<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Soroti Inflasi Tinggi, Apa Langkah BI?</title><description>Presiden Jokowi menyoroti tingginya laju inflasi di beberapa daerah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/320/2667652/jokowi-soroti-inflasi-tinggi-apa-langkah-bi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/320/2667652/jokowi-soroti-inflasi-tinggi-apa-langkah-bi"/><item><title>Jokowi Soroti Inflasi Tinggi, Apa Langkah BI?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/320/2667652/jokowi-soroti-inflasi-tinggi-apa-langkah-bi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/14/320/2667652/jokowi-soroti-inflasi-tinggi-apa-langkah-bi</guid><pubDate>Rabu 14 September 2022 19:26 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/14/320/2667652/jokowi-soroti-inflasi-tinggi-apa-langkah-bi-qintd6e2ZI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi soroti tingginya inflasi di daerah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/14/320/2667652/jokowi-soroti-inflasi-tinggi-apa-langkah-bi-qintd6e2ZI.jpg</image><title>Jokowi soroti tingginya inflasi di daerah (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Jokowi menyoroti tingginya laju inflasi di beberapa daerah. Untuk itu, Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berkomitmen memperkuat sinergi dan inovasi berbagai program pengendalian inflasi dan membangun ketahanan pangan nasional.
&quot;Penguatan sinergi dan inovasi ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia,&quot; kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dilansir dari Antara, Rabu (14/9/2022).
BACA JUGA:Kenaikan Harga Pangan Bisa Picu Inflasi RI Tembus 7%

Acara tersebut dihadiri Gubernur Bank Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Koperasi dan UMKM, Menteri Dalam Negeri yang diwakili oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan yang diwakili oleh Dirjen Perimbangan Keuangan, Menteri PPN/ Bappenas yang diwakili oleh Deputi Bidang Ekonomi.
Selain itu, Menteri Pertanian yang diwakili oleh Dirjen Hortikultura, Kepala Badan Pangan Nasional, Direktur Utama Perum Bulog yang diwakili oleh Direktur Keuangan, Wakil Ketua Komisi III, IV, VIII dan XI DPR RI, anggota Komisi II dan XI DPR RI, sejumlah Kepala Daerah, serta mitra strategis lainnya.
BACA JUGA:Inflasi AS Masih Tinggi, Apa Dampaknya ke Ekonomi RI?

Gubernur BI menekankan, pentingnya semangat gotong royong untuk memperkuat koordinasi dan sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Pusat, dan Daerah serta mitra kerja lainnya melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
Terdapat tiga hal penting dalam pengendalian inflasi nasional, yaitu pertama, tren kenaikan inflasi saat ini disebabkan oleh kenaikan harga pangan bergejolak, sehingga GNPIP menjadi urgensi tersendiri untuk mengatasi gejolak harga tersebut agar tingkat inflasi volatile foods dapat turun di bawah 5%.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wNS80LzE1Mjg2Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kedua, upaya pengendalian inflasi perlu diperkuat dengan mencermati  bagaimana dampak rambatan kenaikan BBM dan efektivitas subsidi penyangga  sosial, guna menjaga daya beli masyarakat.
Terakhir, menindaklanjuti arahan Presiden pada Rakornas Pengendalian  Inflasi dan Rapat 12 September 2022, perlu diperkuat sinergi dan  berbagai upaya agar mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut dia, dengan tujuh program unggulan GNPIP yang sudah  diimplementasikan di 28 wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia  Dalam Negeri sejak 10 Agustus 2022.
GNPIP tercatat sudah berkontribusi membantu 179 pasar murah,  mengkoordinasikan 43 kerja sama antardaerah, mendistribusikan 902.977  polybag bibit cabai dan berbagai program lainnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga  Hartarto juga menyampaikan langkah pengendalian inflasi yang dapat  ditempuh antara lain memperluas kerja sama antardaerah, melaksanakan  operasi pasar dalam memastikan keterjangkauan harga, pemanfaatan  platform perdagangan digital untuk memperlancar distribusi.
Selain itu, menggunakan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) dalam  pengendalian inflasi, mengoptimalkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik  untuk tematik ketahanan pangan dan pemanfaatan 2%, Dana Transportasi Umum (DTU) untuk membantu sektor transportasi dan tambahan perlindungan sosial.
Begitu juga dengan mempercepat implementasi program tanam pangan  pekarangan, menyusun Neraca Komoditas Pangan Strategis oleh seluruh  Pemerintah Daerah, memperkuat sarana-prasarana penyimpanan produk hasil  panen serta memperkuat sinergi TPIP-TPID dengan memperluas GNPIP untuk  mempercepat stabilisasi harga.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Jokowi menyoroti tingginya laju inflasi di beberapa daerah. Untuk itu, Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berkomitmen memperkuat sinergi dan inovasi berbagai program pengendalian inflasi dan membangun ketahanan pangan nasional.
&quot;Penguatan sinergi dan inovasi ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia,&quot; kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dilansir dari Antara, Rabu (14/9/2022).
BACA JUGA:Kenaikan Harga Pangan Bisa Picu Inflasi RI Tembus 7%

