<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kembangkan Silicon Valley Indonesia, Kemenperin Dorong Ekosistem Berbasis Industri</title><description>Kemenperin mendukung pengembangan Silicon Valley Indonesia  sebagai upaya mengakselerasi transformasi digital di sektor manufaktur.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/15/320/2668478/kembangkan-silicon-valley-indonesia-kemenperin-dorong-ekosistem-berbasis-industri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/15/320/2668478/kembangkan-silicon-valley-indonesia-kemenperin-dorong-ekosistem-berbasis-industri"/><item><title>Kembangkan Silicon Valley Indonesia, Kemenperin Dorong Ekosistem Berbasis Industri</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/15/320/2668478/kembangkan-silicon-valley-indonesia-kemenperin-dorong-ekosistem-berbasis-industri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/15/320/2668478/kembangkan-silicon-valley-indonesia-kemenperin-dorong-ekosistem-berbasis-industri</guid><pubDate>Kamis 15 September 2022 19:44 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/15/320/2668478/kembangkan-silicon-valley-indonesia-kemenperin-dorong-ekosistem-berbasis-industri-HXuP3nXBlk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengembangan silicon valley RI (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/15/320/2668478/kembangkan-silicon-valley-indonesia-kemenperin-dorong-ekosistem-berbasis-industri-HXuP3nXBlk.jpg</image><title>Pengembangan silicon valley RI (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perindustrian mendukung pengembangan Silicon Valley Indonesia sebagai upaya mengakselerasi transformasi digital di sektor manufaktur. Salah satu upaya Kemenperin dengan mendorong ekosistem berbasis Industri 4.0 dan Society 5.0.
&quot;Melalui Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI) 4.0, Kemenperin melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan ekosistem digital yang dijalankan dengan konsep kemitraan dan kerja sama antara pemerintah dengan berbagai pihak, misalnya perusahaan swasta dan universitas,&quot; kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Arus Gunawan dilansir dari Antara, Kamis (15/9/2022).
BACA JUGA:Juragan Properti Silicon Valley Meninggal Dunia, Tinggalkan Harta Rp35,7 Triliun

Salah satu kawasan komersial bernama Correctio dibangun oleh PT Jababeka di Cikarang, Jawa Barat. Kawasan tersebut digadang-gadang akan menjadi &amp;lsquo;Silicon Valley&amp;rsquo; Indonesia.
Arus menuturkan, PIDI 4.0 turut berperan dalam pembangunan ekosistem di Correctio sekaligus memberikan fasilitas bagi para startup lokal yang akan mengembangkan usahanya di PIDI 4.0.
BACA JUGA:Punya Karier Mentereng di Silicon Valley, Wanita Cantik Ini Pilih Kerja di Indonesia

&amp;ldquo;Kami akan mengolaborasikan startups tersebut dengan mitra global, sehingga mereka akan memiliki pengalaman dan network yang mumpuni untuk berkontribusi di dalam ekosistem tersebut,&amp;rdquo; ujar Arus.
Direktur PIDI 4.0 sekaligus Kepala Pusat Diklat SDM Industri BPSDMI Kemenperin Tirta Wisnu Permana menambahkan, PIDI 4.0 juga bekerja sama dengan Fablab Jababeka, merupakan Fabrication Laboratory (FabLab) pertama di Indonesia yang diresmikan PT Jababeka pada Maret 2021 silam.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNi8wOS8yOC8xLzgyNDY0LzMv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Fablab Jababeka merupakan fasilitas untuk pengembangan industri 4.0  di Kawasan Industri Jababeka, juga sebagai satelit dari PIDI 4.0.  Kemenperin juga mengapresiasi komitmen kerja sama dan kontribusi  Jababeka sebagai mitra industri pertama yang menjadi satelit PIDI 4.0.
&amp;ldquo;Dengan kesempatan ini kami berharap industri-industri yang ada di  kawasan Jababeka dan startup-startup lokal yang ada di daerah kawasan  Jababeka bisa mendapatkan pengalaman dan ilmu untuk mengembangkan  usahanya,&amp;rdquo; ungkapnya.
Menurut Wisnu, Jababeka juga telah membuka akses bagi perusahaan  rintisan dan industri untuk terus berkembang serta menghasilkan inovasi  dan solusi berbasis teknologi di Correctio. Hal tersebut dimungkinkan  berkat kemitraan yang telah terjalin dengan BRIN, Indogen, BISA AI,  Telkomsel, Mitsubishi Heavy Industries (MHI), Auk Industries,  Gamatechno, Arcstone, Sembcorp, dan PIDI 4.0 Kementerian Perindustrian.
&amp;ldquo;Kami juga berharap Fablab Jababeka bersama PIDI 4.0 dan mitra  industri lainnya bisa melahirkan startups unggul yang bisa menyediakan  solusi dari masalah-masalah yang dihadapi industri terkait dengan  transformasi industri 4.0 di kawasan Jababeka khususnya dan secara  nasional pada umumnya,&amp;rdquo; tutur Wisnu.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perindustrian mendukung pengembangan Silicon Valley Indonesia sebagai upaya mengakselerasi transformasi digital di sektor manufaktur. Salah satu upaya Kemenperin dengan mendorong ekosistem berbasis Industri 4.0 dan Society 5.0.
&quot;Melalui Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI) 4.0, Kemenperin melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan ekosistem digital yang dijalankan dengan konsep kemitraan dan kerja sama antara pemerintah dengan berbagai pihak, misalnya perusahaan swasta dan universitas,&quot; kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Arus Gunawan dilansir dari Antara, Kamis (15/9/2022).
BACA JUGA:Juragan Properti Silicon Valley Meninggal Dunia, Tinggalkan Harta Rp35,7 Triliun

