<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aset Perusahaan Asuransi Tembus Rp834,5 Triliun</title><description>Aset perusahaan asuransi komersial (asuransi jiwa, asuransi umum dan reasuransi) tembus Rp834,52 triliun pada Juli 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/320/2666743/aset-perusahaan-asuransi-tembus-rp834-5-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/320/2666743/aset-perusahaan-asuransi-tembus-rp834-5-triliun"/><item><title>Aset Perusahaan Asuransi Tembus Rp834,5 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/320/2666743/aset-perusahaan-asuransi-tembus-rp834-5-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/320/2666743/aset-perusahaan-asuransi-tembus-rp834-5-triliun</guid><pubDate>Selasa 13 September 2022 17:51 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyudi Aulia Siregar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/13/320/2666743/aset-perusahaan-asuransi-tembus-rp834-5-triliun-fiFu0IMTgR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aset perusahaan asuransi (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/13/320/2666743/aset-perusahaan-asuransi-tembus-rp834-5-triliun-fiFu0IMTgR.jpg</image><title>Aset perusahaan asuransi (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Aset perusahaan asuransi komersial (asuransi jiwa, asuransi umum dan reasuransi) tembus Rp834,52 triliun pada Juli 2022. Aset perusahaan asuransi naik sebesar Rp64,67 triliun (8,40% YoY) dari posisi Juli 2021 sebesar Rp769,85 triliun.
Direktur Humas OJK Darmansyah mengatakan, berdasarkan jenis perusahaan, aset asuransi jiwa mengalami kenaikan sebesar Rp47,49 triliun (8,54% YoY) menjadi Rp603,34 triliun. Sedangkan aset asuransi umum dan reasuransi Juli 2022 tercatat meningkat sebesar Rp17,18 triliun (8,03% YoY) menjadi Rp231,18 triliun.
BACA JUGA:MotionLife Berikan Asuransi Kecelakaan Rp1,65 Miliar di Acara HUT 9to9

&quot;Secara agregat, investasi asuransi komersial per Juli 2022 tercatat naik sebesar Rp40,32 triliun (6,79% YoY) ke posisi Rp634,07 triliun,&quot; tulis Darmansyah dalam keterangan resmi OJK, Selasa (13/9/2022).
Akumulasi pendapatan premi perusahaan asuransi komersial pada periode Januari - Juli 2022, kata Darmansyah, tercatat mengalami kenaikan sebesar Rp0,63 triliun (0,38%) jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021 hingga mencapai Rp166,3 triliun.
BACA JUGA:AAJI Prediksi Kenaikan Harga BBM Beri Dampak Industri Asuransi Jiwa

Sementara akumulasi klaim asuransi komersial pada periode Januari &amp;ndash; Juli 2022 mencatatkan kenaikan sebesar Rp8,94 triliun (8,27%), hingga mencapai Rp117,03 triliun. Akumulasi pendapatan premi asuransi jiwa periode Januari &amp;ndash; Juli 2022 mengalami penurunan sebesar Rp9,30 triliun (-8,65%) dibanding dengan periode yang sama tahun 2021.
Lini usaha dengan penurunan premi terbesar adalah PAYDI sebesar Rp7,56 triliun (-14,54%). Adapun lini usaha asuransi jiwa yang menyumbangkan pendapatan premi tertinggi adalah PAYDI dengan pendapatan premi sebesar Rp44,47 triliun (45,23% dari total premi), diikuti oleh Endowment dengan pendapatan premi sebesar Rp20,15 triliun (20,50%), dan Kesehatan dengan pendapatan premi sebesar Rp10,28 triliun (10,45%).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8zMS80LzE0NDUyOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Dari sisi klaim, pada asuransi jiwa pada periode Januari &amp;ndash; Juli 2022  terjadi kenaikan sebesar Rp3,50 triliun (4,11%). Lini usaha dengan  kenaikan klaim terbesar adalah PAYDI sebesar Rp2,48 triliun (5,14%).  Klaim asuransi jiwa sebagian besar berasal dari lini usaha PAYDI/klaim  penebusan unit Rp50,83 triliun (57,27% dari total nilai klaim) dan  endowment Rp20,73 triliun (23,36%),&quot; paparnya.
Akumulasi premi asuransi umum dan reasuransi periode Januari &amp;ndash; Juli  2022 tercatat naik sebesar Rp9,93 triliun (17,11%) dibanding periode  yang sama pada tahun sebelumnya. Lini usaha dengan kenaikan premi  terbesar adalah Harta Benda sebesar Rp4,19 triliun (22,0%).
Pada asuransi umum lini usaha yang menjadi kontributor pendapatan  premi terbesar adalah Harta Benda (Properti) Rp16,92 triliun (31,95%  dari total premi), Kendaraan Bermotor Rp10,09 triliun (19,05% dari total  premi dan Kredit Rp7,65 triliun (14,45% dari total premi).
