<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: Strategi Ambisius Indonesia Rendah Karbon Butuh Dukungan Nyata</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut strategi rendah karbon membutuhkan dukungan nyata dari masyarakat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/320/2667396/sri-mulyani-strategi-ambisius-indonesia-rendah-karbon-butuh-dukungan-nyata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/320/2667396/sri-mulyani-strategi-ambisius-indonesia-rendah-karbon-butuh-dukungan-nyata"/><item><title>Sri Mulyani: Strategi Ambisius Indonesia Rendah Karbon Butuh Dukungan Nyata</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/320/2667396/sri-mulyani-strategi-ambisius-indonesia-rendah-karbon-butuh-dukungan-nyata</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/320/2667396/sri-mulyani-strategi-ambisius-indonesia-rendah-karbon-butuh-dukungan-nyata</guid><pubDate>Rabu 14 September 2022 15:12 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/14/320/2667396/sri-mulyani-strategi-ambisius-indonesia-rendah-karbon-butuh-dukungan-nyata-PR8seRI5Eu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani ajak masyarakat dukung target rendah emisi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/14/320/2667396/sri-mulyani-strategi-ambisius-indonesia-rendah-karbon-butuh-dukungan-nyata-PR8seRI5Eu.jpg</image><title>Sri Mulyani ajak masyarakat dukung target rendah emisi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut strategi rendah karbon membutuhkan dukungan nyata dari masyarakat. Dia pun mengajak semua pihak baik para pemangku kepentingan maupun masyarakat umum untuk mengurangi emisi karbon dalam rangka mencegah terjadinya perubahan iklim di masa depan.
Dia mengatakan semua pihak harus membantu komitmen pemerintah Indonesia dan negara-negara di dunia dalam upaya mengurangi emisi karbon.
BACA JUGA:Percepat Turunkan Emisi Karbon, Pertamina Gandeng Perusahaan Nasional dan Global

Melalui Paris Agreement, dia menjelaskan pemerintah telah berkomitmen mengurangi emisi karbon sebesar 29% dengan upaya sendiri dan 41% dengan dukungan internasional pada tahun 2030, dalam rangka mencegah terjadinya perubahan iklim di masa depan.
&amp;ldquo;Agar kita bisa mencapai implementasi strategi ambisius jangka panjang Indonesia untuk rendah karbon dan tahan iklim, kita pasti membutuhkan dukungan secara nyata. Ini sangat bergantung pada dukungan semua pemangku kepentingan, dan tidak bisa hanya mengandalkan sumber daya pemerintah sendiri,&amp;rdquo; kata Sri Mulyani dilansir dari Antara, Rabu (14/9/2022).
BACA JUGA:KLHK Paparkan Strategi Realisasikan Program Penurunan Emisi Karbon

Dia mengatakan perubahan iklim akan menyebabkan bencana kekeringan, banjir, badai, hingga kenaikan permukaan air laut, sehingga nantinya dapat berdampak secara langsung terhadap lingkungan, sosial hingga perekonomian.
Dia melanjutkan meningkatnya emisi gas rumah kaca sebesar 4,3% setiap tahunnya dari tahun 2010 hingga 2018, telah menyebabkan permukaan air laut di Indonesia meningkat rata-rata sebesar 0,8 hingga 1,2 centimeter (cm) per tahun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNy8wNy85LzE1MDI3Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Beberapa indikator perubahan iklim seperti emisi gas rumah kaca,  rata-rata suhu permukaan dan tinggi muka air laut menunjukkan urgensi  untuk segera memulai perubahan iklim,&amp;rdquo; kata Sri Mulyani.
Dia memperkirakan potensi kerugian ekonomi Indonesia yang disebabkan  oleh perubahan iklim dapat mencapai 0,62 hingga 3,45% dari Produk  Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2030.
&amp;ldquo;Kerugian ekonomi akibat krisis iklim ini akan mencapai 0,5% dari PDB  pada tahun depan (2023), dan dampaknya terhadap manusia dan ekosistem  di seluruh dunia akan lebih signifikan,&amp;rdquo; kata Sri Mulyani.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan pemerintah telah  mengalokasikan anggaran sebesar Rp89,6 triliun atau 3,6% dari total  belanja pemerintah dalam aksi mitigasi dan adaptasi menghadapi perubahan  iklim setiap tahunnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut strategi rendah karbon membutuhkan dukungan nyata dari masyarakat. Dia pun mengajak semua pihak baik para pemangku kepentingan maupun masyarakat umum untuk mengurangi emisi karbon dalam rangka mencegah terjadinya perubahan iklim di masa depan.
Dia mengatakan semua pihak harus membantu komitmen pemerintah Indonesia dan negara-negara di dunia dalam upaya mengurangi emisi karbon.
BACA JUGA:Percepat Turunkan Emisi Karbon, Pertamina Gandeng Perusahaan Nasional dan Global

Melalui Paris Agreement, dia menjelaskan pemerintah telah berkomitmen mengurangi emisi karbon sebesar 29% dengan upaya sendiri dan 41% dengan dukungan internasional pada tahun 2030, dalam rangka mencegah terjadinya perubahan iklim di masa depan.
&amp;ldquo;Agar kita bisa mencapai implementasi strategi ambisius jangka panjang Indonesia untuk rendah karbon dan tahan iklim, kita pasti membutuhkan dukungan secara nyata. Ini sangat bergantung pada dukungan semua pemangku kepentingan, dan tidak bisa hanya mengandalkan sumber daya pemerintah sendiri,&amp;rdquo; kata Sri Mulyani dilansir dari Antara, Rabu (14/9/2022).
BACA JUGA:KLHK Paparkan Strategi Realisasikan Program Penurunan Emisi Karbon

Dia mengatakan perubahan iklim akan menyebabkan bencana kekeringan, banjir, badai, hingga kenaikan permukaan air laut, sehingga nantinya dapat berdampak secara langsung terhadap lingkungan, sosial hingga perekonomian.
Dia melanjutkan meningkatnya emisi gas rumah kaca sebesar 4,3% setiap tahunnya dari tahun 2010 hingga 2018, telah menyebabkan permukaan air laut di Indonesia meningkat rata-rata sebesar 0,8 hingga 1,2 centimeter (cm) per tahun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNy8wNy85LzE1MDI3Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Beberapa indikator perubahan iklim seperti emisi gas rumah kaca,  rata-rata suhu permukaan dan tinggi muka air laut menunjukkan urgensi  untuk segera memulai perubahan iklim,&amp;rdquo; kata Sri Mulyani.
Dia memperkirakan potensi kerugian ekonomi Indonesia yang disebabkan  oleh perubahan iklim dapat mencapai 0,62 hingga 3,45% dari Produk  Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2030.
&amp;ldquo;Kerugian ekonomi akibat krisis iklim ini akan mencapai 0,5% dari PDB  pada tahun depan (2023), dan dampaknya terhadap manusia dan ekosistem  di seluruh dunia akan lebih signifikan,&amp;rdquo; kata Sri Mulyani.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan pemerintah telah  mengalokasikan anggaran sebesar Rp89,6 triliun atau 3,6% dari total  belanja pemerintah dalam aksi mitigasi dan adaptasi menghadapi perubahan  iklim setiap tahunnya.</content:encoded></item></channel></rss>