Acara tersebut dihadiri Gubernur Bank Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Koperasi dan UMKM, Menteri Dalam Negeri yang diwakili oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan yang diwakili oleh Dirjen Perimbangan Keuangan, Menteri PPN/ Bappenas yang diwakili oleh Deputi Bidang Ekonomi.
Selain itu, Menteri Pertanian yang diwakili oleh Dirjen Hortikultura, Kepala Badan Pangan Nasional, Direktur Utama Perum Bulog yang diwakili oleh Direktur Keuangan, Wakil Ketua Komisi III, IV, VIII dan XI DPR RI, anggota Komisi II dan XI DPR RI, sejumlah Kepala Daerah, serta mitra strategis lainnya.
BACA JUGA:Inflasi AS Masih Tinggi, Apa Dampaknya ke Ekonomi RI?

Gubernur BI menekankan, pentingnya semangat gotong royong untuk memperkuat koordinasi dan sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Pusat, dan Daerah serta mitra kerja lainnya melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
Terdapat tiga hal penting dalam pengendalian inflasi nasional, yaitu pertama, tren kenaikan inflasi saat ini disebabkan oleh kenaikan harga pangan bergejolak, sehingga GNPIP menjadi urgensi tersendiri untuk mengatasi gejolak harga tersebut agar tingkat inflasi volatile foods dapat turun di bawah 5%.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wNS80LzE1Mjg2Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kedua, upaya pengendalian inflasi perlu diperkuat dengan mencermati  bagaimana dampak rambatan kenaikan BBM dan efektivitas subsidi penyangga  sosial, guna menjaga daya beli masyarakat.
Terakhir, menindaklanjuti arahan Presiden pada Rakornas Pengendalian  Inflasi dan Rapat 12 September 2022, perlu diperkuat sinergi dan  berbagai upaya agar mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut dia, dengan tujuh program unggulan GNPIP yang sudah  diimplementasikan di 28 wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia  Dalam Negeri sejak 10 Agustus 2022.
GNPIP tercatat sudah berkontribusi membantu 179 pasar murah,  mengkoordinasikan 43 kerja sama antardaerah, mendistribusikan 902.977  polybag bibit cabai dan berbagai program lainnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga  Hartarto juga menyampaikan langkah pengendalian inflasi yang dapat  ditempuh antara lain memperluas kerja sama antardaerah, melaksanakan  operasi pasar dalam memastikan keterjangkauan harga, pemanfaatan  platform perdagangan digital untuk memperlancar distribusi.
Selain itu, menggunakan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) dalam  pengendalian inflasi, mengoptimalkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik  untuk tematik ketahanan pangan dan pemanfaatan 2%, Dana Transportasi Umum (DTU) untuk membantu sektor transportasi dan tambahan perlindungan sosial.
Begitu juga dengan mempercepat implementasi program tanam pangan  pekarangan, menyusun Neraca Komoditas Pangan Strategis oleh seluruh  Pemerintah Daerah, memperkuat sarana-prasarana penyimpanan produk hasil  panen serta memperkuat sinergi TPIP-TPID dengan memperluas GNPIP untuk  mempercepat stabilisasi harga.</content:encoded></item></channel></rss>
