<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Produksi Batu Bara ITMG Tembus 7,7 Juta Ton, China Jadi Langganan</title><description>Produksi batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencapai 7,7 juta ton di semester I 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/15/278/2668475/produksi-batu-bara-itmg-tembus-7-7-juta-ton-china-jadi-langganan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/15/278/2668475/produksi-batu-bara-itmg-tembus-7-7-juta-ton-china-jadi-langganan"/><item><title>Produksi Batu Bara ITMG Tembus 7,7 Juta Ton, China Jadi Langganan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/15/278/2668475/produksi-batu-bara-itmg-tembus-7-7-juta-ton-china-jadi-langganan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/15/278/2668475/produksi-batu-bara-itmg-tembus-7-7-juta-ton-china-jadi-langganan</guid><pubDate>Kamis 15 September 2022 19:36 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/15/278/2668475/produksi-batu-bara-itmg-tembus-7-7-juta-ton-china-jadi-langganan-YfDdQkLH0j.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Produksi batu bara ITMG (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/15/278/2668475/produksi-batu-bara-itmg-tembus-7-7-juta-ton-china-jadi-langganan-YfDdQkLH0j.jpg</image><title>Produksi batu bara ITMG (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Produksi batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencapai 7,7 juta ton di semester I 2022. Capaian itu lebih rendah 11,5% year on year (yoy) dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 8,7 juta ton. Adapun China masih menjadi pelanggan utama perseroan.
BACA JUGA:Indo Tambangraya (ITMG) Target Produksi Batu Bara hingga 18 Juta Ton 

Direktur Utama ITMG Mulianto mengatakan penurunan produksi terjadi seiring cuaca buruk dan curah hujan yang cukup tinggi. Namun demikian, harga rerata jual (ASP) perseroan mengalami pertumbuhan dari USD150/ton di kuartal I/2022 menjadi USD202/ton di triwulan kedua.
&quot;Tren ASP yang meningkat sejak 2Q21, dikarenakan kemampuan dalam memanfaatkan situasi harga batu bara yang tinggi,&quot; kata Mulianto dalam Public Expose, Kamis (15/9/2022).
BACA JUGA:Indo Tambangraya Megah (ITMG) Catat Penjualan Rp9,2 Triliun di Kuartal I-2022

Lonjakan produksi secara langsung mendongkrak volume penjualan perseroan. Hingga paruh pertama 2022, sebanyak 8,1 juta ton batu bara berhasil terjual, yang sebagian besar masuk ke China sebanyak 2,3 juta ton.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wNi8xLzE1MjkxNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sedangkan Indonesia menyerap 1,8 juta ton, disusul Jepang 1,3 juta  ton, Filipina 0,6 juta ton, Bangladesh 0,5 juta ton, dan negara-negara  lain di Asia Timur, Tenggara, Selatan serta Oseania.
Mulianto menargetkan volume produksi ITMG meningkat menjadi 17,5 -  18,8 juta ton di akhir tahun 2022, dengan volume penjualan ditargetkan  sebesar 20,5 - 21,5 juta ton.
&quot;Dari target volume penjualan tersebut, sebanyak 51% harga jualnya  telah ditetapkan, 37% mengacu pada indeks harga batubara, sedangkan sisa  12% belum terjual,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Produksi batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencapai 7,7 juta ton di semester I 2022. Capaian itu lebih rendah 11,5% year on year (yoy) dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 8,7 juta ton. Adapun China masih menjadi pelanggan utama perseroan.
BACA JUGA:Indo Tambangraya (ITMG) Target Produksi Batu Bara hingga 18 Juta Ton 

Direktur Utama ITMG Mulianto mengatakan penurunan produksi terjadi seiring cuaca buruk dan curah hujan yang cukup tinggi. Namun demikian, harga rerata jual (ASP) perseroan mengalami pertumbuhan dari USD150/ton di kuartal I/2022 menjadi USD202/ton di triwulan kedua.
&quot;Tren ASP yang meningkat sejak 2Q21, dikarenakan kemampuan dalam memanfaatkan situasi harga batu bara yang tinggi,&quot; kata Mulianto dalam Public Expose, Kamis (15/9/2022).
BACA JUGA:Indo Tambangraya Megah (ITMG) Catat Penjualan Rp9,2 Triliun di Kuartal I-2022

Lonjakan produksi secara langsung mendongkrak volume penjualan perseroan. Hingga paruh pertama 2022, sebanyak 8,1 juta ton batu bara berhasil terjual, yang sebagian besar masuk ke China sebanyak 2,3 juta ton.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8wNi8xLzE1MjkxNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sedangkan Indonesia menyerap 1,8 juta ton, disusul Jepang 1,3 juta  ton, Filipina 0,6 juta ton, Bangladesh 0,5 juta ton, dan negara-negara  lain di Asia Timur, Tenggara, Selatan serta Oseania.
Mulianto menargetkan volume produksi ITMG meningkat menjadi 17,5 -  18,8 juta ton di akhir tahun 2022, dengan volume penjualan ditargetkan  sebesar 20,5 - 21,5 juta ton.
&quot;Dari target volume penjualan tersebut, sebanyak 51% harga jualnya  telah ditetapkan, 37% mengacu pada indeks harga batubara, sedangkan sisa  12% belum terjual,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
