<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Industri Petrokimia Butuh 2.800 Tenaga Kerja</title><description>Industri petrokimia di Provinsi Banten membutuhkan 2.800 tenaga kerja.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/320/2667593/industri-petrokimia-butuh-2-800-tenaga-kerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/320/2667593/industri-petrokimia-butuh-2-800-tenaga-kerja"/><item><title>Industri Petrokimia Butuh 2.800 Tenaga Kerja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/320/2667593/industri-petrokimia-butuh-2-800-tenaga-kerja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/320/2667593/industri-petrokimia-butuh-2-800-tenaga-kerja</guid><pubDate>Rabu 14 September 2022 18:08 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/14/320/2667593/industri-petrokimia-butuh-2-800-tenaga-kerja-maSkxAZwkt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Industri petrokimia butuh banyak tenaga kerja (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/14/320/2667593/industri-petrokimia-butuh-2-800-tenaga-kerja-maSkxAZwkt.jpg</image><title>Industri petrokimia butuh banyak tenaga kerja (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Industri petrokimia di Provinsi Banten membutuhkan 2.800 tenaga kerja. Dengan kebutuhan tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bekerja sama dengan asosiasi dan mitra industri setempat untuk mendirikan politeknik yang lulusannya akan langsung diserap kerja pada industri.
BACA JUGA:Sepatu Nike Made in Tangerang Serap 40 Ribu Tenaga Kerja Lokal

&quot;Industri petrokimia merupakan sektor industri tingkat hulu penghasil berbagai produk dan bahan kimia penting yang menjadi bahan baku primer untuk menyokong operasi komersial industri otomotif, mesin, elektronika, konstruksi, aplikasi rumah tangga, dan lainnya,&amp;rdquo; kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Arus Gunawan dilansir dari Antara, Rabu (14/9/2022).
BACA JUGA:Industri Makanan dan Minuman Tarik Investasi Rp21,9 Triliun, Serap 1,1 Juta Tenaga Kerja

Arus mengatakan, Kemenperin berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan industri nasional yang berdaya saing global. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan vokasi oleh Badan Pengembangan Sumber Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan industri nasional yang berdaya saing global.
Hal ini sejalan dalam upaya mewujudkan Indonesia menjadi negara industri yang tangguh. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan vokasi oleh BPSDMI.BPSDMI Kemenperin telah menyelenggarakan acara Pembukaan Pengenalan  Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di unit pendidikan tinggi  yang baru, yakni Politeknik Industri Petrokimia Banten.
Pendirian dan perizinan Politeknik Industri Petrokimia Banten ini  sudah melalui proses yang panjang hingga resmi mendapatkan izin dari  Kementerian terkait pada tahun 2022.
Ketua Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) Suhat Miyarso  menjelaskan, Kemenperin dan INAPLAS telah merencanakan pendirian  Politeknik Industri Petrokimia Banten sejak 2018 dalam rangka memenuhi  kebutuhan SDM yang siap pakai dan kompeten untuk industri petrokimia  yang kian meningkat.
&amp;ldquo;Politeknik ini sejalan dengan program peningkatan pendidikan yang  sedang dilaksanakan di Kota Cilegon dan Kabupaten Serang,&amp;rdquo; tuturnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang Asep  Nugrahajaya menerangkan, tuntutan tenaga kerja harus disesuaikan dengan  kebutuhan di bidang industri sehingga diperlukan SDM yang memenuhi  kebutuhan tersebut.
&amp;ldquo;Pemerintah Kabupaten Serang menjadikan aktivitas pendidikan  prioritas program kami, dan kami mendukung seluruh kegiatan pembelajaran  di politeknik ini,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Industri petrokimia di Provinsi Banten membutuhkan 2.800 tenaga kerja. Dengan kebutuhan tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bekerja sama dengan asosiasi dan mitra industri setempat untuk mendirikan politeknik yang lulusannya akan langsung diserap kerja pada industri.
BACA JUGA:Sepatu Nike Made in Tangerang Serap 40 Ribu Tenaga Kerja Lokal

&quot;Industri petrokimia merupakan sektor industri tingkat hulu penghasil berbagai produk dan bahan kimia penting yang menjadi bahan baku primer untuk menyokong operasi komersial industri otomotif, mesin, elektronika, konstruksi, aplikasi rumah tangga, dan lainnya,&amp;rdquo; kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Arus Gunawan dilansir dari Antara, Rabu (14/9/2022).
BACA JUGA:Industri Makanan dan Minuman Tarik Investasi Rp21,9 Triliun, Serap 1,1 Juta Tenaga Kerja

Arus mengatakan, Kemenperin berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan industri nasional yang berdaya saing global. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan vokasi oleh Badan Pengembangan Sumber Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan industri nasional yang berdaya saing global.
Hal ini sejalan dalam upaya mewujudkan Indonesia menjadi negara industri yang tangguh. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan vokasi oleh BPSDMI.BPSDMI Kemenperin telah menyelenggarakan acara Pembukaan Pengenalan  Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di unit pendidikan tinggi  yang baru, yakni Politeknik Industri Petrokimia Banten.
Pendirian dan perizinan Politeknik Industri Petrokimia Banten ini  sudah melalui proses yang panjang hingga resmi mendapatkan izin dari  Kementerian terkait pada tahun 2022.
Ketua Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) Suhat Miyarso  menjelaskan, Kemenperin dan INAPLAS telah merencanakan pendirian  Politeknik Industri Petrokimia Banten sejak 2018 dalam rangka memenuhi  kebutuhan SDM yang siap pakai dan kompeten untuk industri petrokimia  yang kian meningkat.
&amp;ldquo;Politeknik ini sejalan dengan program peningkatan pendidikan yang  sedang dilaksanakan di Kota Cilegon dan Kabupaten Serang,&amp;rdquo; tuturnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang Asep  Nugrahajaya menerangkan, tuntutan tenaga kerja harus disesuaikan dengan  kebutuhan di bidang industri sehingga diperlukan SDM yang memenuhi  kebutuhan tersebut.
&amp;ldquo;Pemerintah Kabupaten Serang menjadikan aktivitas pendidikan  prioritas program kami, dan kami mendukung seluruh kegiatan pembelajaran  di politeknik ini,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
