<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi AS 8,3%, Sri Mulyani: Picu Reaksi Negatif</title><description>Laju inflasi Amerika Serikat (AS) pada Agustus mencapai 8,3%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/320/2667377/inflasi-as-8-3-sri-mulyani-picu-reaksi-negatif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/320/2667377/inflasi-as-8-3-sri-mulyani-picu-reaksi-negatif"/><item><title>Inflasi AS 8,3%, Sri Mulyani: Picu Reaksi Negatif</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/320/2667377/inflasi-as-8-3-sri-mulyani-picu-reaksi-negatif</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/320/2667377/inflasi-as-8-3-sri-mulyani-picu-reaksi-negatif</guid><pubDate>Rabu 14 September 2022 14:49 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/14/320/2667377/inflasi-as-8-3-sri-mulyani-picu-reaksi-negatif-ReKE6nLSWt.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani waspadai inflasi AS (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/14/320/2667377/inflasi-as-8-3-sri-mulyani-picu-reaksi-negatif-ReKE6nLSWt.jpeg</image><title>Sri Mulyani waspadai inflasi AS (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Laju inflasi Amerika Serikat (AS) pada Agustus mencapai 8,3%. Menteri Keuangan Sri Mulyani mewaspadai kenaikan inflasi AS yang masih tinggi sehingga pada akhirnya akan membuat Bank Sentral AS, The Fed semakin hawkish dalam kebijakan moneternya.
&quot;Kita baru saja melihat tadi malam angka inflasi AS di level 8,3% secara tahunan pada Agustus 2022, yang menyebabkan reaksi negatif,&quot; ujar Sri Mulyani dilansir dari Antara, Rabu (14/9/2022).
BACA JUGA:Inflasi AS Tembus 8,3% di Agustus 2022

Dia menyebutkan reaksi negatif tersebut terjadi lantaran kenaikan inflasi Negeri Paman Sam bukan hanya terjadi pada inflasi indeks harga konsumen (IHK), tetapi inflasi intinya pun juga meningkat.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Selasa (13/9) bahwa IHK negara itu naik 0,1% secara bulanan pada Agustus 2022, dengan kenaikan 8,3% secara tahunan.
BACA JUGA:Deteksi Dini Kenaikan Inflasi, Sri Mulyani Minta Pemda Gunakan DAU dan DBH 

Inflasi inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, naik 0,6% secara bulanan dan 6,3% secara tahunan. Angka tersebut lebih tinggi dari ekspektasi pasar.
Maka dari itu, Sri Mulyani akan terus memantau kondisi global tersebut karena berpotensi mempengaruhi tiga asumsi makro Indonesia ke depannya, yakni pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan nilai tukar rupiah, terutama pada tahun 2023.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wNS80LzE1Mjg2Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Tentu perlu untuk terus diamati dan diantisipasi kalau guncangan  global bergerak ke arah yang tidak dapat diprediksi,&quot; ucap dia.
Adapun untuk tahun 2023, sambung dia, pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 5,3%.
Target tersebut dengan harapan situasi dunia tidak memburuk, baik  dari sisi keamanan, geopolitik, maupun dampak dari kinerja ekonomi  global akibat kenaikan suku bunga acuan bank sentral dunia yang  diperkirakan akan semakin tinggi dan cukup cepat kenaikannya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Laju inflasi Amerika Serikat (AS) pada Agustus mencapai 8,3%. Menteri Keuangan Sri Mulyani mewaspadai kenaikan inflasi AS yang masih tinggi sehingga pada akhirnya akan membuat Bank Sentral AS, The Fed semakin hawkish dalam kebijakan moneternya.
&quot;Kita baru saja melihat tadi malam angka inflasi AS di level 8,3% secara tahunan pada Agustus 2022, yang menyebabkan reaksi negatif,&quot; ujar Sri Mulyani dilansir dari Antara, Rabu (14/9/2022).
BACA JUGA:Inflasi AS Tembus 8,3% di Agustus 2022

Dia menyebutkan reaksi negatif tersebut terjadi lantaran kenaikan inflasi Negeri Paman Sam bukan hanya terjadi pada inflasi indeks harga konsumen (IHK), tetapi inflasi intinya pun juga meningkat.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Selasa (13/9) bahwa IHK negara itu naik 0,1% secara bulanan pada Agustus 2022, dengan kenaikan 8,3% secara tahunan.
BACA JUGA:Deteksi Dini Kenaikan Inflasi, Sri Mulyani Minta Pemda Gunakan DAU dan DBH 

Inflasi inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, naik 0,6% secara bulanan dan 6,3% secara tahunan. Angka tersebut lebih tinggi dari ekspektasi pasar.
Maka dari itu, Sri Mulyani akan terus memantau kondisi global tersebut karena berpotensi mempengaruhi tiga asumsi makro Indonesia ke depannya, yakni pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan nilai tukar rupiah, terutama pada tahun 2023.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wNS80LzE1Mjg2Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Tentu perlu untuk terus diamati dan diantisipasi kalau guncangan  global bergerak ke arah yang tidak dapat diprediksi,&quot; ucap dia.
Adapun untuk tahun 2023, sambung dia, pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 5,3%.
Target tersebut dengan harapan situasi dunia tidak memburuk, baik  dari sisi keamanan, geopolitik, maupun dampak dari kinerja ekonomi  global akibat kenaikan suku bunga acuan bank sentral dunia yang  diperkirakan akan semakin tinggi dan cukup cepat kenaikannya.</content:encoded></item></channel></rss>
