<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BTN Pede Kredit Perumahan Meningkat di 2023</title><description>PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) atau Bank BTN pede kredit perumahan meningkat tahun 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/15/278/2668351/btn-pede-kredit-perumahan-meningkat-di-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/15/278/2668351/btn-pede-kredit-perumahan-meningkat-di-2023"/><item><title>BTN Pede Kredit Perumahan Meningkat di 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/15/278/2668351/btn-pede-kredit-perumahan-meningkat-di-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/15/278/2668351/btn-pede-kredit-perumahan-meningkat-di-2023</guid><pubDate>Kamis 15 September 2022 17:06 WIB</pubDate><dc:creator>Viola Triamanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/15/278/2668351/btn-pede-kredit-perumahan-meningkat-di-2023-ftUDWGuQnM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BTN yakin kredit perumahan naik tahun depan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/15/278/2668351/btn-pede-kredit-perumahan-meningkat-di-2023-ftUDWGuQnM.jpg</image><title>BTN yakin kredit perumahan naik tahun depan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) atau Bank BTN pede kredit perumahan meningkat tahun 2023. Perseroan juga sukses membukukan laba bersih sepanjang semester I 2022 senilai Rp1,471 triliun.
Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo optimis pertumbuhan kredit khususnya di bidang perumahan di tahun 2023 akan lebih tinggi daripada tahun 2022.
BACA JUGA:Dirut BTN Bocorkan Pemakaian Dana Rights Issue

&amp;ldquo;Saya yakin karena saat ini bisa dilihat bahwa saat ini keadaannya Covid sudah landai dan geopolitik sudah mulai mereda,&amp;rdquo; jelasnya saat Public Expose Live, Kamis (15/9/2022).
Dia juga menyadari bahwa permintaan pasar turut disertai dengan banyak faktor seperti bagaimana bunga bank, serta bagaimana kondisi likuiditas. Untuk mengantisipasi hal tersebut BTN melakukan kerja sama dengan berbagai pihak.
BACA JUGA:BTN Cetak Laba Rp1,4 Triliun, Meroket 59% di Semester I-2022 

Haru menyatakan selain dengan mengadakan program subsidi, pihaknya melakukan partnership dengan beberapa lembaga dan badan atau perusahaan korporasi yang nantinya kerja sama ini akan memberikan manfaat kepada para anggota dalam memiliki rumah.
&amp;ldquo;Dan benefitnya untuk BTN adalah tentu penyediaan likuiditas yang sepadan dengan KPR, maka isu likuiditas bisa terselesaikan,&amp;rdquo; tandasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Untuk informasi, Bank BTN berhasil menyalurkan kredit mencapai  Rp286,152 triliun meningkat 7,61% dari posisi yang sama tahun lalu  senilai Rp265,907 triliun.
Penyaluran kredit perumahan masih mendominasi total kredit perseroan  pada semester I 2022. Adapun kredit perumahan yang disalurkan Bank BTN  hingga akhir Juni 2022 mencapai Rp251,914 triliun.
Dari jumlah tersebut KPR Subsidi pada semester I 2022 masih  mendominasi dengan nilai sebesar Rp137,255 triliun tumbuh 8,68%  dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp126,297 triliun.
Sedangkan KPR Non Subsidi tumbuh 5,84% menjadi Rp85,305 triliun pada  semester I 2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar  Rp80,598 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) atau Bank BTN pede kredit perumahan meningkat tahun 2023. Perseroan juga sukses membukukan laba bersih sepanjang semester I 2022 senilai Rp1,471 triliun.
Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo optimis pertumbuhan kredit khususnya di bidang perumahan di tahun 2023 akan lebih tinggi daripada tahun 2022.
BACA JUGA:Dirut BTN Bocorkan Pemakaian Dana Rights Issue

&amp;ldquo;Saya yakin karena saat ini bisa dilihat bahwa saat ini keadaannya Covid sudah landai dan geopolitik sudah mulai mereda,&amp;rdquo; jelasnya saat Public Expose Live, Kamis (15/9/2022).
Dia juga menyadari bahwa permintaan pasar turut disertai dengan banyak faktor seperti bagaimana bunga bank, serta bagaimana kondisi likuiditas. Untuk mengantisipasi hal tersebut BTN melakukan kerja sama dengan berbagai pihak.
BACA JUGA:BTN Cetak Laba Rp1,4 Triliun, Meroket 59% di Semester I-2022 

Haru menyatakan selain dengan mengadakan program subsidi, pihaknya melakukan partnership dengan beberapa lembaga dan badan atau perusahaan korporasi yang nantinya kerja sama ini akan memberikan manfaat kepada para anggota dalam memiliki rumah.
&amp;ldquo;Dan benefitnya untuk BTN adalah tentu penyediaan likuiditas yang sepadan dengan KPR, maka isu likuiditas bisa terselesaikan,&amp;rdquo; tandasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Untuk informasi, Bank BTN berhasil menyalurkan kredit mencapai  Rp286,152 triliun meningkat 7,61% dari posisi yang sama tahun lalu  senilai Rp265,907 triliun.
Penyaluran kredit perumahan masih mendominasi total kredit perseroan  pada semester I 2022. Adapun kredit perumahan yang disalurkan Bank BTN  hingga akhir Juni 2022 mencapai Rp251,914 triliun.
Dari jumlah tersebut KPR Subsidi pada semester I 2022 masih  mendominasi dengan nilai sebesar Rp137,255 triliun tumbuh 8,68%  dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp126,297 triliun.
Sedangkan KPR Non Subsidi tumbuh 5,84% menjadi Rp85,305 triliun pada  semester I 2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar  Rp80,598 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
