp 924 per liter yang ditanggung oleh Pertamina.
&quot;Itu saja (harga Pertamax saat ini) masih belum keekonomian, liat saja harga (jenis bbm setara) Pertamax yang dijual kompetitor berapa,&quot; kata Nicke saat ditemui di Gedung DPR RI, Senin (12/9/2022).
Meski Pertamax merupakan jenis BBM umum (JBU), menurut Nicke, kebijakan penetapan harganya turut melibatkan pemerintah. Seperti kenaikan harga Pertamax per 3 September 2022 menjadi Rp 14.500 per liter dari sebelumnya Rp 12.500 per liter, telah mendapatkan persetujuan pemerintah.
BACA JUGA:Ribuan Buruh Demo Hari Ini, Tolak Kenaikan Harga BBM hingga Tuntut soal Upah

Nicke menuturkan, dalam menetapkan harga Pertamax, pihaknya tetap perlu berdiskusi dengan pemerintah. Namun yang pasti, kata dia, selain masih di bawah harga keekonomian, harga jual Pertamax saat ini bahkan masih lebih murah dari harga BBM jenis RON 92 yang dijual kompetitor.&quot;Tanya ke pemerintah, Pertamina tinggal jalanin aja,&quot; kata dia.
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax berpeluang turun. Hal ini disebabkan harga Pertamax ditentukan dengan mekanisme harga minyak mentah dunia.
Dia mengutarakan, apabila harga minyak dunia turun, maka Pertamax pun akan mengikuti mekanisme tersebut dengan menurunkan harga jual kepada masyarakat.
Menurutnya, jika minyak mentah dunia yang saat ini sebesar 95 dollar AS per barrel turun menjadi 75 dollar AS per barrel maka akan diikuti dengan harga jual Pertamax kepada masyarakat.
&quot;Kalau nanti harga minyak dunia turun, Pertamax akan (mengikuti) harga pasar, jadi bisa saja turun, tapi apakah Solar dan Pertalite itu nanti harga pasar, tidak bisa karena itu subsidi,&quot; ujar Erick saat meninjau Pertamina Integrated Enterprise Data and Command Center (PIEDCC), Jakarta.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati masih enggan buka suara mengenai kemungkinan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax turun di tengah tren pelemahan harga minyak mentah.
Dia menuturkan saat ini saja Pertamax masih dijual di bawah harga keekonomian.
BACA JUGA:Harga BBM Naik, Sri Mulyani: Cukup untuk Kompensasi Pergerakan Minyak Dunia

Berdasarkan data pemerintah, harga keekonomian Pertamax saat ini mencapai Rp 15.424 per liter, sementara harga jualnya hanya sebesar Rp 14.500 per liter. Maka, ada selisih sebesar Rp 924 per liter yang ditanggung oleh Pertamina.
&quot;Itu saja (harga Pertamax saat ini) masih belum keekonomian, liat saja harga (jenis bbm setara) Pertamax yang dijual kompetitor berapa,&quot; kata Nicke saat ditemui di Gedung DPR RI, Senin (12/9/2022).
Meski Pertamax merupakan jenis BBM umum (JBU), menurut Nicke, kebijakan penetapan harganya turut melibatkan pemerintah. Seperti kenaikan harga Pertamax per 3 September 2022 menjadi Rp 14.500 per liter dari sebelumnya Rp 12.500 per liter, telah mendapatkan persetujuan pemerintah.
BACA JUGA:Ribuan Buruh Demo Hari Ini, Tolak Kenaikan Harga BBM hingga Tuntut soal Upah

Nicke menuturkan, dalam menetapkan harga Pertamax, pihaknya tetap perlu berdiskusi dengan pemerintah. Namun yang pasti, kata dia, selain masih di bawah harga keekonomian, harga jual Pertamax saat ini bahkan masih lebih murah dari harga BBM jenis RON 92 yang dijual kompetitor.&quot;Tanya ke pemerintah, Pertamina tinggal jalanin aja,&quot; kata dia.
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax berpeluang turun. Hal ini disebabkan harga Pertamax ditentukan dengan mekanisme harga minyak mentah dunia.
Dia mengutarakan, apabila harga minyak dunia turun, maka Pertamax pun akan mengikuti mekanisme tersebut dengan menurunkan harga jual kepada masyarakat.
Menurutnya, jika minyak mentah dunia yang saat ini sebesar 95 dollar AS per barrel turun menjadi 75 dollar AS per barrel maka akan diikuti dengan harga jual Pertamax kepada masyarakat.
&quot;Kalau nanti harga minyak dunia turun, Pertamax akan (mengikuti) harga pasar, jadi bisa saja turun, tapi apakah Solar dan Pertalite itu nanti harga pasar, tidak bisa karena itu subsidi,&quot; ujar Erick saat meninjau Pertamina Integrated Enterprise Data and Command Center (PIEDCC), Jakarta.</content:encoded></item></channel></rss>
