<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tarif Listrik Oktober-Desember 2022 Dipastikan Tidak Naik</title><description>Tarif listrik Oktober hingga Desember 2022 dipastikan tidak naik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/16/320/2668955/tarif-listrik-oktober-desember-2022-dipastikan-tidak-naik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/16/320/2668955/tarif-listrik-oktober-desember-2022-dipastikan-tidak-naik"/><item><title>Tarif Listrik Oktober-Desember 2022 Dipastikan Tidak Naik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/16/320/2668955/tarif-listrik-oktober-desember-2022-dipastikan-tidak-naik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/16/320/2668955/tarif-listrik-oktober-desember-2022-dipastikan-tidak-naik</guid><pubDate>Jum'at 16 September 2022 15:06 WIB</pubDate><dc:creator>Rizky Fauzan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/16/320/2668955/tarif-listrik-oktober-desember-2022-dipastikan-tidak-naik-Ei3Y1xHlJW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tarif listrik tidak naik (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/16/320/2668955/tarif-listrik-oktober-desember-2022-dipastikan-tidak-naik-Ei3Y1xHlJW.jpg</image><title>Tarif listrik tidak naik (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Tarif listrik Oktober hingga Desember 2022 dipastikan tidak naik. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan tak akan melakukan penyesuaian tarif listrik pada bulan Oktober hingga Desember atau kuartal IV 2022 ini.
&quot;Enggak (naik),&quot; kata Menteri ESDM Arifin Tasrif di Kementeri ESDM Jakarta, Jumat (16/9/2022).
BACA JUGA:Kementerian ESDM: Perpres Tarif Listrik EBT Terbit Pekan Ini

Sebagaimana diketahui, pemerintah melakukan penyesuaian tarif listrik non subsidi untuk tiap kuartal. Pemerintah sendiri telah melakukan penyesuaian tarif untuk kuartal III 2022 di mana 5 golongan pelanggan mengalami kenaikan.
Dari 5 golongan pelanggan tersebut, 2 di antaranya ialah pelanggan rumah tangga. Pelanggan rumah tangga yang tarif listriknya naik ialah dengan daya di atas 3.500 VA.
BACA JUGA:Daftar Tarif Listrik September, Golongan 450 VA Mau Dihapus

Berikut tarif listrik untuk 5 golongan yang telah mengalami kenaikan:
1. Pelanggan rumah tangga golongan R2 dengan daya 3.500 VA hingga 5.500 VA tarifnya disesuaikan dari Rp1.444,70 per kWh menjadi Rp1.699,53 per kWh, dengan kenaikan rekening rata-rata sebesar Rp111.000 per bulan.
2. Pelanggan rumah tangga golongan R3 dengan daya 6.600 VA ke atas tarifnya disesuaikan dari Rp1.444,70 per kWh menjadi Rp1.699,53 per kWh, dengan kenaikan rekening rata-rata sebesar Rp346.000 per bulan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8xNi80LzE1MzI5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;3. Pelanggan pemerintah golongan P1 dengan daya 6.600 VA hingga 200  kVA tarifnya disesuaikan dari Rp1.444,70 per kWh menjadi Rp1.699,53 per  kWh, dengan kenaikan rekening rata-rata sebesar Rp978.000/bulan
4. Pelanggan pemerintah golongan P3 tarifnya disesuaikan dari  Rp1.444,70 per kWh menjadi Rp1.699,53 per kWh, dengan kenaikan rekening  rata-rata sebesar Rp271.000 per bulan
5. Pelanggan pemerintah golongan P2 dengan daya di atas 200 kVA  tarifnya disesuaikan dari Rp1.114,74 per kWh menjadi Rp1.522,88 per kWh,  dengan kenaikan rekening rata-rata sebesar Rp 38,5 juta per bulan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Tarif listrik Oktober hingga Desember 2022 dipastikan tidak naik. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan tak akan melakukan penyesuaian tarif listrik pada bulan Oktober hingga Desember atau kuartal IV 2022 ini.
&quot;Enggak (naik),&quot; kata Menteri ESDM Arifin Tasrif di Kementeri ESDM Jakarta, Jumat (16/9/2022).
BACA JUGA:Kementerian ESDM: Perpres Tarif Listrik EBT Terbit Pekan Ini

Sebagaimana diketahui, pemerintah melakukan penyesuaian tarif listrik non subsidi untuk tiap kuartal. Pemerintah sendiri telah melakukan penyesuaian tarif untuk kuartal III 2022 di mana 5 golongan pelanggan mengalami kenaikan.
Dari 5 golongan pelanggan tersebut, 2 di antaranya ialah pelanggan rumah tangga. Pelanggan rumah tangga yang tarif listriknya naik ialah dengan daya di atas 3.500 VA.
BACA JUGA:Daftar Tarif Listrik September, Golongan 450 VA Mau Dihapus

Berikut tarif listrik untuk 5 golongan yang telah mengalami kenaikan:
1. Pelanggan rumah tangga golongan R2 dengan daya 3.500 VA hingga 5.500 VA tarifnya disesuaikan dari Rp1.444,70 per kWh menjadi Rp1.699,53 per kWh, dengan kenaikan rekening rata-rata sebesar Rp111.000 per bulan.
2. Pelanggan rumah tangga golongan R3 dengan daya 6.600 VA ke atas tarifnya disesuaikan dari Rp1.444,70 per kWh menjadi Rp1.699,53 per kWh, dengan kenaikan rekening rata-rata sebesar Rp346.000 per bulan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8xNi80LzE1MzI5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;3. Pelanggan pemerintah golongan P1 dengan daya 6.600 VA hingga 200  kVA tarifnya disesuaikan dari Rp1.444,70 per kWh menjadi Rp1.699,53 per  kWh, dengan kenaikan rekening rata-rata sebesar Rp978.000/bulan
4. Pelanggan pemerintah golongan P3 tarifnya disesuaikan dari  Rp1.444,70 per kWh menjadi Rp1.699,53 per kWh, dengan kenaikan rekening  rata-rata sebesar Rp271.000 per bulan
5. Pelanggan pemerintah golongan P2 dengan daya di atas 200 kVA  tarifnya disesuaikan dari Rp1.114,74 per kWh menjadi Rp1.522,88 per kWh,  dengan kenaikan rekening rata-rata sebesar Rp 38,5 juta per bulan.</content:encoded></item></channel></rss>
