<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI: Penyaluran Kredit Perbankan Naik di Agustus 2022</title><description>Bank Indonesia mencatat permintaan dan penyaluran kredit perbankan tumbuh lebih tinggi pada Agustus 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/16/320/2668792/bi-penyaluran-kredit-perbankan-naik-di-agustus-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/16/320/2668792/bi-penyaluran-kredit-perbankan-naik-di-agustus-2022"/><item><title>BI: Penyaluran Kredit Perbankan Naik di Agustus 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/16/320/2668792/bi-penyaluran-kredit-perbankan-naik-di-agustus-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/16/320/2668792/bi-penyaluran-kredit-perbankan-naik-di-agustus-2022</guid><pubDate>Jum'at 16 September 2022 12:00 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/16/320/2668792/bi-penyaluran-kredit-perbankan-naik-di-agustus-2022-x1OXw0toZ4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kredit perbankan tumbuh (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/16/320/2668792/bi-penyaluran-kredit-perbankan-naik-di-agustus-2022-x1OXw0toZ4.jpg</image><title>Kredit perbankan tumbuh (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia mencatat permintaan dan penyaluran kredit perbankan tumbuh lebih tinggi pada Agustus 2022. Hal ini terungkap dari Survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan Bank Indonesia (BI).
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, permintaan pembiayaan baru korporasi pada Agustus 2022 terindikasi tumbuh positif, yang tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 17,9%.
BACA JUGA:Bank Mandiri Proyeksi Penyaluran Kredit 2023 Lebih Rendah, Ini Alasannya

Kebutuhan pembiayaan, terutama dipenuhi dari dana sendiri yang masih menjadi mayoritas sumber pembiayaan, diikuti oleh pemanfaatan fasilitas kelonggaran tarik. Sementara itu pembiayaan yang bersumber dari pinjaman ke perbankan dalam negeri terindikasi meningkat.
Melansir Antara, Jumat (16/9/2022), penyaluran kredit baru oleh perbankan pada Agustus 2022 juga terindikasi tumbuh lebih tinggi dari bulan sebelumnya, yang sejalan dengan indikasi meningkatnya permintaan pembiayaan dari korporasi ke perbankan dalam negeri.
BACA JUGA:Program Restrukturisasi Kredit Mau Dicabut? OJK: Tunggu Saja

Berdasarkan survei, faktor utama yang mempengaruhi perkiraan penyaluran kredit baru tersebut yaitu permintaan pembiayaan dari nasabah serta prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNy8yMS8xLzE1MDg1Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Untuk keseluruhan periode triwulan III 2022 penawaran penyaluran  kredit baru juga diperkirakan tumbuh positif, meski sedikit melambat  dibandingkan triwulan sebelumnya.
Di sisi rumah tangga permintaan pembiayaan baru terindikasi relatif  stabil pada Agustus 2022. Mayoritas rumah tangga memilih bank umum  sebagai sumber utama penambahan pembiayaan dengan jenis pembiayaan yang  diajukan mayoritas berupa kredit multi guna.
Adapun sumber pembiayaan lainnya yang menjadi preferensi responden  untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan adalah antara lain koperasi dan  leasing.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia mencatat permintaan dan penyaluran kredit perbankan tumbuh lebih tinggi pada Agustus 2022. Hal ini terungkap dari Survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan Bank Indonesia (BI).
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, permintaan pembiayaan baru korporasi pada Agustus 2022 terindikasi tumbuh positif, yang tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 17,9%.
BACA JUGA:Bank Mandiri Proyeksi Penyaluran Kredit 2023 Lebih Rendah, Ini Alasannya

Kebutuhan pembiayaan, terutama dipenuhi dari dana sendiri yang masih menjadi mayoritas sumber pembiayaan, diikuti oleh pemanfaatan fasilitas kelonggaran tarik. Sementara itu pembiayaan yang bersumber dari pinjaman ke perbankan dalam negeri terindikasi meningkat.
Melansir Antara, Jumat (16/9/2022), penyaluran kredit baru oleh perbankan pada Agustus 2022 juga terindikasi tumbuh lebih tinggi dari bulan sebelumnya, yang sejalan dengan indikasi meningkatnya permintaan pembiayaan dari korporasi ke perbankan dalam negeri.
BACA JUGA:Program Restrukturisasi Kredit Mau Dicabut? OJK: Tunggu Saja

Berdasarkan survei, faktor utama yang mempengaruhi perkiraan penyaluran kredit baru tersebut yaitu permintaan pembiayaan dari nasabah serta prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNy8yMS8xLzE1MDg1Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Untuk keseluruhan periode triwulan III 2022 penawaran penyaluran  kredit baru juga diperkirakan tumbuh positif, meski sedikit melambat  dibandingkan triwulan sebelumnya.
Di sisi rumah tangga permintaan pembiayaan baru terindikasi relatif  stabil pada Agustus 2022. Mayoritas rumah tangga memilih bank umum  sebagai sumber utama penambahan pembiayaan dengan jenis pembiayaan yang  diajukan mayoritas berupa kredit multi guna.
Adapun sumber pembiayaan lainnya yang menjadi preferensi responden  untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan adalah antara lain koperasi dan  leasing.</content:encoded></item></channel></rss>
