<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Bukan Lagi Raja Minyak, Kebutuhan Nasional Belum Bisa Diimbangi Produksi</title><description>Indonesia bukan lagi raja minyak sehingga kebutuhan nasional belum bisa diimbangi dengan produksi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/320/2666564/ri-bukan-lagi-raja-minyak-kebutuhan-nasional-belum-bisa-diimbangi-produksi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/320/2666564/ri-bukan-lagi-raja-minyak-kebutuhan-nasional-belum-bisa-diimbangi-produksi"/><item><title>RI Bukan Lagi Raja Minyak, Kebutuhan Nasional Belum Bisa Diimbangi Produksi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/320/2666564/ri-bukan-lagi-raja-minyak-kebutuhan-nasional-belum-bisa-diimbangi-produksi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/320/2666564/ri-bukan-lagi-raja-minyak-kebutuhan-nasional-belum-bisa-diimbangi-produksi</guid><pubDate>Selasa 13 September 2022 15:02 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/13/320/2666564/ri-bukan-lagi-raja-minyak-kebutuhan-nasional-belum-bisa-diimbangi-produksi-M7oBsG1HWt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Produksi minyak belum bisa mengimbangi konsumsi (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/13/320/2666564/ri-bukan-lagi-raja-minyak-kebutuhan-nasional-belum-bisa-diimbangi-produksi-M7oBsG1HWt.jpg</image><title>Produksi minyak belum bisa mengimbangi konsumsi (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia bukan lagi raja minyak sehingga kebutuhan nasional belum bisa diimbangi dengan produksi. Kebutuhan minyak untuk beberapa tahun ke depan belum bisa dicukupi atau diimbangi oleh produksi pada tahun yang sama.
Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengungkapkan hal itu karena saat ini masih masa pemulihan dari pandemi Covid-19 sehingga biasanya konsumsi akan jauh lebih cepat dibandingkan peningkatan kapasitas produksi.
BACA JUGA:ICP 2023 Dipatok USD95/Barel, Sudah Perhitungkan Minyak Rusia?

&quot;Sehingga yang terjadi kemungkinan pelepasan stok untuk dalam jangka waktu tertentu,&quot; ujarnya dalam program Market Review di IDX Channel, Selasa (13/9/2022).
Dia menjelaskan, akibat pandemi Covid-19 banyak pompa yang diistirahatkan akibat keterbatasan, pembatasan sosial yang membatasi orang untuk bisa masuk ke kawasan produksi, otomatis ada beberapa infrastruktur yang terpaksa diistirahatkan dan untuk diaktifkan kembali membutuhkan waktu yang lama.
BACA JUGA:Jokowi Buka Opsi Impor Minyak Murah Rusia, ESDM dan Pertamina Bungkam

&quot;Sementara di sisi konsumsi tidak bisa ditawar, waktunya tidak bisa ditawar mundur menyesuaikan produksi kan tidak bisa, jadi mau tidak mau stok yang ada yang akan dipakai terlebih dahulu,&quot; imbuhnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8xMy80LzE1MzE3MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Komaidi menerangkan bahwa biasanya negara-negara besar umumnya  memiliki stok minyak untuk beberapa bulan ke depan. Sehingga menurutnya  kemungkinan stok itu yang akan dilepas untuk menjaga kebutuhan jangka  pendek.
&quot;Nah hukum ekonomi dasar kalau permintaannya meningkat sementara  penawarannya katakanlah stagnan atau bahkan turun maka harga akan  meningkat,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia bukan lagi raja minyak sehingga kebutuhan nasional belum bisa diimbangi dengan produksi. Kebutuhan minyak untuk beberapa tahun ke depan belum bisa dicukupi atau diimbangi oleh produksi pada tahun yang sama.
Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengungkapkan hal itu karena saat ini masih masa pemulihan dari pandemi Covid-19 sehingga biasanya konsumsi akan jauh lebih cepat dibandingkan peningkatan kapasitas produksi.
BACA JUGA:ICP 2023 Dipatok USD95/Barel, Sudah Perhitungkan Minyak Rusia?

&quot;Sehingga yang terjadi kemungkinan pelepasan stok untuk dalam jangka waktu tertentu,&quot; ujarnya dalam program Market Review di IDX Channel, Selasa (13/9/2022).
Dia menjelaskan, akibat pandemi Covid-19 banyak pompa yang diistirahatkan akibat keterbatasan, pembatasan sosial yang membatasi orang untuk bisa masuk ke kawasan produksi, otomatis ada beberapa infrastruktur yang terpaksa diistirahatkan dan untuk diaktifkan kembali membutuhkan waktu yang lama.
BACA JUGA:Jokowi Buka Opsi Impor Minyak Murah Rusia, ESDM dan Pertamina Bungkam

&quot;Sementara di sisi konsumsi tidak bisa ditawar, waktunya tidak bisa ditawar mundur menyesuaikan produksi kan tidak bisa, jadi mau tidak mau stok yang ada yang akan dipakai terlebih dahulu,&quot; imbuhnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8xMy80LzE1MzE3MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Komaidi menerangkan bahwa biasanya negara-negara besar umumnya  memiliki stok minyak untuk beberapa bulan ke depan. Sehingga menurutnya  kemungkinan stok itu yang akan dilepas untuk menjaga kebutuhan jangka  pendek.
&quot;Nah hukum ekonomi dasar kalau permintaannya meningkat sementara  penawarannya katakanlah stagnan atau bahkan turun maka harga akan  meningkat,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
