<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dapat Laba Rp2,2 Triliun, Vale Indonesia (INCO) Bagikan Dividen?   </title><description>PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan laba USD150,4 juta atau setara Rp2,2 triliun (kurs Rp14.915 per USD) di semester I-2022</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/278/2667455/dapat-laba-rp2-2-triliun-vale-indonesia-inco-bagikan-dividen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/278/2667455/dapat-laba-rp2-2-triliun-vale-indonesia-inco-bagikan-dividen"/><item><title>Dapat Laba Rp2,2 Triliun, Vale Indonesia (INCO) Bagikan Dividen?   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/278/2667455/dapat-laba-rp2-2-triliun-vale-indonesia-inco-bagikan-dividen</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/278/2667455/dapat-laba-rp2-2-triliun-vale-indonesia-inco-bagikan-dividen</guid><pubDate>Rabu 14 September 2022 16:12 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/14/278/2667455/dapat-laba-rp2-2-triliun-vale-indonesia-inco-bagikan-dividen-VvrXKgJkcn.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Vale Cetak Laba di Semester I-2022. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/14/278/2667455/dapat-laba-rp2-2-triliun-vale-indonesia-inco-bagikan-dividen-VvrXKgJkcn.jfif</image><title>Vale Cetak Laba di Semester I-2022. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan laba USD150,4 juta atau setara Rp2,2 triliun (kurs Rp14.915 per USD) di semester I-2022. Adapun, pendapatan perseroan tercatat tumbuh menjadi USD564,53 juta dari sebelumnya sebesar USD414,94 juta.
Seiring dengan kinerja positif pada paruh pertama tahun ini, perseroan menyebut bahwa, tidak menutup kemungkinan akan ada pembagian interim. Namun, keputusan tersebut harus dengan mempertimbangkan berbagai hal.
Baca Juga:&amp;nbsp;Perpanjangan Izin Tambang Vale Ditolak Gubernur Sulsel, Ini Reaksi Menteri ESDM
Direktur Keuangan INCO Bernardus Irmanto mengatakan, perseroan masih akan menghitung serta mengevaluasi kondisi kas ke depan. Hal ini dikarenakan ada beberapa proyek yang harus didanai oleh perseroan.
&amp;ldquo;Kami tidak menutup kemungkinan untuk pembagian dividen, namun kami harus sangat berhati-hati dalam berhitung dan mengkaji semua kebutuhan kas, terutama terkait proyek-proyek kami,&amp;rdquo; kata Bernadus dalam konferensi pers usai paparan publik, Rabu (14/9/2022).
Baca Juga:&amp;nbsp;Minta Tingkatkan Turunan Nikel ke Swasta, Menteri ESDM: Kita Punya, Kenapa Kita Tidak Dibikin
Sebagai informasi, saat ini  INCO tengah menggarap tiga proyek smelter nikel dengan total nilai investasi sebesar USD8 miliar. Pertama, proyek Blok Bahodopi yang akan dibangun di Kawasan Industri di Sambalagi, Sulawesi Selatan dengan nilai investasi sebesar USD2,3 miliar.
Kedua, proyek Blok Pomalaa di Sulawesi Tenggara yang bekerja sama dengan Huayou China dan Ford Motor. Adapun, pembangunan smelter ini memiliki nilai investasi sebesar USD4,5 miliar.Ketiga, INCO juga bekerja sama dengan Huayou China untuk membangun proyek Sorowako Limonite, yang bertujuan untuk memanfaatkan bijih limonit di Blok Sorowako, Sulawesi Selatan.
Proyek tersebut memiliki nilai investasi sebesar USD1,8 miliar yang rencananya akan dibangun di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
&amp;ldquo;Ketiga proyek ini merupakan proyek penting yang harus kami eksekusi dengan baik, yang juga mendapat dukungan dari pemerintah,&amp;rdquo; ujar dia.&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan laba USD150,4 juta atau setara Rp2,2 triliun (kurs Rp14.915 per USD) di semester I-2022. Adapun, pendapatan perseroan tercatat tumbuh menjadi USD564,53 juta dari sebelumnya sebesar USD414,94 juta.
Seiring dengan kinerja positif pada paruh pertama tahun ini, perseroan menyebut bahwa, tidak menutup kemungkinan akan ada pembagian interim. Namun, keputusan tersebut harus dengan mempertimbangkan berbagai hal.
Baca Juga:&amp;nbsp;Perpanjangan Izin Tambang Vale Ditolak Gubernur Sulsel, Ini Reaksi Menteri ESDM
Direktur Keuangan INCO Bernardus Irmanto mengatakan, perseroan masih akan menghitung serta mengevaluasi kondisi kas ke depan. Hal ini dikarenakan ada beberapa proyek yang harus didanai oleh perseroan.
&amp;ldquo;Kami tidak menutup kemungkinan untuk pembagian dividen, namun kami harus sangat berhati-hati dalam berhitung dan mengkaji semua kebutuhan kas, terutama terkait proyek-proyek kami,&amp;rdquo; kata Bernadus dalam konferensi pers usai paparan publik, Rabu (14/9/2022).
Baca Juga:&amp;nbsp;Minta Tingkatkan Turunan Nikel ke Swasta, Menteri ESDM: Kita Punya, Kenapa Kita Tidak Dibikin
Sebagai informasi, saat ini  INCO tengah menggarap tiga proyek smelter nikel dengan total nilai investasi sebesar USD8 miliar. Pertama, proyek Blok Bahodopi yang akan dibangun di Kawasan Industri di Sambalagi, Sulawesi Selatan dengan nilai investasi sebesar USD2,3 miliar.
Kedua, proyek Blok Pomalaa di Sulawesi Tenggara yang bekerja sama dengan Huayou China dan Ford Motor. Adapun, pembangunan smelter ini memiliki nilai investasi sebesar USD4,5 miliar.Ketiga, INCO juga bekerja sama dengan Huayou China untuk membangun proyek Sorowako Limonite, yang bertujuan untuk memanfaatkan bijih limonit di Blok Sorowako, Sulawesi Selatan.
Proyek tersebut memiliki nilai investasi sebesar USD1,8 miliar yang rencananya akan dibangun di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
&amp;ldquo;Ketiga proyek ini merupakan proyek penting yang harus kami eksekusi dengan baik, yang juga mendapat dukungan dari pemerintah,&amp;rdquo; ujar dia.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