Salah satu kawasan komersial bernama Correctio dibangun oleh PT Jababeka di Cikarang, Jawa Barat. Kawasan tersebut digadang-gadang akan menjadi &amp;lsquo;Silicon Valley&amp;rsquo; Indonesia.
Arus menuturkan, PIDI 4.0 turut berperan dalam pembangunan ekosistem di Correctio sekaligus memberikan fasilitas bagi para startup lokal yang akan mengembangkan usahanya di PIDI 4.0.
BACA JUGA:Punya Karier Mentereng di Silicon Valley, Wanita Cantik Ini Pilih Kerja di Indonesia

&amp;ldquo;Kami akan mengolaborasikan startups tersebut dengan mitra global, sehingga mereka akan memiliki pengalaman dan network yang mumpuni untuk berkontribusi di dalam ekosistem tersebut,&amp;rdquo; ujar Arus.
Direktur PIDI 4.0 sekaligus Kepala Pusat Diklat SDM Industri BPSDMI Kemenperin Tirta Wisnu Permana menambahkan, PIDI 4.0 juga bekerja sama dengan Fablab Jababeka, merupakan Fabrication Laboratory (FabLab) pertama di Indonesia yang diresmikan PT Jababeka pada Maret 2021 silam.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNi8wOS8yOC8xLzgyNDY0LzMv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Fablab Jababeka merupakan fasilitas untuk pengembangan industri 4.0  di Kawasan Industri Jababeka, juga sebagai satelit dari PIDI 4.0.  Kemenperin juga mengapresiasi komitmen kerja sama dan kontribusi  Jababeka sebagai mitra industri pertama yang menjadi satelit PIDI 4.0.
&amp;ldquo;Dengan kesempatan ini kami berharap industri-industri yang ada di  kawasan Jababeka dan startup-startup lokal yang ada di daerah kawasan  Jababeka bisa mendapatkan pengalaman dan ilmu untuk mengembangkan  usahanya,&amp;rdquo; ungkapnya.
Menurut Wisnu, Jababeka juga telah membuka akses bagi perusahaan  rintisan dan industri untuk terus berkembang serta menghasilkan inovasi  dan solusi berbasis teknologi di Correctio. Hal tersebut dimungkinkan  berkat kemitraan yang telah terjalin dengan BRIN, Indogen, BISA AI,  Telkomsel, Mitsubishi Heavy Industries (MHI), Auk Industries,  Gamatechno, Arcstone, Sembcorp, dan PIDI 4.0 Kementerian Perindustrian.
&amp;ldquo;Kami juga berharap Fablab Jababeka bersama PIDI 4.0 dan mitra  industri lainnya bisa melahirkan startups unggul yang bisa menyediakan  solusi dari masalah-masalah yang dihadapi industri terkait dengan  transformasi industri 4.0 di kawasan Jababeka khususnya dan secara  nasional pada umumnya,&amp;rdquo; tutur Wisnu.</content:encoded></item></channel></rss>
