<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Vale Indonesia (INCO) Garap 3 Proyek Tambang Senilai Rp118 Triliun</title><description>PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menggarap tiga proyek pabrik dan smelter  dengan total nilai investasi sebesar USD8 miliar setara Rp118 triliun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/278/2667459/vale-indonesia-inco-garap-3-proyek-tambang-senilai-rp118-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/278/2667459/vale-indonesia-inco-garap-3-proyek-tambang-senilai-rp118-triliun"/><item><title>Vale Indonesia (INCO) Garap 3 Proyek Tambang Senilai Rp118 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/278/2667459/vale-indonesia-inco-garap-3-proyek-tambang-senilai-rp118-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/278/2667459/vale-indonesia-inco-garap-3-proyek-tambang-senilai-rp118-triliun</guid><pubDate>Rabu 14 September 2022 16:15 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/14/278/2667459/vale-indonesia-inco-garap-3-proyek-tambang-senilai-rp118-triliun-6vBjg3e7Ik.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">INCO garap tiga proyek tambang (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/14/278/2667459/vale-indonesia-inco-garap-3-proyek-tambang-senilai-rp118-triliun-6vBjg3e7Ik.jpeg</image><title>INCO garap tiga proyek tambang (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menggarap tiga proyek pabrik dan smelter dengan total nilai investasi sebesar USD8 miliar setara Rp118 triliun (kurs Rp14.800 per USD). Emiten pertambangan nikel ini menggarap proyek Blok Bahodopi yang akan dibangun di Kawasan Industri di Sambalagi, Sulawesi Selatan. Proyek ini memiliki nilai investasi sebesar USD2,3 miliar.
Pabrik ini akan dibangun menggunakan teknologi Rotary Kiln and Electric Furnace (RKEF) dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 73.000 ton nikel dalam Ferronickel (FeNi). Proyek ini diklaim sebagai pabrik RKEF dengan emisi karbon terendah kedua di Indonesia setelah pabrik milik perseroan lainnya yang berlokasi di Sorowako.
BACA JUGA:Dapat Laba Rp2,2 Triliun, Vale Indonesia (INCO) Bagikan Dividen? 

Direktur Keuangan INCO Bernardus Irmanto menjelaskan bahwa, Blok Bahodopi digarap dengan menggandeng dua mitra yakni,  PT Taiyuan Iron dan Steel (Grup) Co, Ltd (TISCO) dan Shandong Xinhai Technology Co, Ltd (Xinhai). Adapun, pembangunan proyek ini akan dimulai pada akhir 2022 dan diproyeksikan rampung pada 2025.
&amp;ldquo;Proyek pengembangan ini akan kami bangun bersama partner yang telah menyepakati untuk menggunakan gas alam cair sebagai sumber energi,&amp;rdquo; kata Bernadus dalam Public Expose Live 2022, Rabu (14/9/2022).
BACA JUGA:Belanja Modal Vale Indonesia (INCO) di 2023 Diprediksi USD120 Juta, untuk Apa?

