<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenhub: Pengelola Bandara Halim Tetap AP II</title><description>Kementerian Perhubungan menegaskan pengelola Bandara Halim Perdanakusuma tetap Angkasa Pura II.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/320/2666866/kemenhub-pengelola-bandara-halim-tetap-ap-ii</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/320/2666866/kemenhub-pengelola-bandara-halim-tetap-ap-ii"/><item><title>Kemenhub: Pengelola Bandara Halim Tetap AP II</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/320/2666866/kemenhub-pengelola-bandara-halim-tetap-ap-ii</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/13/320/2666866/kemenhub-pengelola-bandara-halim-tetap-ap-ii</guid><pubDate>Selasa 13 September 2022 20:38 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/13/320/2666866/kemenhub-pengelola-bandara-halim-tetap-ap-ii-OwwbTPIx4H.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengelola bandara Halim Perdanakusuma (FOto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/13/320/2666866/kemenhub-pengelola-bandara-halim-tetap-ap-ii-OwwbTPIx4H.jpg</image><title>Pengelola bandara Halim Perdanakusuma (FOto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Perhubungan menegaskan pengelola Bandara Halim Perdanakusuma tetap Angkasa Pura II. Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Nur Isnin Istiarto menegaskan AP II tetap menjadi pengelola Bandara Halim Perdanakusuma.
Hal itu ditegaskan Isnin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI di mana salah satu anggota Komisi V mempertanyakan gonjang ganjing pengelola bandara di Jakarta Timur itu.
BACA JUGA:15 Bandara Ini Layani 4,5 Juta Penumpang Selama Agustus 2022

&quot;Bandara Halim adalah bandar udara yang saat ini secara komersial dipegang Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) dan sertifikat bandar udara AP II,&quot; katanya dilansir dari Antara, Selasa (13/9/2022).
Sementara itu PT Angkasa Transportindo Selaras (ATS) merupakan pemegang pemanfaatan lahan di Bandara Halim Perdanakusuma. Maka AP II sebagai pemegang izin BUBU melakukan perjanjian kerja sama secara komersial (business to business) dengan PT ATS di Bandara Halim.
BACA JUGA:Anak Usaha Gudang Garam (GGRM) Bangun Bandara Internasional, Ini Lokasinya

&quot;Bagi regulator Perhubungan Udara, penanggung jawab tunggal pada safety dan security dari services adalah pemegang BUBU yaitu AP II, sedangkan urusan bisnis komersial dengan pemegang aset itu adalah B to B antara AP II dengan PT ATS,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8yNi80LzE1MjQ4My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sementara itu Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan  pihaknya menjalankan fungsi sebagai operator bandara dengan sertifikat  izin sebagai BUBU dan pemilik sertifikat bandar udara di Bandara Halim  Perdanakusuma.
&quot;Kami ingin sampaikan mitra kami adalah mitra yang memiliki hak  penguasaan dan pengelolaan lahan BMN (Barang Milik Negara) 21 hektare,  bukan untuk operator bandara,&quot; katanya. Artinya, sebagai operator  bandara, AP II harus berkolaborasi dengan PT ATS.
Awaluddin mengatakan pada 31 Agustus 2022 pihaknya telah  menandatangani perjanjian induk (Head of Agreement/HoA) untuk tetap  menjalankan fungsi kebandarudaraan di Halim Perdanakusuma sebagai  bandara komersial.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Perhubungan menegaskan pengelola Bandara Halim Perdanakusuma tetap Angkasa Pura II. Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Nur Isnin Istiarto menegaskan AP II tetap menjadi pengelola Bandara Halim Perdanakusuma.
Hal itu ditegaskan Isnin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI di mana salah satu anggota Komisi V mempertanyakan gonjang ganjing pengelola bandara di Jakarta Timur itu.
BACA JUGA:15 Bandara Ini Layani 4,5 Juta Penumpang Selama Agustus 2022

&quot;Bandara Halim adalah bandar udara yang saat ini secara komersial dipegang Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) dan sertifikat bandar udara AP II,&quot; katanya dilansir dari Antara, Selasa (13/9/2022).
Sementara itu PT Angkasa Transportindo Selaras (ATS) merupakan pemegang pemanfaatan lahan di Bandara Halim Perdanakusuma. Maka AP II sebagai pemegang izin BUBU melakukan perjanjian kerja sama secara komersial (business to business) dengan PT ATS di Bandara Halim.
BACA JUGA:Anak Usaha Gudang Garam (GGRM) Bangun Bandara Internasional, Ini Lokasinya

&quot;Bagi regulator Perhubungan Udara, penanggung jawab tunggal pada safety dan security dari services adalah pemegang BUBU yaitu AP II, sedangkan urusan bisnis komersial dengan pemegang aset itu adalah B to B antara AP II dengan PT ATS,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8yNi80LzE1MjQ4My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sementara itu Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan  pihaknya menjalankan fungsi sebagai operator bandara dengan sertifikat  izin sebagai BUBU dan pemilik sertifikat bandar udara di Bandara Halim  Perdanakusuma.
&quot;Kami ingin sampaikan mitra kami adalah mitra yang memiliki hak  penguasaan dan pengelolaan lahan BMN (Barang Milik Negara) 21 hektare,  bukan untuk operator bandara,&quot; katanya. Artinya, sebagai operator  bandara, AP II harus berkolaborasi dengan PT ATS.
Awaluddin mengatakan pada 31 Agustus 2022 pihaknya telah  menandatangani perjanjian induk (Head of Agreement/HoA) untuk tetap  menjalankan fungsi kebandarudaraan di Halim Perdanakusuma sebagai  bandara komersial.</content:encoded></item></channel></rss>
