<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Deteksi Dini Kenaikan Inflasi, Sri Mulyani Minta Pemda Gunakan DAU dan DBH   </title><description>Sri Mulyani Indrawati menilai peranan gubernur, bupati dan walikota menjadi sangat penting dalam menurunkan inflasi di daerah</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/320/2666624/deteksi-dini-kenaikan-inflasi-sri-mulyani-minta-pemda-gunakan-dau-dan-dbh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/320/2666624/deteksi-dini-kenaikan-inflasi-sri-mulyani-minta-pemda-gunakan-dau-dan-dbh"/><item><title>Deteksi Dini Kenaikan Inflasi, Sri Mulyani Minta Pemda Gunakan DAU dan DBH   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/320/2666624/deteksi-dini-kenaikan-inflasi-sri-mulyani-minta-pemda-gunakan-dau-dan-dbh</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/320/2666624/deteksi-dini-kenaikan-inflasi-sri-mulyani-minta-pemda-gunakan-dau-dan-dbh</guid><pubDate>Selasa 13 September 2022 15:54 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/13/320/2666624/deteksi-dini-kenaikan-inflasi-sri-mulyani-minta-pemda-gunakan-dau-dan-dbh-re81Jh29Aa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani.(Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/13/320/2666624/deteksi-dini-kenaikan-inflasi-sri-mulyani-minta-pemda-gunakan-dau-dan-dbh-re81Jh29Aa.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani.(Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai peranan gubernur, bupati dan walikota menjadi sangat penting dalam menurunkan inflasi di daerah. Termasuk mendeteksi secara dini kemungkinan pergerakan dari harga-harga terutama pangan, angkutan dan yang lainnya, juga menggunakan instrumen APBN dan APBD.
&quot;Kalau di daerah itu ada dana dari transfer umum, yaitu DAU dan DBH, 2% itu bisa digunakan untuk meredam potensi kenaikan di daerah,&quot; ujar Sri di kompleks Istana Negara di Jakarta, Selasa (13/9/3022).
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Pertalite Naik, Inflasi di RI Bisa Tembus 6,8% pada 2022
Dana ini, sebut dia, bisa digunakan untuk berbagai hal, mulai dari membantu transportasi di daerah masing-masing dan juga untuk bisa meredam kenaikan harga BBM.
&quot;Atau bisa memberi langsung intervensi dari distribusi dan dari sisi keberadaamln atau jumlah dari suplai barang-barang tersebut. Itu yang diharapkan dari para pimpinan daerah,&quot; ungkap Sri.
Baca Juga:&amp;nbsp;Atasi Inflasi Pangan Bergejolak, Ini Langkah Kemenkeu
Dia mengatakan bahwa pihaknya akan kontiyu terus, memantau kesigapan pemerintah daerah (Pemda) dalam menggunakan APBD-nya dalam mnggu-minggu ke depan.
&quot;Juga kemarin sudah disampaikan Pak Presiden, Mendagri mengenai penggunan dana tidak terduga. Itu masih ada Rp9,5 triliun, kalo yang transfer umum itu sekitar Rp2,7 triliun,&quot; tambah Sri.Ini semua diharapkan agar Pemda bisa menggunakan dananya secara cepat, tepat dam akuntabel untuk bisa menangani potensi kenaikan harga.
&quot;Bahkan bisa digunakan untuk bansos. Jadi, itu semua adalah tujuan dari keputusan yang dilakukan kemarin bisa berdampak, dan dampak negatifnya bisa diminimalkan melalui langkah-langkah di Pemda,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai peranan gubernur, bupati dan walikota menjadi sangat penting dalam menurunkan inflasi di daerah. Termasuk mendeteksi secara dini kemungkinan pergerakan dari harga-harga terutama pangan, angkutan dan yang lainnya, juga menggunakan instrumen APBN dan APBD.
&quot;Kalau di daerah itu ada dana dari transfer umum, yaitu DAU dan DBH, 2% itu bisa digunakan untuk meredam potensi kenaikan di daerah,&quot; ujar Sri di kompleks Istana Negara di Jakarta, Selasa (13/9/3022).
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Pertalite Naik, Inflasi di RI Bisa Tembus 6,8% pada 2022
Dana ini, sebut dia, bisa digunakan untuk berbagai hal, mulai dari membantu transportasi di daerah masing-masing dan juga untuk bisa meredam kenaikan harga BBM.
&quot;Atau bisa memberi langsung intervensi dari distribusi dan dari sisi keberadaamln atau jumlah dari suplai barang-barang tersebut. Itu yang diharapkan dari para pimpinan daerah,&quot; ungkap Sri.
Baca Juga:&amp;nbsp;Atasi Inflasi Pangan Bergejolak, Ini Langkah Kemenkeu
Dia mengatakan bahwa pihaknya akan kontiyu terus, memantau kesigapan pemerintah daerah (Pemda) dalam menggunakan APBD-nya dalam mnggu-minggu ke depan.
&quot;Juga kemarin sudah disampaikan Pak Presiden, Mendagri mengenai penggunan dana tidak terduga. Itu masih ada Rp9,5 triliun, kalo yang transfer umum itu sekitar Rp2,7 triliun,&quot; tambah Sri.Ini semua diharapkan agar Pemda bisa menggunakan dananya secara cepat, tepat dam akuntabel untuk bisa menangani potensi kenaikan harga.
&quot;Bahkan bisa digunakan untuk bansos. Jadi, itu semua adalah tujuan dari keputusan yang dilakukan kemarin bisa berdampak, dan dampak negatifnya bisa diminimalkan melalui langkah-langkah di Pemda,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
