<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dirut BTN Bocorkan Pemakaian Dana Rights Issue</title><description>PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank BTN membocorkan rencana pemakaian dana rights issue.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/15/278/2668320/dirut-btn-bocorkan-pemakaian-dana-rights-issue</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/15/278/2668320/dirut-btn-bocorkan-pemakaian-dana-rights-issue"/><item><title>Dirut BTN Bocorkan Pemakaian Dana Rights Issue</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/15/278/2668320/dirut-btn-bocorkan-pemakaian-dana-rights-issue</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/15/278/2668320/dirut-btn-bocorkan-pemakaian-dana-rights-issue</guid><pubDate>Kamis 15 September 2022 16:39 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/15/278/2668320/dirut-btn-bocorkan-pemakaian-dana-rights-issue-sHeZh8aktg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rencana penggunaan dana rights issue BTN (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/15/278/2668320/dirut-btn-bocorkan-pemakaian-dana-rights-issue-sHeZh8aktg.jpg</image><title>Rencana penggunaan dana rights issue BTN (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank BTN membocorkan rencana pemakaian dana rights issue. Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo menegaskan dana rights issue seluruhnya akan digunakan untuk ekspansi kredit perseroan.
BACA JUGA:BTN Cetak Laba Rp1,4 Triliun, Meroket 59% di Semester I-2022 

&quot;Dana rights issue yang sudah kita rencanakan tentu sepenuhnya untuk ekspansi kredit, karena kita tahu target ke depan pembiayaan perumahan itu akan sangat besar. Dan bukan saja kita lakukan untuk pembiayaan kepada KPR yang subsidi, tapi juga non subsidi,&quot; ujar Haru dilansir dari Antara, Kamis (15/9/2022).
Rencana emiten berkode saham BBTN itu melakukan rights issue semakin menemukan titik terang. Setelah melakukan keterbukaan informasi awal pada awal pekan ini, sekarang manajemen BTN mendapatkan lampu hijau dari DPR RI.
BACA JUGA:Dirkeu: Tak Ada Rencana Penggabungan BNI dengan BTN

Komisi XI DPR RI menyetujui penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMTED) atau rights issue BTN, dengan alokasi Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp2,48 triliun dan publik sebesar Rp1,65 triliun.
Komisi XI menyatakan PMN kepada BTN dimaksudkan untuk memperkuat struktur permodalan BTN dengan capital adequacy ratio (CAR) terjaga di atas 15,4%.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selain itu, PMN juga akan meningkatkan kemampuan bisnis dari BTN,  khususnya penyaluran 1,32 juta unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR), yang  akan mendukung target prioritas nasional di bidang perumahan, serta  pengembangan bisnis berbasis ekosistem perumahan.
&quot;Kita ada partnership, ada juga pembiayaan perumahan yang bekerjasama  dengan pihak ketiga atau mitra kita, dan tentu semuanya membutuhkan  equity atau CAR yang cukup,&quot; kata Haru.
Sepanjang periode Januari-Juni 2022, Bank BTN berhasil menyalurkan  kredit mencapai Rp286,152 triliun meningkat 7,61% dari posisi yang sama  tahun lalu senilai Rp265,907 triliun. Penyaluran kredit perumahan masih  mendominasi total kredit perseroan pada semester I 2022.
Adapun kredit perumahan yang disalurkan Bank BTN hingga akhir Juni  2022 mencapai Rp251,914 triliun. Dari jumlah tersebut, KPR Subsidi pada  semester I 2022 masih mendominasi dengan nilai sebesar Rp137,255  triliun, tumbuh 8,68% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai  Rp126,297 triliun.
Sedangkan KPR Non Subsidi tumbuh 5,84% menjadi Rp85,305 triliun pada  semester I 2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar  Rp80,598 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank BTN membocorkan rencana pemakaian dana rights issue. Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo menegaskan dana rights issue seluruhnya akan digunakan untuk ekspansi kredit perseroan.
BACA JUGA:BTN Cetak Laba Rp1,4 Triliun, Meroket 59% di Semester I-2022 

&quot;Dana rights issue yang sudah kita rencanakan tentu sepenuhnya untuk ekspansi kredit, karena kita tahu target ke depan pembiayaan perumahan itu akan sangat besar. Dan bukan saja kita lakukan untuk pembiayaan kepada KPR yang subsidi, tapi juga non subsidi,&quot; ujar Haru dilansir dari Antara, Kamis (15/9/2022).
Rencana emiten berkode saham BBTN itu melakukan rights issue semakin menemukan titik terang. Setelah melakukan keterbukaan informasi awal pada awal pekan ini, sekarang manajemen BTN mendapatkan lampu hijau dari DPR RI.
BACA JUGA:Dirkeu: Tak Ada Rencana Penggabungan BNI dengan BTN

Komisi XI DPR RI menyetujui penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMTED) atau rights issue BTN, dengan alokasi Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp2,48 triliun dan publik sebesar Rp1,65 triliun.
Komisi XI menyatakan PMN kepada BTN dimaksudkan untuk memperkuat struktur permodalan BTN dengan capital adequacy ratio (CAR) terjaga di atas 15,4%.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selain itu, PMN juga akan meningkatkan kemampuan bisnis dari BTN,  khususnya penyaluran 1,32 juta unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR), yang  akan mendukung target prioritas nasional di bidang perumahan, serta  pengembangan bisnis berbasis ekosistem perumahan.
&quot;Kita ada partnership, ada juga pembiayaan perumahan yang bekerjasama  dengan pihak ketiga atau mitra kita, dan tentu semuanya membutuhkan  equity atau CAR yang cukup,&quot; kata Haru.
Sepanjang periode Januari-Juni 2022, Bank BTN berhasil menyalurkan  kredit mencapai Rp286,152 triliun meningkat 7,61% dari posisi yang sama  tahun lalu senilai Rp265,907 triliun. Penyaluran kredit perumahan masih  mendominasi total kredit perseroan pada semester I 2022.
Adapun kredit perumahan yang disalurkan Bank BTN hingga akhir Juni  2022 mencapai Rp251,914 triliun. Dari jumlah tersebut, KPR Subsidi pada  semester I 2022 masih mendominasi dengan nilai sebesar Rp137,255  triliun, tumbuh 8,68% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai  Rp126,297 triliun.
Sedangkan KPR Non Subsidi tumbuh 5,84% menjadi Rp85,305 triliun pada  semester I 2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar  Rp80,598 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
