<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BSI Incar Kenaikan Laba hingga 40% di 2022</title><description>PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengincar kenaikan laba sebesar 30% sampai 40% pada tahun 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/15/278/2668482/bsi-incar-kenaikan-laba-hingga-40-di-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/15/278/2668482/bsi-incar-kenaikan-laba-hingga-40-di-2022"/><item><title>BSI Incar Kenaikan Laba hingga 40% di 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/15/278/2668482/bsi-incar-kenaikan-laba-hingga-40-di-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/15/278/2668482/bsi-incar-kenaikan-laba-hingga-40-di-2022</guid><pubDate>Kamis 15 September 2022 20:00 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/15/278/2668482/bsi-incar-kenaikan-laba-hingga-40-di-2022-6P9voRcl9B.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BRIS incar kenaikan laba 40% (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/15/278/2668482/bsi-incar-kenaikan-laba-hingga-40-di-2022-6P9voRcl9B.jpg</image><title>BRIS incar kenaikan laba 40% (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengincar kenaikan laba sebesar 30% sampai 40% pada tahun 2022 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
&quot;Dari sisi pendapatan, pendorong utama peningkatan laba perusahaan adalah dari pertumbuhan pembiayaan atau kredit yang sehat dan berkelanjutan,&quot; kata Direktur Keuangan dan Strategi BSI Ade Cahyo Nugroho dilansir dari Antara, Kamis (15/9/2022).
BACA JUGA:4 Fakta BSI Jadi Raja Bank Syariah di Indonesia, Saham BRIS Makin Primadona

Adapun pertumbuhan kredit BSI per Juni 2022 bisa mencapai 18% (yoy) atau lebih tinggi daripada proyeksi sebelumnya. Dengan pertumbuhan pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan, dirinya berharap pada ujungnya akan memberikan pendapatan perusahaan yang lebih baik.
BACA JUGA:Dirut BSI Ngarep BRIS Jadi Saham Primadona di BEI

Sementara dari sisi biaya, pendorong utama peningkatan laba perusahaan adalah terkait dengan pengelolaan biaya dana (Cost of Fund/CoF) serta biaya kredit (Cost of Credit/CoC), yang seiring dengan pemesanan pembiayaan yang makin sehat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pria yang akrab disapa Cahyo ini menjelaskan biaya dana akan  meningkat didorong pertumbuhan tabungan yang sangat baik di tahun ini,  yang seiring dengan semakin baiknya layanan BSI, baik melalui layanan  distribusi fisik di kantor cabang maupun perkembangan digital banking  BSI.
Digital banking memberikan dua manfaat kepada BSI dari sisi  pertumbuhan, yakni pertama melalui pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK),  khususnya tabungan serta yang kedua adalah berdampak positif terhadap  peningkatan fee based income alias pendapatan berbasis komisi.
&quot;Semakin banyak nasabah bertransaksi melalui mobile platform kami, BI  akan juga memiliki penerimaan yang semakin baik,&quot; tuturnya.
Dia mengatakan saat ini fee based income terbesar dari BSI  dikontribusi oleh digital platform yang memang akan terus menjadi  andalan perusahaan ke depannya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengincar kenaikan laba sebesar 30% sampai 40% pada tahun 2022 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
&quot;Dari sisi pendapatan, pendorong utama peningkatan laba perusahaan adalah dari pertumbuhan pembiayaan atau kredit yang sehat dan berkelanjutan,&quot; kata Direktur Keuangan dan Strategi BSI Ade Cahyo Nugroho dilansir dari Antara, Kamis (15/9/2022).
BACA JUGA:4 Fakta BSI Jadi Raja Bank Syariah di Indonesia, Saham BRIS Makin Primadona

Adapun pertumbuhan kredit BSI per Juni 2022 bisa mencapai 18% (yoy) atau lebih tinggi daripada proyeksi sebelumnya. Dengan pertumbuhan pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan, dirinya berharap pada ujungnya akan memberikan pendapatan perusahaan yang lebih baik.
BACA JUGA:Dirut BSI Ngarep BRIS Jadi Saham Primadona di BEI

Sementara dari sisi biaya, pendorong utama peningkatan laba perusahaan adalah terkait dengan pengelolaan biaya dana (Cost of Fund/CoF) serta biaya kredit (Cost of Credit/CoC), yang seiring dengan pemesanan pembiayaan yang makin sehat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pria yang akrab disapa Cahyo ini menjelaskan biaya dana akan  meningkat didorong pertumbuhan tabungan yang sangat baik di tahun ini,  yang seiring dengan semakin baiknya layanan BSI, baik melalui layanan  distribusi fisik di kantor cabang maupun perkembangan digital banking  BSI.
Digital banking memberikan dua manfaat kepada BSI dari sisi  pertumbuhan, yakni pertama melalui pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK),  khususnya tabungan serta yang kedua adalah berdampak positif terhadap  peningkatan fee based income alias pendapatan berbasis komisi.
&quot;Semakin banyak nasabah bertransaksi melalui mobile platform kami, BI  akan juga memiliki penerimaan yang semakin baik,&quot; tuturnya.
Dia mengatakan saat ini fee based income terbesar dari BSI  dikontribusi oleh digital platform yang memang akan terus menjadi  andalan perusahaan ke depannya.</content:encoded></item></channel></rss>
