<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga BBM Naik di Tengah Krisis Pangan-Energi, Pengamat: Infrastruktur Dikesampingkan Dulu</title><description>Kenaikan harga BBM dinilai bisa memicu krisis pangan hingga energi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/320/2666619/harga-bbm-naik-di-tengah-krisis-pangan-energi-pengamat-infrastruktur-dikesampingkan-dulu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/320/2666619/harga-bbm-naik-di-tengah-krisis-pangan-energi-pengamat-infrastruktur-dikesampingkan-dulu"/><item><title>Harga BBM Naik di Tengah Krisis Pangan-Energi, Pengamat: Infrastruktur Dikesampingkan Dulu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/320/2666619/harga-bbm-naik-di-tengah-krisis-pangan-energi-pengamat-infrastruktur-dikesampingkan-dulu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/320/2666619/harga-bbm-naik-di-tengah-krisis-pangan-energi-pengamat-infrastruktur-dikesampingkan-dulu</guid><pubDate>Selasa 13 September 2022 15:48 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/13/320/2666619/harga-bbm-naik-di-tengah-krisis-pangan-energi-pengamat-infrastruktur-dikesampingkan-dulu-Rt4mi9zMD9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dampak harga BBM naik (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/13/320/2666619/harga-bbm-naik-di-tengah-krisis-pangan-energi-pengamat-infrastruktur-dikesampingkan-dulu-Rt4mi9zMD9.jpg</image><title>Dampak harga BBM naik (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kenaikan harga BBM dinilai bisa memicu krisis pangan hingga energi. Pemerintah diharapkan bisa memperkuat bantalan sosial agar dampak kenaikan BBM tidak begitu berat bagi masyarakat.
&quot;Jelas krisis pangan iya, energi juga sama, karena yang dinaikkan adalah BBM, itu akan menciptakan inflasi,&quot; ujar Ekonom Senior INDEF (Institute for Development of Economics and Finance) Didin S Damanhuri dalam Market Review IDXChannel, Selasa (13/9/2022).
BACA JUGA:Warga Jakarta Dapat BLT BBM Rp600.000, Cair Lagi Bulan November

Menurutnya pemerintah perlu mengalokasikan lebih untuk melindungi masyarakat melalui kebijakan fiskal untuk memberikan insentif dan stimulus kepada masyarakat melalui pemberian batuan langsung, dan kebijakan moneter dengan menawarkan suku bunga yang menarik untuk para pengusaha lokal.
BACA JUGA:Alasan Pertamina Wajibkan Beli BBM Pakai MyPertamina

Didin menjelaskan seharusnya pemerintah bisa mengesampingkan maraknya pembangunan infrastruktur saat ini. Baik yang dibungkus melalui proyek strategis nasional, prioritas ataupun super prioritas, bahkan pembangunan ibu kota baru.
Sebab yang seharusnya menjadi prioritas adalah melindungi masyarakat kelas bawah untuk menghadapi berbagai ancaman krisis yang diceritakan pemerintah. Maka alokasi pendanaan seharusnya bisa difokuskan untuk rakyat lebih dulu.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8xMy8xLzE1MzE3NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Makanya kalau tetap IKN yang alokasinya cukup besar, pembangunan  infrastruktur dipertahankan maka inflasi bisa mencapai 8%-9%,&quot; kata  Didin.
Namun demikian kalau pemerintah bisa menyusun kebijakan moneter dan  fiskal dengan dosis yang pas untuk masyarakat, dampak kenaikan harga BBM  ini bisa direduksi, tinggal pilihan prioritas yang diambil.
&quot;Kalau pemerintah bisa memainkan sebuah policy makes antara fiskal  dan Moneter yang menarik, ini bisa mempertahankan momentum kebangkitan  ekonomi walau terpukul dengan harga minyak,&quot; sambungnya.
&quot;Apalagi kalau kegiatan yang tidak mendorong produktivitas dan  kesempatan kerja seperti proyek IKN ditunda itu akan lebih menolong lagi  menurut saya,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kenaikan harga BBM dinilai bisa memicu krisis pangan hingga energi. Pemerintah diharapkan bisa memperkuat bantalan sosial agar dampak kenaikan BBM tidak begitu berat bagi masyarakat.
&quot;Jelas krisis pangan iya, energi juga sama, karena yang dinaikkan adalah BBM, itu akan menciptakan inflasi,&quot; ujar Ekonom Senior INDEF (Institute for Development of Economics and Finance) Didin S Damanhuri dalam Market Review IDXChannel, Selasa (13/9/2022).
BACA JUGA:Warga Jakarta Dapat BLT BBM Rp600.000, Cair Lagi Bulan November

Menurutnya pemerintah perlu mengalokasikan lebih untuk melindungi masyarakat melalui kebijakan fiskal untuk memberikan insentif dan stimulus kepada masyarakat melalui pemberian batuan langsung, dan kebijakan moneter dengan menawarkan suku bunga yang menarik untuk para pengusaha lokal.
BACA JUGA:Alasan Pertamina Wajibkan Beli BBM Pakai MyPertamina

Didin menjelaskan seharusnya pemerintah bisa mengesampingkan maraknya pembangunan infrastruktur saat ini. Baik yang dibungkus melalui proyek strategis nasional, prioritas ataupun super prioritas, bahkan pembangunan ibu kota baru.
Sebab yang seharusnya menjadi prioritas adalah melindungi masyarakat kelas bawah untuk menghadapi berbagai ancaman krisis yang diceritakan pemerintah. Maka alokasi pendanaan seharusnya bisa difokuskan untuk rakyat lebih dulu.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8xMy8xLzE1MzE3NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Makanya kalau tetap IKN yang alokasinya cukup besar, pembangunan  infrastruktur dipertahankan maka inflasi bisa mencapai 8%-9%,&quot; kata  Didin.
Namun demikian kalau pemerintah bisa menyusun kebijakan moneter dan  fiskal dengan dosis yang pas untuk masyarakat, dampak kenaikan harga BBM  ini bisa direduksi, tinggal pilihan prioritas yang diambil.
&quot;Kalau pemerintah bisa memainkan sebuah policy makes antara fiskal  dan Moneter yang menarik, ini bisa mempertahankan momentum kebangkitan  ekonomi walau terpukul dengan harga minyak,&quot; sambungnya.
&quot;Apalagi kalau kegiatan yang tidak mendorong produktivitas dan  kesempatan kerja seperti proyek IKN ditunda itu akan lebih menolong lagi  menurut saya,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
