<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ditopang Sektor Komoditas, IHSG Berpotensi Masih Bakal Menguat</title><description>IHSG pada perdagangan kemarin, Selasa (13/9/2022) ditutup menguat 63,55 poin atau 0,88% ke level 7.318,016.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/278/2667095/ditopang-sektor-komoditas-ihsg-berpotensi-masih-bakal-menguat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/278/2667095/ditopang-sektor-komoditas-ihsg-berpotensi-masih-bakal-menguat"/><item><title>Ditopang Sektor Komoditas, IHSG Berpotensi Masih Bakal Menguat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/278/2667095/ditopang-sektor-komoditas-ihsg-berpotensi-masih-bakal-menguat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/278/2667095/ditopang-sektor-komoditas-ihsg-berpotensi-masih-bakal-menguat</guid><pubDate>Rabu 14 September 2022 10:49 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/14/278/2667095/ditopang-sektor-komoditas-ihsg-berpotensi-masih-bakal-menguat-gEncs3hpuU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IHSG Diprediksi Menguat (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/14/278/2667095/ditopang-sektor-komoditas-ihsg-berpotensi-masih-bakal-menguat-gEncs3hpuU.jpg</image><title>IHSG Diprediksi Menguat (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin, Selasa (13/9/2022) ditutup menguat 63,55 poin atau 0,88% ke level 7.318,016. IHSG menyentuh angka tertingginya di level 7.300 salah satunya ditopang oleh tren pergerakan harga komoditas.
VP PT Samuel Sekuritas Muhammad Alfatih mengatakan, pergerakan indeks dalam negeri diuntungkan oleh krisis energi yang dialami beberapa negara. Adapun, tingkat inflasi di Amerika Serikat (AS) yang mencapai 8,3% disebut tidak terlalu berpengaruh terhadap pergerakan IHSG ke depan.
BACA JUGA:IHSG Diprediksi Melemah ke 7.123-7.299, Cek Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini

&amp;ldquo;Kalaupun ada koreksi, itu tidak akan terlalu dalam di rentang 7.300 hingga 7.250. Jika tekanannya cukup kuat, mungkin akan turun ke 7.200,&amp;rdquo; kata Alfatih dalam Market Buzz IDX Channel, Rabu (14/9/2022).
Menurutnya, pergerakan IHSG juga ditopang oleh investor asing yang masuk ke dalam saham-saham sektor komoditas seperti batu bara dan CPO. Alfatih menyebut, dengan tren kenaikan harga komoditas saat ini, para investor menilai bahwa pasar domestik merupakan salah satu pasar yang defensif dari sentimen negatif global.
BACA JUGA:MIND ID Lepas Mayoritas Saham Industri Baterai Listrik&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Mudah-mudahan segmen komoditi akan bertahan, agar IHSG kita juga bertahan,&amp;rdquo; kata dia.Untuk itu, ia merekomendasikan investor untuk mencermati saham yang dinilai tak terdampak dalam dengan gejolak ekonomi global saat ini, antara lain PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP).</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin, Selasa (13/9/2022) ditutup menguat 63,55 poin atau 0,88% ke level 7.318,016. IHSG menyentuh angka tertingginya di level 7.300 salah satunya ditopang oleh tren pergerakan harga komoditas.
VP PT Samuel Sekuritas Muhammad Alfatih mengatakan, pergerakan indeks dalam negeri diuntungkan oleh krisis energi yang dialami beberapa negara. Adapun, tingkat inflasi di Amerika Serikat (AS) yang mencapai 8,3% disebut tidak terlalu berpengaruh terhadap pergerakan IHSG ke depan.
BACA JUGA:IHSG Diprediksi Melemah ke 7.123-7.299, Cek Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini

&amp;ldquo;Kalaupun ada koreksi, itu tidak akan terlalu dalam di rentang 7.300 hingga 7.250. Jika tekanannya cukup kuat, mungkin akan turun ke 7.200,&amp;rdquo; kata Alfatih dalam Market Buzz IDX Channel, Rabu (14/9/2022).
Menurutnya, pergerakan IHSG juga ditopang oleh investor asing yang masuk ke dalam saham-saham sektor komoditas seperti batu bara dan CPO. Alfatih menyebut, dengan tren kenaikan harga komoditas saat ini, para investor menilai bahwa pasar domestik merupakan salah satu pasar yang defensif dari sentimen negatif global.
BACA JUGA:MIND ID Lepas Mayoritas Saham Industri Baterai Listrik&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Mudah-mudahan segmen komoditi akan bertahan, agar IHSG kita juga bertahan,&amp;rdquo; kata dia.Untuk itu, ia merekomendasikan investor untuk mencermati saham yang dinilai tak terdampak dalam dengan gejolak ekonomi global saat ini, antara lain PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP).</content:encoded></item></channel></rss>
