<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Bayar Subsidi ke Pertamina-PLN Setiap 3 Bulan Mulai 2023</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani akan membayar subsidi ke Pertamina dan PLN setiap tiga bulan sekali mulai 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/320/2667584/sri-mulyani-bayar-subsidi-ke-pertamina-pln-setiap-3-bulan-mulai-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/320/2667584/sri-mulyani-bayar-subsidi-ke-pertamina-pln-setiap-3-bulan-mulai-2023"/><item><title>Sri Mulyani Bayar Subsidi ke Pertamina-PLN Setiap 3 Bulan Mulai 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/320/2667584/sri-mulyani-bayar-subsidi-ke-pertamina-pln-setiap-3-bulan-mulai-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/320/2667584/sri-mulyani-bayar-subsidi-ke-pertamina-pln-setiap-3-bulan-mulai-2023</guid><pubDate>Rabu 14 September 2022 17:59 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/14/320/2667584/sri-mulyani-bayar-subsidi-ke-pertamina-pln-setiap-3-bulan-mulai-2023-4a2fBtBvt8.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani bayar subsidi ke Pertamina dan PLN setiap tiga bulan sekali (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/14/320/2667584/sri-mulyani-bayar-subsidi-ke-pertamina-pln-setiap-3-bulan-mulai-2023-4a2fBtBvt8.jpeg</image><title>Sri Mulyani bayar subsidi ke Pertamina dan PLN setiap tiga bulan sekali (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani akan membayar subsidi ke Pertamina dan PLN setiap tiga bulan sekali mulai 2023. Skema pembayaran subsidi berbeda dari sebelumnya yang dibayarkan setiap akhir tahun dan mendapatkan hasil audit untuk membayarkan subsidi tersebut.
&quot;Ini agar cashflow atau arus kas yang ada di Pertamina dan PLN, serta dari sisi akurasi refleksi APBN kita menjadi lebih kredibel,&quot; ujar Sri Mulyani dilansir dari Antara, Rabu (14/9/2022).
BACA JUGA:Perubahan Iklim, Sri Mulyani Sebut Indonesia Bisa Kehilangan Rp112 Triliun
Adapun dalam kesepakatan Panitia Kerja A Banggar DPR, terdapat sedikit perubahan alokasi subsidi energi pada 2023, yang disebabkan perubahan asumsi nilai tukar dari Rp14.750 per dolar AS menjadi Rp14.800 per dolar AS.
BACA JUGA:Sri Mulyani: Strategi Ambisius Indonesia Rendah Karbon Butuh Dukungan Nyata
Sri Mulyani menjelaskan secara keseluruhan terdapat tambahan Rp1,3 triliun subsidi energi pada tahun depan, yakni dari Rp210,7 triliun yang ditetapkan dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023 menjadi Rp212 triliun.


Namun, angka tersebut belum termasuk dana kompensasi yang juga akan  dibayarkan kepada Pertamina dan PLN. Bendahara Negara merinci anggaran  subsidi terdiri atas kenaikan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan  elpiji tabung 3 kilogram (kg) sebesar Rp1,1 triliun dari Rp138,3 triliun  menjadi Rp139,4 triliun dan subsidi listrik yang naik Rp200 miliar dari  Rp72,3 triliun menjadi Rp72,6 triliun.
Subsidi BBM dan elpiji tabung 3 kg meliputi subsidi jenis BBM  tertentu yang naik Rp600 miliar dari Rp20,9 triliun menjadi Rp21,5  triliun dan subsidi elpiji tabung 3 kg yang meningkat Rp400 miliar dari  Rp117,4 triliun menjadi Rp117,8 triliun.
&quot;Di dalam alokasi ini, kami juga sudah memasukkan cadangan satu juta  kiloliter untuk solar dan elpiji sebesar 500 ribu metrik ton,&quot; ungkap  Sri Mulyani.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani akan membayar subsidi ke Pertamina dan PLN setiap tiga bulan sekali mulai 2023. Skema pembayaran subsidi berbeda dari sebelumnya yang dibayarkan setiap akhir tahun dan mendapatkan hasil audit untuk membayarkan subsidi tersebut.
&quot;Ini agar cashflow atau arus kas yang ada di Pertamina dan PLN, serta dari sisi akurasi refleksi APBN kita menjadi lebih kredibel,&quot; ujar Sri Mulyani dilansir dari Antara, Rabu (14/9/2022).
BACA JUGA:Perubahan Iklim, Sri Mulyani Sebut Indonesia Bisa Kehilangan Rp112 Triliun
Adapun dalam kesepakatan Panitia Kerja A Banggar DPR, terdapat sedikit perubahan alokasi subsidi energi pada 2023, yang disebabkan perubahan asumsi nilai tukar dari Rp14.750 per dolar AS menjadi Rp14.800 per dolar AS.
BACA JUGA:Sri Mulyani: Strategi Ambisius Indonesia Rendah Karbon Butuh Dukungan Nyata
Sri Mulyani menjelaskan secara keseluruhan terdapat tambahan Rp1,3 triliun subsidi energi pada tahun depan, yakni dari Rp210,7 triliun yang ditetapkan dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023 menjadi Rp212 triliun.


Namun, angka tersebut belum termasuk dana kompensasi yang juga akan  dibayarkan kepada Pertamina dan PLN. Bendahara Negara merinci anggaran  subsidi terdiri atas kenaikan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan  elpiji tabung 3 kilogram (kg) sebesar Rp1,1 triliun dari Rp138,3 triliun  menjadi Rp139,4 triliun dan subsidi listrik yang naik Rp200 miliar dari  Rp72,3 triliun menjadi Rp72,6 triliun.
Subsidi BBM dan elpiji tabung 3 kg meliputi subsidi jenis BBM  tertentu yang naik Rp600 miliar dari Rp20,9 triliun menjadi Rp21,5  triliun dan subsidi elpiji tabung 3 kg yang meningkat Rp400 miliar dari  Rp117,4 triliun menjadi Rp117,8 triliun.
&quot;Di dalam alokasi ini, kami juga sudah memasukkan cadangan satu juta  kiloliter untuk solar dan elpiji sebesar 500 ribu metrik ton,&quot; ungkap  Sri Mulyani.</content:encoded></item></channel></rss>
