<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bangun Flyover di Perlintasan Sebidang, PUPR Butuh Rp22,5 Triliun</title><description>Kementerian PUPR bakal membangun 150 fly over maupun underpass pada lintasan sebidang kereta api.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/15/470/2668363/bangun-flyover-di-perlintasan-sebidang-pupr-butuh-rp22-5-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/15/470/2668363/bangun-flyover-di-perlintasan-sebidang-pupr-butuh-rp22-5-triliun"/><item><title>Bangun Flyover di Perlintasan Sebidang, PUPR Butuh Rp22,5 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/15/470/2668363/bangun-flyover-di-perlintasan-sebidang-pupr-butuh-rp22-5-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/15/470/2668363/bangun-flyover-di-perlintasan-sebidang-pupr-butuh-rp22-5-triliun</guid><pubDate>Kamis 15 September 2022 17:15 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/15/470/2668363/bangun-flyover-di-perlintasan-sebidang-pupr-butuh-rp22-5-triliun-A1dKgZMukX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PUPR bakal tutup 150 perlintasan sebidang (Foto: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/15/470/2668363/bangun-flyover-di-perlintasan-sebidang-pupr-butuh-rp22-5-triliun-A1dKgZMukX.jpg</image><title>PUPR bakal tutup 150 perlintasan sebidang (Foto: PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian PUPR bakal membangun 150 fly over maupun underpass pada lintasan sebidang kereta api. Dirjen Bina Marga Hedy Rahadian mengatakan perkiraan kebutuhan anggaran untuk merealisasikan pembangunan tersebut setidaknya membutuhkan Rp22,5 triliun, dengan asumsi Rp150 miliar per fly over atau underpass.
BACA JUGA:Percepat Pemulihan Ekonomi, Ini Cara Menteri PUPR

Adapun saat ini setidaknya perlintasan sebidang jalur kereta yang berada di jalan nasional sudah tertangani sebanyak 49 titik dari total 199 titik, sedangkan 150 sisanya belum tertangani.
&quot;Total perlintasan sebidang jalur kereta dengan jalan nasional yang belum tertangani sebanyak 150 titik. Apabila kita estimasikan biaya satu underpass atau flyover di jalan nasional sebesar Rp150 miliar kita perkirakan kebutuhan biayanya Rp22,50 triliun,&quot; ujar Hedy dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (15/9/2022).
BACA JUGA:PUPR Siapkan Rp15,1 Miliar Bangun Rusun Mahasiswa IAIN

Hedy mengatakan memang tantangan utama dalam penanganan perlintasan sebidang rel kereta dengan jalan melalui pembangunan flyover/underpass adalah membutuhkan biaya yang besar, termasuk pembebasan lahan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8yOS80LzE1MjU1NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Bahkan apabila dihitung biaya pembangunan infrastruktur  flyover/underpass pada perlintasan sebidang kereta yang ada di seluruh  Indonesia setidaknya membutuhkan anggaran kurang lebih Rp300 triliun.
Hal tersebut mengacu pada data PT KAI pada semester 1 tahun 2022,  jumlah perlintasan sebidang yang resmi tidak dijaga sebanyak 3.132 titik  atau sebesar 60% dari total 5.051 perlintasan sebidang yang berada di  Jawa dan Sumatera, baik di jalan nasional maupun non-nasional.
&quot;Misalkan kita kalikan 3.132 titik dengan biaya rata-rata pembuatan  underpass/flyover bisa membutuhkan biaya sebesar Rp300 triliun,&amp;rdquo; pungkas  Hedy.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian PUPR bakal membangun 150 fly over maupun underpass pada lintasan sebidang kereta api. Dirjen Bina Marga Hedy Rahadian mengatakan perkiraan kebutuhan anggaran untuk merealisasikan pembangunan tersebut setidaknya membutuhkan Rp22,5 triliun, dengan asumsi Rp150 miliar per fly over atau underpass.
BACA JUGA:Percepat Pemulihan Ekonomi, Ini Cara Menteri PUPR

Adapun saat ini setidaknya perlintasan sebidang jalur kereta yang berada di jalan nasional sudah tertangani sebanyak 49 titik dari total 199 titik, sedangkan 150 sisanya belum tertangani.
&quot;Total perlintasan sebidang jalur kereta dengan jalan nasional yang belum tertangani sebanyak 150 titik. Apabila kita estimasikan biaya satu underpass atau flyover di jalan nasional sebesar Rp150 miliar kita perkirakan kebutuhan biayanya Rp22,50 triliun,&quot; ujar Hedy dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (15/9/2022).
BACA JUGA:PUPR Siapkan Rp15,1 Miliar Bangun Rusun Mahasiswa IAIN

Hedy mengatakan memang tantangan utama dalam penanganan perlintasan sebidang rel kereta dengan jalan melalui pembangunan flyover/underpass adalah membutuhkan biaya yang besar, termasuk pembebasan lahan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8yOS80LzE1MjU1NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Bahkan apabila dihitung biaya pembangunan infrastruktur  flyover/underpass pada perlintasan sebidang kereta yang ada di seluruh  Indonesia setidaknya membutuhkan anggaran kurang lebih Rp300 triliun.
Hal tersebut mengacu pada data PT KAI pada semester 1 tahun 2022,  jumlah perlintasan sebidang yang resmi tidak dijaga sebanyak 3.132 titik  atau sebesar 60% dari total 5.051 perlintasan sebidang yang berada di  Jawa dan Sumatera, baik di jalan nasional maupun non-nasional.
&quot;Misalkan kita kalikan 3.132 titik dengan biaya rata-rata pembuatan  underpass/flyover bisa membutuhkan biaya sebesar Rp300 triliun,&amp;rdquo; pungkas  Hedy.</content:encoded></item></channel></rss>
