<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OJK Minta Industri Keuangan Non Bank Waspadai Kebocoran Data</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta perusahaan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) waspada dengan data nasabah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/320/2666840/ojk-minta-industri-keuangan-non-bank-waspadai-kebocoran-data</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/320/2666840/ojk-minta-industri-keuangan-non-bank-waspadai-kebocoran-data"/><item><title>OJK Minta Industri Keuangan Non Bank Waspadai Kebocoran Data</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/320/2666840/ojk-minta-industri-keuangan-non-bank-waspadai-kebocoran-data</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/320/2666840/ojk-minta-industri-keuangan-non-bank-waspadai-kebocoran-data</guid><pubDate>Selasa 13 September 2022 19:59 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/13/320/2666840/ojk-minta-industri-keuangan-non-bank-waspadai-kebocoran-data-rcL1ric16s.jpg" expression="full" type="image/jpeg">OJK minta perusahaan IKNB jaga data nasabah (Foto: okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/13/320/2666840/ojk-minta-industri-keuangan-non-bank-waspadai-kebocoran-data-rcL1ric16s.jpg</image><title>OJK minta perusahaan IKNB jaga data nasabah (Foto: okezone)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta perusahaan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) waspada dengan data nasabah. Hal itu merespons ramainya pemberitaan terkait kebocoran data oleh hacker.
Kepala Eksekutif Pengawasan IKNB OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, dari waktu ke waktu, dunia digital berkembang semakin canggih. Sehingga perusahaan besar dan negara-negara maju pun berpotensi untuk mengalami kebocoran data.
BACA JUGA:Ekonomi RI Pulih, OJK Harap Pasar Modal Dapat Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

&quot;Di perusahaan besar pun berpotensi juga terjadi seperti itu (kebocoran data) untuk yang asuransi dan sebagainya kita antisipasi untuk IKNB tentu tidak terjadi di industri IKNB,&quot; ujar Ogi saat Konferensi Pers di Wisma Mulia 2, Jakarta Selatan, Selasa (13/9/2022).
Menurutnya kejahatan digital dengan pembobolan data sulit terhindarkan, bahkan data kelembagaan pun tak luput dari serangan para hacker.
BACA JUGA:OJK Ungkap Kinerja Pasar Modal Membaik, Ini Buktinya

Oleh karena itu, ia menyampaikan bahwa masalah keamanan menjadi perhatian OJK dan akan dikomunikasikan kepada IKNB yang berada di bawah pengawasan OJK.
&quot;Jadi memang masalah security itu menjadi perhatian, tentunya kami juga akan menyampaikan kepada industri jasa keuangan non bank yang kami awasi,&quot; pungkasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8xMi8xLzE1MzE0OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Seperti diketahui, isu kebocoran data menjadi perbincangan hangat  dalam beberapa hari terakhir, hal itu disebabkan banyaknya data milik  perusahaan maupun pemerintah yang bocor dan diperjualbelikan.
Seperti contoh dugaan bocornya data 1,3 miliar data registrasi ulang  kartu SIM atau SIM card. Kebocoran data itu terjadi di situs Breached  forum yang dilakukan oleh hacker Bjorka.</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta perusahaan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) waspada dengan data nasabah. Hal itu merespons ramainya pemberitaan terkait kebocoran data oleh hacker.
Kepala Eksekutif Pengawasan IKNB OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, dari waktu ke waktu, dunia digital berkembang semakin canggih. Sehingga perusahaan besar dan negara-negara maju pun berpotensi untuk mengalami kebocoran data.
BACA JUGA:Ekonomi RI Pulih, OJK Harap Pasar Modal Dapat Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

&quot;Di perusahaan besar pun berpotensi juga terjadi seperti itu (kebocoran data) untuk yang asuransi dan sebagainya kita antisipasi untuk IKNB tentu tidak terjadi di industri IKNB,&quot; ujar Ogi saat Konferensi Pers di Wisma Mulia 2, Jakarta Selatan, Selasa (13/9/2022).
Menurutnya kejahatan digital dengan pembobolan data sulit terhindarkan, bahkan data kelembagaan pun tak luput dari serangan para hacker.
BACA JUGA:OJK Ungkap Kinerja Pasar Modal Membaik, Ini Buktinya

Oleh karena itu, ia menyampaikan bahwa masalah keamanan menjadi perhatian OJK dan akan dikomunikasikan kepada IKNB yang berada di bawah pengawasan OJK.
&quot;Jadi memang masalah security itu menjadi perhatian, tentunya kami juga akan menyampaikan kepada industri jasa keuangan non bank yang kami awasi,&quot; pungkasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8xMi8xLzE1MzE0OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Seperti diketahui, isu kebocoran data menjadi perbincangan hangat  dalam beberapa hari terakhir, hal itu disebabkan banyaknya data milik  perusahaan maupun pemerintah yang bocor dan diperjualbelikan.
Seperti contoh dugaan bocornya data 1,3 miliar data registrasi ulang  kartu SIM atau SIM card. Kebocoran data itu terjadi di situs Breached  forum yang dilakukan oleh hacker Bjorka.</content:encoded></item></channel></rss>