Nilai akumulasi klaim asuransi umum dan reasuransi tercatat naik  sebesar Rp5,44 triliun (23,79%). Lini usaha dengan kenaikan klaim  terbesar adalah asuransi kredit sebesar Rp2,97 triliun (80,57%). Klaim  asuransi umum sebagian besar berasal dari lini usaha Kredit Rp5,68  triliun (27,38% dari total nilai klaim) dan lini usaha Harta Benda  Rp4,43 triliun (21,36%). Klaim reasuransi sebagian besar berasal dari  lini usaha jiwa Rp2,78 triliun (36,89%) dan lini usaha harta benda  Rp2,55 triliun (33,78%).
&quot;Selain itu, fintech peer to peer (P2P) lending pada Juli 2022 terus  mencatatkan pertumbuhan, dimana outstanding pembiayaan tumbuh sebesar  88,84% dibandingkan dengan Juli 2021 hingga mencapai Rp45,73 triliun,&quot;  tutupnya.&quot;Adapun rasio klaim terhadap premi asuransi komersial tercatat   sebesar 70,38% dibandingkan posisi per Juli 2021 sebesar 65,25%, dimana   untuk asuransi jiwa memiliki nilai rasio sebesar 90,29% (Juli 2021:   79,22%) dan untuk asuransi umum dan reasuransi sebesar 41,59% (Juli   2021: 39,35%),&quot; ungkapnya.
Sementara itu, permodalan di sektor asuransi jiwa dan asuransi umum   mencatatkan RBC pada sebesar 493,85% dan 313,99%, sehingga berada jauh   di atas threshold minimum RBC sebesar 120%.
Untuk sektor pembiayaan, piutang pembiayaan sebelum dikurangi   pencadangan meningkat sebesar Rp23,99 triliun (6,24% YoY). Piutang   pembiayaan neto juga mengalami peningkatan sebesar Rp25,58 triliun   (7,12% YoY). Piutang pembiayaan neto konvensional per Juli 2022 sebesar   Rp367,67 triliun.
NPF Gross perusahaan pembiayaan per Juli 2022 turun menjadi 2,72%   dari 3,95% pada Juli 2021. NPF Nett perusahaan pembiayaan juga mengalami   penurunan menjadi 0,75% pada Juli 2022 dari 1,23% pada Juli 2021.   Begitu pula pada gearing ratio perusahaan pembiayaan per Juli 2022   tercatat sebesar 1,98 kali atau jauh di bawah batas maksimum 10 kali.
Sementara, untuk sektor Dana Pensiun, investasi dana pensiun tumbuh   positif secara YoY sebesar 2,99%. Total nilai investasi dana pensiun per   Juli 2022 mencapai Rp322,51 triliun. Selain itu, posisi pendanaan Dana   Pensiun Pemberi Kerja &amp;ndash; Program Pensiun Manfaat Pasti (DPPK-PPMP)   meningkat sebesar 0,72% dibandingkan dengan posisi per Juli 2021, hingga   mencapai angka 95%.</description><content:encoded>JAKARTA - Aset perusahaan asuransi komersial (asuransi jiwa, asuransi umum dan reasuransi) tembus Rp834,52 triliun pada Juli 2022. Aset perusahaan asuransi naik sebesar Rp64,67 triliun (8,40% YoY) dari posisi Juli 2021 sebesar Rp769,85 triliun.
Direktur Humas OJK Darmansyah mengatakan, berdasarkan jenis perusahaan, aset asuransi jiwa mengalami kenaikan sebesar Rp47,49 triliun (8,54% YoY) menjadi Rp603,34 triliun. Sedangkan aset asuransi umum dan reasuransi Juli 2022 tercatat meningkat sebesar Rp17,18 triliun (8,03% YoY) menjadi Rp231,18 triliun.
BACA JUGA:MotionLife Berikan Asuransi Kecelakaan Rp1,65 Miliar di Acara HUT 9to9

&quot;Secara agregat, investasi asuransi komersial per Juli 2022 tercatat naik sebesar Rp40,32 triliun (6,79% YoY) ke posisi Rp634,07 triliun,&quot; tulis Darmansyah dalam keterangan resmi OJK, Selasa (13/9/2022).
Akumulasi pendapatan premi perusahaan asuransi komersial pada periode Januari - Juli 2022, kata Darmansyah, tercatat mengalami kenaikan sebesar Rp0,63 triliun (0,38%) jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021 hingga mencapai Rp166,3 triliun.
BACA JUGA:AAJI Prediksi Kenaikan Harga BBM Beri Dampak Industri Asuransi Jiwa

Sementara akumulasi klaim asuransi komersial pada periode Januari &amp;ndash; Juli 2022 mencatatkan kenaikan sebesar Rp8,94 triliun (8,27%), hingga mencapai Rp117,03 triliun. Akumulasi pendapatan premi asuransi jiwa periode Januari &amp;ndash; Juli 2022 mengalami penurunan sebesar Rp9,30 triliun (-8,65%) dibanding dengan periode yang sama tahun 2021.
