<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ancaman Inflasi 'Hantui' RI, Daya Beli Bisa Turun?</title><description>Ancaman inflasi dikhawatirka menurunkan daya beli masyarakat yang baru pulih pasca pandemi Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/17/320/2669547/ancaman-inflasi-hantui-ri-daya-beli-bisa-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/09/17/320/2669547/ancaman-inflasi-hantui-ri-daya-beli-bisa-turun"/><item><title>Ancaman Inflasi 'Hantui' RI, Daya Beli Bisa Turun?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/09/17/320/2669547/ancaman-inflasi-hantui-ri-daya-beli-bisa-turun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/09/17/320/2669547/ancaman-inflasi-hantui-ri-daya-beli-bisa-turun</guid><pubDate>Sabtu 17 September 2022 14:52 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/17/320/2669547/ancaman-inflasi-hantui-ri-daya-beli-bisa-turun-gLrcPlija5.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi ekonomi. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/17/320/2669547/ancaman-inflasi-hantui-ri-daya-beli-bisa-turun-gLrcPlija5.JPG</image><title>Ilustrasi ekonomi. (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Ancaman inflasi dikhawatirka menurunkan daya beli masyarakat yang baru pulih pasca pandemi Covid-19.

Ekonom sekaligus Direktur CELIOS Bhima Yudhistira mengatakan bahwa inflasi berisiko menyebabkan daya beli masyarakat alami penurunan.

Hal itu karena inflasi yang terjadi saat ini lebih disebabkan oleh gangguan rantai pasok, bukan karena naiknya permintaan masyarakat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Harga Pangan Mahal, Daya Beli Masyarakat Bisa Kembali Merosot
&quot;Yang dikhawatirkan, setelah inflasi tinggi maka berujung pada stagflasi, yakni output produksi dan kesempatan kerja menurun. Inflasi juga meningkatkan garis kemiskinan sehingga orang yang tadinya masuk kategori kelas menengah, turun menjadi orang miskin baru,&quot; ujar Bhima kepada MNC Portal Indonesia di Jakarta, Sabtu (17/9/2022).
Selain itu inflasi akan menyebabkan naiknya tingkat suku bunga acuan dan banyak sekali masyarakat maupun pelaku usaha alami kenaikan bunga pinjaman.

&quot;Sebaiknya pemerintah mulai lakukan beberapa relaksasi seperti penurunan tarif PPN dari 11% menjadi 8% agar harga barang dilevel konsumen lebih rendah. Kemudian berikan subsidi bagi transportasi umum,&quot; ungkapnya.

Pengendalian stok pangan pun sebut dia, tidak kalah penting.

&quot;Di sini pentingnya pendataan sampai adanya neraca pangan per kabupaten/kota, hingga memangkas rantai pasok yang terlalu panjang,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ancaman inflasi dikhawatirka menurunkan daya beli masyarakat yang baru pulih pasca pandemi Covid-19.

Ekonom sekaligus Direktur CELIOS Bhima Yudhistira mengatakan bahwa inflasi berisiko menyebabkan daya beli masyarakat alami penurunan.

Hal itu karena inflasi yang terjadi saat ini lebih disebabkan oleh gangguan rantai pasok, bukan karena naiknya permintaan masyarakat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Harga Pangan Mahal, Daya Beli Masyarakat Bisa Kembali Merosot
&quot;Yang dikhawatirkan, setelah inflasi tinggi maka berujung pada stagflasi, yakni output produksi dan kesempatan kerja menurun. Inflasi juga meningkatkan garis kemiskinan sehingga orang yang tadinya masuk kategori kelas menengah, turun menjadi orang miskin baru,&quot; ujar Bhima kepada MNC Portal Indonesia di Jakarta, Sabtu (17/9/2022).
Selain itu inflasi akan menyebabkan naiknya tingkat suku bunga acuan dan banyak sekali masyarakat maupun pelaku usaha alami kenaikan bunga pinjaman.

&quot;Sebaiknya pemerintah mulai lakukan beberapa relaksasi seperti penurunan tarif PPN dari 11% menjadi 8% agar harga barang dilevel konsumen lebih rendah. Kemudian berikan subsidi bagi transportasi umum,&quot; ungkapnya.

Pengendalian stok pangan pun sebut dia, tidak kalah penting.

&quot;Di sini pentingnya pendataan sampai adanya neraca pangan per kabupaten/kota, hingga memangkas rantai pasok yang terlalu panjang,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
