<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Saham SIDO Berkali-Kali ARB, Dirkeu: Ada Shock di Investor</title><description>Manajemen PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menjelaskan penyebab fluktuasi pada saham SIDO.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/16/278/2669149/saham-sido-berkali-kali-arb-dirkeu-ada-shock-di-investor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/16/278/2669149/saham-sido-berkali-kali-arb-dirkeu-ada-shock-di-investor"/><item><title>Saham SIDO Berkali-Kali ARB, Dirkeu: Ada Shock di Investor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/16/278/2669149/saham-sido-berkali-kali-arb-dirkeu-ada-shock-di-investor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/16/278/2669149/saham-sido-berkali-kali-arb-dirkeu-ada-shock-di-investor</guid><pubDate>Jum'at 16 September 2022 18:16 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/16/278/2669149/saham-sido-berkali-kali-arb-dirkeu-ada-shock-di-investor-2eW6QFhl6o.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Manajemen SIDO menjelaskan soal fluktuasi harga saham (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/16/278/2669149/saham-sido-berkali-kali-arb-dirkeu-ada-shock-di-investor-2eW6QFhl6o.jpg</image><title>Manajemen SIDO menjelaskan soal fluktuasi harga saham (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Manajemen PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menjelaskan penyebab fluktuasi pada saham SIDO. Saham SIDO sempat terguncang usai perseroan merilis data kinerja keuangan semester I yang mengalami penurunan.
BACA JUGA:Sido Muncul (SIDO) Perluas Ekspor, Incar Pasar China hingga Kamerun

Perseroan mencatat, per Juni 2022, laba SIDO turun menjadi Rp445,60 miliar dari Rp502 miliar. Pada 5 Agustus lalu, saham SIDO turun 1,30% ke Rp760 per saham. Sepanjang periode 1-5 Agustus 2022, saham SIDO 4 kali ditutup memerah dan hanya sekali menguat yakni pada 4 Agustus.
Direktur Keuangan SIDO Leonard mengatakan, hal itu terjadi karena adanya kekhawatiran dari para pemegang saham perseroan. Mengingat, dalam empat tahun terakhir, pertumbuhan SIDO selalu baik.
BACA JUGA:Sido Muncul Tbk (SIDO) Catat Laba Bersih Rp445,49 Miliar, Anjlok 11,23%

&amp;ldquo;Ini karena adanya shock di level investor, tapi kembali lagi apakah investor masih percaya bahwa permintaan atas produk kesehatan akan tetap tinggi,&amp;rdquo; kata Leonard dalam konferensi pers Public Expose Live 2022, Jumat (16/9/2022).
Leonard mengatakan, manajemen SIDO sendiri optimistis bahwa demand atas produk-produk kesehatan masih akan tetap tinggi. Perseroan tidak terlalu mengkhawatirkan penurunan uptrend saham pasca rilis kinerja keuangan, karena menilai prospek bisnis perseroan jangka panjang masih menjanjikan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Ini bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan dalam jangka pendek ini,  yang penting dalam jangka panjang kami tetap tumbuh,&amp;rdquo; tandasnya.
Sebagaimana diketahui, produsen jamu dan obat herbal modern ini  membukukan laba bersih sebesar Rp445,60 miliar dari sebelumnya Rp502  miliar. Seiring dengan penurunan laba bersih, penjualan perseroan juga  merosot 2,58% menjadi Rp1,61 triliun dari sebelumnya sebesar Rp1,65  triliun.
Penjualan jamu herbal dan suplemen turun menjadi Rp988,73 miliar dari  sebelumnya sebesar Rp1,06 triliun. Sedangkan, segmen penjualan makanan  dan minuman tumbuh dari Rp526,23 miliar menjadi Rp544,82 miliar, serta  segmen produk farmasi naik dari sebelumnya Rp67,09 miliar menjadi  Rp78,54 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Manajemen PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menjelaskan penyebab fluktuasi pada saham SIDO. Saham SIDO sempat terguncang usai perseroan merilis data kinerja keuangan semester I yang mengalami penurunan.
BACA JUGA:Sido Muncul (SIDO) Perluas Ekspor, Incar Pasar China hingga Kamerun

Perseroan mencatat, per Juni 2022, laba SIDO turun menjadi Rp445,60 miliar dari Rp502 miliar. Pada 5 Agustus lalu, saham SIDO turun 1,30% ke Rp760 per saham. Sepanjang periode 1-5 Agustus 2022, saham SIDO 4 kali ditutup memerah dan hanya sekali menguat yakni pada 4 Agustus.
Direktur Keuangan SIDO Leonard mengatakan, hal itu terjadi karena adanya kekhawatiran dari para pemegang saham perseroan. Mengingat, dalam empat tahun terakhir, pertumbuhan SIDO selalu baik.
BACA JUGA:Sido Muncul Tbk (SIDO) Catat Laba Bersih Rp445,49 Miliar, Anjlok 11,23%

&amp;ldquo;Ini karena adanya shock di level investor, tapi kembali lagi apakah investor masih percaya bahwa permintaan atas produk kesehatan akan tetap tinggi,&amp;rdquo; kata Leonard dalam konferensi pers Public Expose Live 2022, Jumat (16/9/2022).
Leonard mengatakan, manajemen SIDO sendiri optimistis bahwa demand atas produk-produk kesehatan masih akan tetap tinggi. Perseroan tidak terlalu mengkhawatirkan penurunan uptrend saham pasca rilis kinerja keuangan, karena menilai prospek bisnis perseroan jangka panjang masih menjanjikan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Ini bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan dalam jangka pendek ini,  yang penting dalam jangka panjang kami tetap tumbuh,&amp;rdquo; tandasnya.
Sebagaimana diketahui, produsen jamu dan obat herbal modern ini  membukukan laba bersih sebesar Rp445,60 miliar dari sebelumnya Rp502  miliar. Seiring dengan penurunan laba bersih, penjualan perseroan juga  merosot 2,58% menjadi Rp1,61 triliun dari sebelumnya sebesar Rp1,65  triliun.
Penjualan jamu herbal dan suplemen turun menjadi Rp988,73 miliar dari  sebelumnya sebesar Rp1,06 triliun. Sedangkan, segmen penjualan makanan  dan minuman tumbuh dari Rp526,23 miliar menjadi Rp544,82 miliar, serta  segmen produk farmasi naik dari sebelumnya Rp67,09 miliar menjadi  Rp78,54 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
