<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Orang RI 'Doyan' Ngutang di Pinjol Dibanding ke Bank, Ternyata Ini Alasannya</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap orang RI lebih doyan ngutang di pinjaman online (pinjol) dari pada di bank.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/320/2666861/orang-ri-doyan-ngutang-di-pinjol-dibanding-ke-bank-ternyata-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/320/2666861/orang-ri-doyan-ngutang-di-pinjol-dibanding-ke-bank-ternyata-ini-alasannya"/><item><title>Orang RI 'Doyan' Ngutang di Pinjol Dibanding ke Bank, Ternyata Ini Alasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/320/2666861/orang-ri-doyan-ngutang-di-pinjol-dibanding-ke-bank-ternyata-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/320/2666861/orang-ri-doyan-ngutang-di-pinjol-dibanding-ke-bank-ternyata-ini-alasannya</guid><pubDate>Selasa 13 September 2022 20:31 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/13/320/2666861/orang-ri-doyan-ngutang-di-pinjol-dibanding-ke-bank-ternyata-ini-alasannya-lCOdTKlHDF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Orang RI doyan ngutang di pinjol (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/13/320/2666861/orang-ri-doyan-ngutang-di-pinjol-dibanding-ke-bank-ternyata-ini-alasannya-lCOdTKlHDF.jpg</image><title>Orang RI doyan ngutang di pinjol (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap orang RI lebih doyan ngutang di pinjaman online (pinjol) dari pada di bank.
Kepala Eksekutif Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, masyarakat lebih banyak memilih pinjol untuk mencari pendanaan dibandingkan dengan bank.
BACA JUGA:JPMorgan Akuisisi Fintech Renovite, Mau Bisnis Pinjol?

Menurutnya, ada berbagai alasan yang mendasari masyarakat lebih memilih pinjol dibandingkan bank, salah satunya karena pinjol lebih mudah diakses dan tidak menerapkan persyaratan yang rumit.
&quot;Jadi di nasabah itu ada yang disebut dengan tidak bankable underserve, memang tidak diterima di bank, bank kan ketat sekali,&quot; ujar Ogi dalam Konferensi Pers OJK, Selasa (13/9/2022).
BACA JUGA:Hati-Hati! 13 Investasi dan 78 Pinjol Bodong Bergentayangan, SWI Langsung Blokir

Dia menambahkan, dari riset yang dilakukan oleh OJK, faktor utama masyarakat lebih memilih pinjol adalah terkait dengan aksesibilitas.
Dia menerangkan bahwa banyak masyarakat yang belum terlayani di lembaga keuangan seperti bank, sehingga mereka lebih memilih pinjol untuk mendapatkan uang secara cepat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8xNi8xLzE0OTI4Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Kemudian yang UMKM underserve juga masih besar, jadi ini adalah  salah satu solusi daripada memberikan suatu inklusif kepada masyarakat  yang belum bankable dan belum underserve, itu dilayani oleh ini, jadi  sekali lagi, itu mekanismenya itu kayanya pricing tidak menjadi isu  utama, tapi kecepatan tadi,&quot; terang Ogi.
Sebagai informasi, OJK mencatat fintech peer to peer (P2P) lending  pada Juli 2022 terus mencatatkan pertumbuhan, di mana outstanding  pembiayaan tumbuh sebesar 88,84% dibandingkan dengan Juli 2021 hingga  mencapai Rp45,73 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap orang RI lebih doyan ngutang di pinjaman online (pinjol) dari pada di bank.
Kepala Eksekutif Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, masyarakat lebih banyak memilih pinjol untuk mencari pendanaan dibandingkan dengan bank.
BACA JUGA:JPMorgan Akuisisi Fintech Renovite, Mau Bisnis Pinjol?

Menurutnya, ada berbagai alasan yang mendasari masyarakat lebih memilih pinjol dibandingkan bank, salah satunya karena pinjol lebih mudah diakses dan tidak menerapkan persyaratan yang rumit.
&quot;Jadi di nasabah itu ada yang disebut dengan tidak bankable underserve, memang tidak diterima di bank, bank kan ketat sekali,&quot; ujar Ogi dalam Konferensi Pers OJK, Selasa (13/9/2022).
BACA JUGA:Hati-Hati! 13 Investasi dan 78 Pinjol Bodong Bergentayangan, SWI Langsung Blokir

Dia menambahkan, dari riset yang dilakukan oleh OJK, faktor utama masyarakat lebih memilih pinjol adalah terkait dengan aksesibilitas.
Dia menerangkan bahwa banyak masyarakat yang belum terlayani di lembaga keuangan seperti bank, sehingga mereka lebih memilih pinjol untuk mendapatkan uang secara cepat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8xNi8xLzE0OTI4Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Kemudian yang UMKM underserve juga masih besar, jadi ini adalah  salah satu solusi daripada memberikan suatu inklusif kepada masyarakat  yang belum bankable dan belum underserve, itu dilayani oleh ini, jadi  sekali lagi, itu mekanismenya itu kayanya pricing tidak menjadi isu  utama, tapi kecepatan tadi,&quot; terang Ogi.
Sebagai informasi, OJK mencatat fintech peer to peer (P2P) lending  pada Juli 2022 terus mencatatkan pertumbuhan, di mana outstanding  pembiayaan tumbuh sebesar 88,84% dibandingkan dengan Juli 2021 hingga  mencapai Rp45,73 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