Lini usaha dengan penurunan premi terbesar adalah PAYDI sebesar Rp7,56 triliun (-14,54%). Adapun lini usaha asuransi jiwa yang menyumbangkan pendapatan premi tertinggi adalah PAYDI dengan pendapatan premi sebesar Rp44,47 triliun (45,23% dari total premi), diikuti oleh Endowment dengan pendapatan premi sebesar Rp20,15 triliun (20,50%), dan Kesehatan dengan pendapatan premi sebesar Rp10,28 triliun (10,45%).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8zMS80LzE0NDUyOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Dari sisi klaim, pada asuransi jiwa pada periode Januari &amp;ndash; Juli 2022  terjadi kenaikan sebesar Rp3,50 triliun (4,11%). Lini usaha dengan  kenaikan klaim terbesar adalah PAYDI sebesar Rp2,48 triliun (5,14%).  Klaim asuransi jiwa sebagian besar berasal dari lini usaha PAYDI/klaim  penebusan unit Rp50,83 triliun (57,27% dari total nilai klaim) dan  endowment Rp20,73 triliun (23,36%),&quot; paparnya.
Akumulasi premi asuransi umum dan reasuransi periode Januari &amp;ndash; Juli  2022 tercatat naik sebesar Rp9,93 triliun (17,11%) dibanding periode  yang sama pada tahun sebelumnya. Lini usaha dengan kenaikan premi  terbesar adalah Harta Benda sebesar Rp4,19 triliun (22,0%).
Pada asuransi umum lini usaha yang menjadi kontributor pendapatan  premi terbesar adalah Harta Benda (Properti) Rp16,92 triliun (31,95%  dari total premi), Kendaraan Bermotor Rp10,09 triliun (19,05% dari total  premi dan Kredit Rp7,65 triliun (14,45% dari total premi).
Nilai akumulasi klaim asuransi umum dan reasuransi tercatat naik  sebesar Rp5,44 triliun (23,79%). Lini usaha dengan kenaikan klaim  terbesar adalah asuransi kredit sebesar Rp2,97 triliun (80,57%). Klaim  asuransi umum sebagian besar berasal dari lini usaha Kredit Rp5,68  triliun (27,38% dari total nilai klaim) dan lini usaha Harta Benda  Rp4,43 triliun (21,36%). Klaim reasuransi sebagian besar berasal dari  lini usaha jiwa Rp2,78 triliun (36,89%) dan lini usaha harta benda  Rp2,55 triliun (33,78%).
&quot;Selain itu, fintech peer to peer (P2P) lending pada Juli 2022 terus  mencatatkan pertumbuhan, dimana outstanding pembiayaan tumbuh sebesar  88,84% dibandingkan dengan Juli 2021 hingga mencapai Rp45,73 triliun,&quot;  tutupnya.&quot;Adapun rasio klaim terhadap premi asuransi komersial tercatat   sebesar 70,38% dibandingkan posisi per Juli 2021 sebesar 65,25%, dimana   untuk asuransi jiwa memiliki nilai rasio sebesar 90,29% (Juli 2021:   79,22%) dan untuk asuransi umum dan reasuransi sebesar 41,59% (Juli   2021: 39,35%),&quot; ungkapnya.
Sementara itu, permodalan di sektor asuransi jiwa dan asuransi umum   mencatatkan RBC pada sebesar 493,85% dan 313,99%, sehingga berada jauh   di atas threshold minimum RBC sebesar 120%.
Untuk sektor pembiayaan, piutang pembiayaan sebelum dikurangi   pencadangan meningkat sebesar Rp23,99 triliun (6,24% YoY). Piutang   pembiayaan neto juga mengalami peningkatan sebesar Rp25,58 triliun   (7,12% YoY). Piutang pembiayaan neto konvensional per Juli 2022 sebesar   Rp367,67 triliun.
NPF Gross perusahaan pembiayaan per Juli 2022 turun menjadi 2,72%   dari 3,95% pada Juli 2021. NPF Nett perusahaan pembiayaan juga mengalami   penurunan menjadi 0,75% pada Juli 2022 dari 1,23% pada Juli 2021.   Begitu pula pada gearing ratio perusahaan pembiayaan per Juli 2022   tercatat sebesar 1,98 kali atau jauh di bawah batas maksimum 10 kali.
Sementara, untuk sektor Dana Pensiun, investasi dana pensiun tumbuh   positif secara YoY sebesar 2,99%. Total nilai investasi dana pensiun per   Juli 2022 mencapai Rp322,51 triliun. Selain itu, posisi pendanaan Dana   Pensiun Pemberi Kerja &amp;ndash; Program Pensiun Manfaat Pasti (DPPK-PPMP)   meningkat sebesar 0,72% dibandingkan dengan posisi per Juli 2021, hingga   mencapai angka 95%.</content:encoded></item></channel></rss>
