<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Tembakau Murah, Produksi Jadi Turun</title><description>Harga tembakau yang murah memicu penurunan produksi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/320/2667353/harga-tembakau-murah-produksi-jadi-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/320/2667353/harga-tembakau-murah-produksi-jadi-turun"/><item><title>Harga Tembakau Murah, Produksi Jadi Turun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/320/2667353/harga-tembakau-murah-produksi-jadi-turun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/320/2667353/harga-tembakau-murah-produksi-jadi-turun</guid><pubDate>Rabu 14 September 2022 14:27 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/14/320/2667353/harga-tembakau-murah-produksi-jadi-turun-Gmc2qYPTsz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Produksi tembakau turun (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/14/320/2667353/harga-tembakau-murah-produksi-jadi-turun-Gmc2qYPTsz.jpg</image><title>Produksi tembakau turun (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Harga tembakau yang murah memicu penurunan produksi. Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Agus Parmuji mengungkapkan bahwa pada tahun 2022 produksi tembakau sekitar 190 ribu ton hingga 200 ribu ton dengan luasan sekitar 200 ribu hektare.
BACA JUGA:Target Cukai Hasil Tembakau 2023 Rp232,6 Triliun, Pengusaha Bilang Begini 

&quot;Kalau sekarang luasannya sama tapi produksinya kelihatannya menurun di angka 180 atau 170 ribu ton,&quot; ungkapnya dalam program Market Review di IDX Channel, Rabu (14/9/2022).
BACA JUGA:Pengusaha hingga Petani Tolak Rencana Revisi PP Tembakau, Ini Alasannya 

Menurutnya, penurunan tersebut dikarenakan banyak petani yang tidak bisa menanam lagi karena tidak punya biaya, selain itu belajar dari pengalaman kemarin harga tembakau tak kunjung membaik.
&quot;Produksi nasional sekitar antara 180 sampai 200 ribu ton ini, itu sebenarnya untuk sektor penyerapannya di akhir musim itu habis. Cuma harga tidak kompetitif,&quot; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8yNC8yMC8xNTIzMzcvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia menyampaikan bahwa harga tembakau rajangan saat ini berkisar  antara Rp 50.000 hingga Rp 55.000 per kilogram. Namun harga tersebut  menurutnya belum bisa mengalihkan biaya modal.
&quot;Apalagi di panen saat ini itu ditambah beban biaya yang tinggi  dengan naiknya harga BBM. Kami pasti terpengaruh terhadap angkutan,  transportasi dan lain-lain,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Harga tembakau yang murah memicu penurunan produksi. Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Agus Parmuji mengungkapkan bahwa pada tahun 2022 produksi tembakau sekitar 190 ribu ton hingga 200 ribu ton dengan luasan sekitar 200 ribu hektare.
BACA JUGA:Target Cukai Hasil Tembakau 2023 Rp232,6 Triliun, Pengusaha Bilang Begini 

&quot;Kalau sekarang luasannya sama tapi produksinya kelihatannya menurun di angka 180 atau 170 ribu ton,&quot; ungkapnya dalam program Market Review di IDX Channel, Rabu (14/9/2022).
BACA JUGA:Pengusaha hingga Petani Tolak Rencana Revisi PP Tembakau, Ini Alasannya 

Menurutnya, penurunan tersebut dikarenakan banyak petani yang tidak bisa menanam lagi karena tidak punya biaya, selain itu belajar dari pengalaman kemarin harga tembakau tak kunjung membaik.
&quot;Produksi nasional sekitar antara 180 sampai 200 ribu ton ini, itu sebenarnya untuk sektor penyerapannya di akhir musim itu habis. Cuma harga tidak kompetitif,&quot; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8yNC8yMC8xNTIzMzcvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia menyampaikan bahwa harga tembakau rajangan saat ini berkisar  antara Rp 50.000 hingga Rp 55.000 per kilogram. Namun harga tersebut  menurutnya belum bisa mengalihkan biaya modal.
&quot;Apalagi di panen saat ini itu ditambah beban biaya yang tinggi  dengan naiknya harga BBM. Kami pasti terpengaruh terhadap angkutan,  transportasi dan lain-lain,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