Proyek selanjutnya yang juga tengah digarap oleh INCO yakni, Blok Pomalaa di Sulawesi Tenggara. Dalam membangun Blok Pomalaa, perseroan bekerja sama dengan Huayou China dan Ford Motor.
Pabrik dengan nilai investasi sebesar USD4,5 miliar ini akan dibangun menggunakan teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL). Blok Pomalaa diproyeksikan memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 120.000 ton nikel dalam Mixed Hydroxide Precipitate (MSP). Proyek ini juga diestimasikan rampung pada 2025 mendatang.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8xOC8xLzE1MjA2Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Terakhir, INCO juga bekerja sama dengan Huayou China untuk membangun  proyek Sorowako Limonite, yang bertujuan untuk memanfaatkan bijih  limonit di Blok Sorowako, Sulawesi Selatan.
Proyek tersebut memiliki nilai investasi sebesar USD1,8 miliar yang  rencananya akan dibangun di Luwu Timur, Sulawesi Selatan dan rampung  pada 2026. Pabrik ini juga akan dibangun dengan menggunakan teknologi  HPAL, yang akan memiliki kapasitas produksi tahunan 60.000 ton nikel  dalam MSP.
&amp;ldquo;Kami berencana untuk menjalankan proyek ini sebagai pengganti  komitmen Investasi KK, untuk meningkatkan ekspansi pabrik RKEF saat ini.  Hal ini lebih sejalan dengan visi pemerintah untuk menggalakan  investasi untuk mendukung ekosistem mobil listrik,&amp;rdquo; ungkap Bernadus.
Dia menambahkan bahwa, melalui proyek tersebut, jumlah investasi dan  penciptaan lapangan pekerjaan juga akan jauh lebih besar, dengan  demikian peningkatan ekonomi negara dan daerah juga akan meningkat.
&amp;ldquo;Ketiga proyek ini merupakan proyek penting yang harus kami eksekusi  dengan baik, yang juga mendapat dukungan dari pemerintah,&amp;rdquo; ujar dia.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menggarap tiga proyek pabrik dan smelter dengan total nilai investasi sebesar USD8 miliar setara Rp118 triliun (kurs Rp14.800 per USD). Emiten pertambangan nikel ini menggarap proyek Blok Bahodopi yang akan dibangun di Kawasan Industri di Sambalagi, Sulawesi Selatan. Proyek ini memiliki nilai investasi sebesar USD2,3 miliar.
Pabrik ini akan dibangun menggunakan teknologi Rotary Kiln and Electric Furnace (RKEF) dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 73.000 ton nikel dalam Ferronickel (FeNi). Proyek ini diklaim sebagai pabrik RKEF dengan emisi karbon terendah kedua di Indonesia setelah pabrik milik perseroan lainnya yang berlokasi di Sorowako.
BACA JUGA:Dapat Laba Rp2,2 Triliun, Vale Indonesia (INCO) Bagikan Dividen? 

Direktur Keuangan INCO Bernardus Irmanto menjelaskan bahwa, Blok Bahodopi digarap dengan menggandeng dua mitra yakni,  PT Taiyuan Iron dan Steel (Grup) Co, Ltd (TISCO) dan Shandong Xinhai Technology Co, Ltd (Xinhai). Adapun, pembangunan proyek ini akan dimulai pada akhir 2022 dan diproyeksikan rampung pada 2025.
&amp;ldquo;Proyek pengembangan ini akan kami bangun bersama partner yang telah menyepakati untuk menggunakan gas alam cair sebagai sumber energi,&amp;rdquo; kata Bernadus dalam Public Expose Live 2022, Rabu (14/9/2022).
BACA JUGA:Belanja Modal Vale Indonesia (INCO) di 2023 Diprediksi USD120 Juta, untuk Apa?

Proyek selanjutnya yang juga tengah digarap oleh INCO yakni, Blok Pomalaa di Sulawesi Tenggara. Dalam membangun Blok Pomalaa, perseroan bekerja sama dengan Huayou China dan Ford Motor.
Pabrik dengan nilai investasi sebesar USD4,5 miliar ini akan dibangun menggunakan teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL). Blok Pomalaa diproyeksikan memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 120.000 ton nikel dalam Mixed Hydroxide Precipitate (MSP). Proyek ini juga diestimasikan rampung pada 2025 mendatang.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8xOC8xLzE1MjA2Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Terakhir, INCO juga bekerja sama dengan Huayou China untuk membangun  proyek Sorowako Limonite, yang bertujuan untuk memanfaatkan bijih  limonit di Blok Sorowako, Sulawesi Selatan.
Proyek tersebut memiliki nilai investasi sebesar USD1,8 miliar yang  rencananya akan dibangun di Luwu Timur, Sulawesi Selatan dan rampung  pada 2026. Pabrik ini juga akan dibangun dengan menggunakan teknologi  HPAL, yang akan memiliki kapasitas produksi tahunan 60.000 ton nikel  dalam MSP.
&amp;ldquo;Kami berencana untuk menjalankan proyek ini sebagai pengganti  komitmen Investasi KK, untuk meningkatkan ekspansi pabrik RKEF saat ini.  Hal ini lebih sejalan dengan visi pemerintah untuk menggalakan  investasi untuk mendukung ekosistem mobil listrik,&amp;rdquo; ungkap Bernadus.
Dia menambahkan bahwa, melalui proyek tersebut, jumlah investasi dan  penciptaan lapangan pekerjaan juga akan jauh lebih besar, dengan  demikian peningkatan ekonomi negara dan daerah juga akan meningkat.
&amp;ldquo;Ketiga proyek ini merupakan proyek penting yang harus kami eksekusi  dengan baik, yang juga mendapat dukungan dari pemerintah,&amp;rdquo; ujar dia.</content:encoded></item></channel></rss>
