<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada! Bank Dunia Ungkap Resesi Global Terjadi Tahun Depan</title><description>Bank Dunia mengungkap resesi global akan terjadi di tahun depan. Ancaman resesi global bukan sekedar isapan jempol belaka.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/17/320/2669147/waspada-bank-dunia-ungkap-resesi-global-terjadi-tahun-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/17/320/2669147/waspada-bank-dunia-ungkap-resesi-global-terjadi-tahun-depan"/><item><title>Waspada! Bank Dunia Ungkap Resesi Global Terjadi Tahun Depan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/17/320/2669147/waspada-bank-dunia-ungkap-resesi-global-terjadi-tahun-depan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/17/320/2669147/waspada-bank-dunia-ungkap-resesi-global-terjadi-tahun-depan</guid><pubDate>Sabtu 17 September 2022 04:26 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/16/320/2669147/waspada-bank-dunia-ungkap-resesi-global-terjadi-tahun-depan-t6fQlLiADQ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ancaman resesi global terjadi tahun depan (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/16/320/2669147/waspada-bank-dunia-ungkap-resesi-global-terjadi-tahun-depan-t6fQlLiADQ.jpeg</image><title>Ancaman resesi global terjadi tahun depan (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Bank Dunia mengungkap resesi global akan terjadi di tahun depan. Ancaman resesi global bukan sekedar isapan jempol belaka.
Resesi dipicu bank sentral di seluruh dunia secara bersamaan menaikkan suku bunga untuk memerangi inflasi yang persisten. Tiga ekonomi terbesar dunia yakni Amerika Serikat, China, dan kawasan Europe telah melambat tajam dan bahkan terkena pukulan moderat terhadap ekonomi global selama tahun depan demikian dilansir Reuters di Jakarta, Jumat (16/9/2022).
BACA JUGA:Ngeri! Sri Mulyani Sebut Resesi Global Bikin Harga Minyak Dunia Meroket

Sehingga itu dapat mendorongnya ke dalam resesi. Adapun saat ini ekonomi global dalam perlambatan tertajam menyusul pemulihan pasca-resesi sejak 1970, serta kepercayaan konsumen telah turun lebih tajam dibanding saat menjelang resesi global sebelumnya.
&quot;Pertumbuhan global melambat tajam, dengan perlambatan lebih lanjut kemungkinan karena lebih banyak negara jatuh ke dalam resesi,&quot; kata Presiden Bank Dunia David Malpass.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8xNS80LzE1MTk0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia mengatakan bahwa kekhawatiran bahwa tren ini akan bertahan dengan  konsekuensi yang menghancurkan bagi pasar negara dan ekonomi  berkembang.
Apalagi kenaikan suku bunga yang disinkronkan yang sedang berlangsung  secara global dan tindakan kebijakan terkait kemungkinan akan berlanjut  hingga tahun depan.
Namun, mungkin tidak cukup untuk membawa inflasi kembali ke tingkat  yang terlihat sebelum pandemi Covid-19. Kecuali jika gangguan pasokan  dan tekanan pasar tenaga kerja mereda, bisa menyebabkan tingkat inflasi  inti global yang kecuali energi, dapat bertahan di sekitar 5% pada 2023.
Baca Selengkapnya: Peringatan Bank Dunia! Bakal Terjadi Resesi 2023 di Mana-Mana</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Dunia mengungkap resesi global akan terjadi di tahun depan. Ancaman resesi global bukan sekedar isapan jempol belaka.
Resesi dipicu bank sentral di seluruh dunia secara bersamaan menaikkan suku bunga untuk memerangi inflasi yang persisten. Tiga ekonomi terbesar dunia yakni Amerika Serikat, China, dan kawasan Europe telah melambat tajam dan bahkan terkena pukulan moderat terhadap ekonomi global selama tahun depan demikian dilansir Reuters di Jakarta, Jumat (16/9/2022).
BACA JUGA:Ngeri! Sri Mulyani Sebut Resesi Global Bikin Harga Minyak Dunia Meroket

Sehingga itu dapat mendorongnya ke dalam resesi. Adapun saat ini ekonomi global dalam perlambatan tertajam menyusul pemulihan pasca-resesi sejak 1970, serta kepercayaan konsumen telah turun lebih tajam dibanding saat menjelang resesi global sebelumnya.
&quot;Pertumbuhan global melambat tajam, dengan perlambatan lebih lanjut kemungkinan karena lebih banyak negara jatuh ke dalam resesi,&quot; kata Presiden Bank Dunia David Malpass.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8xNS80LzE1MTk0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia mengatakan bahwa kekhawatiran bahwa tren ini akan bertahan dengan  konsekuensi yang menghancurkan bagi pasar negara dan ekonomi  berkembang.
Apalagi kenaikan suku bunga yang disinkronkan yang sedang berlangsung  secara global dan tindakan kebijakan terkait kemungkinan akan berlanjut  hingga tahun depan.
Namun, mungkin tidak cukup untuk membawa inflasi kembali ke tingkat  yang terlihat sebelum pandemi Covid-19. Kecuali jika gangguan pasokan  dan tekanan pasar tenaga kerja mereda, bisa menyebabkan tingkat inflasi  inti global yang kecuali energi, dapat bertahan di sekitar 5% pada 2023.
Baca Selengkapnya: Peringatan Bank Dunia! Bakal Terjadi Resesi 2023 di Mana-Mana</content:encoded></item></channel></rss>
